23 Desember 2020

Imunisasi Anak Sekolah dasar, Seberapa Penting? Ini Kata Ahli!

Dari imunisasi Hepatitis B hingga Dengue

Imunisasi merupakan hal yang penting untuk melindungi anak dari penyakit menular dan infeksi berbahaya. Dengan melakukan imunisasi, maka akan membentuk imunitas anak dalam melawan bakteri atau virus dalam tubuhnya.

Ketika anak sekolah, tubuhnya akan mudah sakit karena banyak aktivitas yang mulai dijalankan. Selain itu, ia juga bertemu teman-teman di sekolahnya yang mungkin membawa penyakit.

Fungsi dari imunisasi ini, selain untuk membuat dirinya lebih kebal, ini untuk melindungi orang di sekitarnya yang belum diimunisasi.

Oleh karena itu, banyak pertanyaan orang tua sebaiknya ketika anak mulai sekolah imunisasi apa saja ya yang diperlukan?

Mari simak tanya jawab Prof. DR. Dr. Soedjatmiko, SP.A(K), Msi, Sekretaris Satgas Imunisasi seputar imunisasi.

Baca Juga: Jadwal Imunisasi IDAI 2020, Cek Daftar Lengkapnya Moms!

Jenis Imunisasi Anak Sekolah Dasar

Pantangan Flek Paru pada Anak pergi ke sekolah.jpg
Foto: Pantangan Flek Paru pada Anak pergi ke sekolah.jpg (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Ternyata, pengulangan imunisasi saat anak memasuki sekolah dasar itu penting lho, Moms! Hal ini untuk meningkatkan imunitas di dalam tubuh anak untuk mencegah berbagai penyakit.

Yuk simak tanya jawab dengan Prof. DR. Dr. Soedjatmiko, SP.A(K), Msi di bawah ini.

Tanya:

Ketika anak telah sekolah, imunisasi apa saja yang dibutuhkan untuk menjaga imunitas anak? Mengapa anak sekolah diperlukan imunisasi?

Jawab:

Sejak 0 bulan, anak memang diperlukan imunisasi untuk menjaga sistem kekebalan tubuhnya. Anak-anak sangat rentan terhadap penyakit, oleh karena itu imunisasi dilakukan agar mereka tidak terserang penyakit infeksi, TBC, polio, dan penyakit kronis lainnya.

Terutama 18 bulan pertama dan persiapan waktu sekolah juga perlu dilengkapi. Anak yang mulai memasuki entry school atau sekolah dasar, imunisasi tetap dilakukan berulang untuk meningkatkan imunitas tubuhnya.

Meskipun di era pandemi seperti ini, tetap harus imunisasi. Karena risiko mendapatkan penyakit kronis sekaligus terkena virus Corona akan lebih tinggi.

Fungsi dari vaksin atau imunisasi dilakukan berulang setiap tahunnya adalah untuk meningkatkan kekuatan imunitas dalam tubuh. Imun yang diperoleh sejak bayi cukup rendah, oleh karena itu diperlukan imunisasi berulang sesuai jadwal.

Jenis imunisasi anak yang telah masuk sekolah dasar dengan rentang usia 6-13 tahun menurutIkatan Dokter Anak Indonesia 2020, antara lain sebagai berikut:

  • Hepatitis B. Imunisasi HB selanjutnya diberikan bersama DTwP atau DTaP.
  • Polio (IPV). Vaksin IPV minimal diberikan 2 kali sebelum berumur 1 tahun bersama DTwP atau DTaP.
  • Difteri, Pertusis, dan Tetanus (DPT). Booster berikutnya diberikan pada umur 5 - 7 tahun atau pada program BIAS kelas 1. Umur 7 tahun atau lebih menggunakan vaksin Td atau Tdap. Booster selanjutnya pada umur 10 – 18 tahun atau pada program BIAS kelas 5. Booster Td diberikan setiap 10 tahun.
  • Influenza. Pada umur 6 bulan- 8 tahun imunisasi pertama 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu. Umur di atas 9 tahun, imunisasi pertama 1 dosis.
  • MR/MMR. Umur 5 – 7 tahun berikan MR/MMR atau dalam program BIAS kelas 1.
  • JE. Boleh dilakukan sejak usia 9 bulan. Untuk perlindungan jangka panjang dapat diberikan booster 1 - 2 tahun kemudian.
  • Varisela. Pada umur 1 – 12 tahun diberikan 2 dosis dengan interval 6 minggu sampai 3 bulan. Umur 13 tahun atau lebih dengan interval 4 sampai 6 minggu.
  • Hepatitis A. Diberikan 2 dosis mulai umur 1 tahun, dosis ke-2 diberikan 6 bulan sampai 12 bulan kemudian.
  • Tifoid. Diberikan sejak usia anak 2 tahun dan boleh diulang setiap 3 tahun sekali.
  • HPV. Derikan pada anak perempuan umur 9 – 14 tahun sebanyak 2 kali dengan jarak 6 – 15 bulan. Bisa dilakukan pada program BIAS kelas 5 dan 6. Umur 15 tahun atau lebih diberikan 3 kali dengan jadwal 0, 1, 6 bulan (vaksin bivalen) atau 0,2,6 bulan (vaksin quadrivalent).
  • Dengue. Diberikan pada anak umur 9 – 16 tahun dengan seropositif dengue yang dibuktikan adanya riwayat pernah dirawat dengan diagnosis dengue atau dibuktikan dengan pemeriksaan serologi IgG anti dengue positif. Dilakukan 3 kali dengan interval 6 bulan sejak usia 9 tahun.

Baca Juga: 6 Tips Efektif Mengatasi Demam Setelah Imunisasi pada Anak

Apakah Si Kecil sudah mendapatkan jadwal imunisasi dengan rutin, Moms? Jangan sampai terlewat ya!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.