05 Mei 2019

Iis Dahlia Beri Uang Saku Anaknya Rp 10 Juta Per Bulan, Berapa Uang Saku Ideal untuk Anak?

Agar tidak salah, ini dia jumlah uang saku yang ideal untuk anak

Kabar mengagetkan datang dari pedangdut Iis Dahlia. Ia sempat mengaku memberikan Devano Danendra jatah uang saku bulanan sebesar 10 juta rupiah. Hal ini tentunya mengundang banyak tanya, apakah jumlah tersebut tidak terlalu besar?

Mengutip dari insertlive.com, ternyata bukan memberikan uang saku bulanan sebesar 10 juta.

Melainkan menyisakan uang sebesar 10 juta rupiah di ATM sang anak, tapi bukan berarti uang tersebut harus habis dalam satu bulan.

Hal ini ia lakukan agar Devano bisa belajar untuk mengatur sendiri uangnya dan tidak boros.

Tapi sebenarnya, uang saku yang ideal untuk anak itu berapa ya Moms?

Baca Juga: Jangan Asal, Ini 4 Pertimbangan Untuk Menentukan Jumlah Uang Saku Anak

Sistem Pemberian Uang Saku

money1
Foto: money1

Foto: irishtimes.com

Mengutip dari parenting.co.id, menurut Mike Rini Sutikno, Perencana Keuangan di MRE Financial & Business Advisory, uang saku untuk anak memang lebih baik diberikan secara berjangka.

Moms bisa memberikan uang saku mingguan untuk Si kecil yang masih duduk di bangku SD hingga awal SMP. Sedangkan untuk anak yang duduk dibangku SMP dan SMA, kita bisa mulai tawarkan sistem uang saku bulanan.

Tujuannya sudah pasti yaitu agar anak belajar cara mengelola uangnya dalam jangka waktu tertentu. Bila diberi secara harian, dikhawatirkan anak akan terus meminta uang, tanpa berpikir panjang.

Berapa Besaran Idealnya?

money2
Foto: money2

Foto: usatoday.com

Untuk menentukan besaran jumlah uang saku yang diberikan kepada anak, ada beberapa hal yang perlu Moms pertimbangkan. Cara paling mudah adalah dsesuaikan berdasar pada jenjang pendidikan anak.

Pertama kita harus memikirkan biaya transportasi, jika anak berangkat ke sekolah menggunakan transportasi umum. Selanjutnya pikirkan juga rata-rata kebutuhan anak biasanya, karena akan berpengaruh pada harga barang-barang. Terakhir, berikan uang saku untuk buah hati sesuai dengan usia masing-masing.

Berapa besarannya? Simak penjelasan berikut ini:

1. TK

Moms bisa mulai menerapkan sistem uang saku pada anak usia SD. Sedangkan anak yang masih duduk dibangku TK, belum memerlukan uang saku.

Mereka umumnya akan diantar jemput saat bersekolah dan untuk bekal pun akan selalu disiapkan terlebih dahulu di rumah. Jadi memang belum membutuhkan uang saku.

2. SD

Selanjutnya pada usia SD, Moms bisa memberikan uang saku harian berupa uang jajan.

Kita bisa memberikan uang jajan sebesar 10 ribu per hari untuk Si Kecil membeli makanan atau camilan di sekolah. Tidak perlu terlalu besar, karena jam sekolahnya pun biasa hanya sebentar.

Namun, Moms tetap harus mengajari anak untuk menabung. Ajari ia untuk dapat menyisakan sedikit uang jajan yang telah Moms berikan.

Kebiasaan menabung sejak dini tentu akan sangat bermanfaat untuk anak jika kelak sudah besar.

Baca Juga: 7 Kesalahan Terbesar dalam Mengatur Uang Bulanan

3. SMP

Lalu untuk anak usia SMP, kita bisa mulai menerapkan sistem uang saku mingguan.

Karena pada usia ini anak sudah mulai dibiasakan untuk menggunakan angkutan umum ke sekolah, maka besarannya pun harus disesuaikan.

Moms bisa memberikan uang saku sebesar 100 ribu per minggu sebagai uang transport dan uang jajan. Ingat untuk tetap mengajarinya menabung ya Moms.


4. SMA

Memasuki usia SMA, kebutuhan anak biasanya bertambah.

Jam sekolah lebih panjang, tidak membawa bekal lagi jadi harus membeli makanan ketika lapar, dan mulai mengenal hangout bersama teman. Belum lagi angkutan umum yang membawanya ke sekolah.

Sistem pemberian uang saku bisa dilakukan secara mingguan atau bulanan.

Kebanyakan dari mereka biasa mulai menuntut uang bulanan dengan cara transfer antar rekening.

Jika kebutuhannya mulai banyak seperti ini, besaran uang jajan pun harus bertambah.

Moms bisa memberikan uang saku sebesar 500 ribu hingga 700 ribu per bulan sebagai uang jajan, uang transport, dan uang untuk hangout bersama teman.

Itulah besaran ideal yang perlu Moms contoh dalam memberikan uang saku untuk anak. Jangan terlalu kecil apalagi terlalu besar. Berilah uang saku sesuai kebutuhan anak.

(AWD/INT)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.