17 Mei 2021

Warga India Ramai Gunakan Kotoran Sapi untuk Mencegah COVID-19, Apa Kata Ahli?

Sapi dikenal sebagai simbol kesucian bagi umat Hindu
Warga India Ramai Gunakan Kotoran Sapi untuk Mencegah COVID-19, Apa Kata Ahli?

Foto: Reuters/Amit Dave

Pernahkah Moms mendengar akhir-akhir ini kotoran sapi digunakan untuk penangkal COVID-19? Tren ini sedang marak terjadi di India, lho. Banyak masyarakat India percaya bahwa kotoran sapi dapat menangkal virus corona.

Seperti kita tahu, COVID-19 di India sedang mengalami lonjakan kasus positif dengan total 25 juta lebih kasus, dan kematian yang mencapai hampir 300.000 kasus.

Meningkatnya kasus ini membuat warga India mencoba melakukan berbagai cara untuk menghentikan penyebaran virus Corona.

Namun benarkah tren ini dapat digunakan dan disetujui para ahli? Mari simak penjelasan dan kebenarannya.

Baca Juga: Mirisnya Indonesia Tembus 1 Juta Kasus Positif COVID-19, 7 Negara ASEAN Ini Justru Terendah

1. India 'Darurat' Virus Corona

mutasi virus corona
Foto: mutasi virus corona

Foto: Orami Photo Stocks

Pandemi virus corona telah menyebabkan kekacauan di India, dengan meningkatnya angka positif per harinya mencapai 300.000 orang. Para ahli mengatakan jumlah itu bisa 5 hingga 10 kali lebih tinggi.

Banyak masyarakat berjuang mencari perawatan dokter, alat bantu oksigen serta obat-obatan. Apalagi, dengan kurangnya pasokan alat kesehatan ini menyebabkan banyak yang meninggal dunia karena kurangnya perawatan.

Kenaikan kasus di India terjadi karena adanya mutasi virus corona yang sangat mudah menular dan telah menyebar ke seluruh dunia.

Seperti varian virus Corona B1617 yang telah ditemukan di sejumlah negara, begitu juga di Indonesia.

2. Sapi Sebagai Simbol Kesucian

kotoran sapi untuk cegah COVID-19-2
Foto: kotoran sapi untuk cegah COVID-19-2 (Reuters/Amit Dave)

Foto: Reuters/Amit Dave

Dalam agama Hindu, sapi adalah simbol kesucian.

Telah berabad-abad umat Hindu telah menggunakan kotoran sapi untuk ritual keagamaan, doa serta dipercaya memiliki khasiat terapeutik dan antiseptik

"Masyarakat India percaya bahwa terapi kotoran sapi ini dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan memulihkan penyembuhan Covid-19," kata Gautam Manilal Borisa, seorang manajer asosiasi di sebuah perusahaan farmasi.

Di antara mereka memakai kotoran sapi yang telah dikeringkan lalu dicampuri urin. Kotoran sapi itu dilumuri di seluruh badan, dari ujung kepala hingga kaki.

Warga India menghormati sapi dengan memeluknya serta bermeditasi di hadapannya untuk menyerap 'energi positif' sebagai simbol kesucian umat Hindu.

Setelah badan telah dilumuri kotoran sapi, mereka akan membilasnya dengan susu sapi atau buttermilk.

Baca Juga: Mencoba Mindfulness, Meditasi untuk Mengeluarkan Pikiran Negatif

3. Digunakan untuk Pengobatan COVID-19

E1IOyNzXsAEqc4T.jpg
Foto: E1IOyNzXsAEqc4T.jpg (Reuters/Amit Dave)

Foto: Reuters/Amit Dave

Melansir dari Independent, lebih dari 5.000 sapi yang digunakan untuk terapi penangkal COVID-19.

Terapi kotoran sapi ini dijalankan di tempat penampungan sapi yang dikelola oleh kepercayaan Rajaram Gaushala Ashram di Desa Tetoda, India.

Ini juga merupakan salah satu tempat isolasi COVID-19 dan memanfaatkan produk sapi untuk perawatan COVID-19 di Desa Gujarat.

Pusat Isolasi Covid Ayurveda Vedalakshana Panchagavya merawat pasien COVID-19 dengan obat-obatan yang terbuat dari air seni sapi, kotoran, susu, ghee (mentega), dan dadih.

Namun, perawatan dengan produk sapi adalah tindakan opsional bagi pasien yang juga dirawat oleh dokter dan perawat untuk pengobatan konvensional.

4. Pendapat Ahli Merujuk 'Tren' Kotoran Sapi

Masyarakat India Lumuri Badan dengan Kotoran Sapi.jpg
Foto: Masyarakat India Lumuri Badan dengan Kotoran Sapi.jpg

Foto: Business Insider

Benarkah kotoran sapi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan imunitas tubuh?

Melansir dari Reuters, para dokter di India telah memperingatkan praktik penggunaan kotoran sapi dalam menangkal COVID-19. Para ahli mengatakan tidak ada bukti ilmiah dalam efektivitas menangkal COVID-19 dan justru berisiko menyebarkan penyakit lain.

"Tidak ada bukti ilmiah yang konkrit bahwa kotoran sapi atau urin berfungsi untuk meningkatkan kekebalan terhadap Covid-19, itu sepenuhnya didasarkan pada kepercayaan, "kata Dr JA Jayalal, presiden nasional di Indian Medical Association.

Justru adanya risiko kesehatan yang terlibat dalam mengolesi kotoran sapi atau mengonsumsinya, hingga menyebarkan penyakit berbahaya dari hewan ke manusia.

Ramai orang berbondong-bondong mengikuti tren ini, malah berisiko meningkatkan kasus positif karena melibatkan banyak orang untuk berkerumun.

Meski para ahli telah melarang terapi kotoran sapi ini, masih banyak warga yang nekat untuk mencobanya.

Baca Juga: Banyak Pemudik 'Lolos' Hingga Kasus Positif Makin Naik, Potensi Fase Kedua COVID-19 di Indonesia?

5. Bahaya Kotoran Sapi untuk Kesehatan

Ini Alasan Ahli Larang Pakai Kotoran Sapi.jpg
Foto: Ini Alasan Ahli Larang Pakai Kotoran Sapi.jpg

Foto: Telegraph India

Selain untuk penangkal COVID-19, kotoran sapi telah lama digunakan di India untuk bahan bakar memasak.

Melansir Deccan Herald, kotoran sapi sebagai alat bakar memasak, dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Menurut pakar kesehatan, asap yang dikeluarkan dalam proses pembakaran mengandung gas berbahaya untuk tubuh.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Jadavpur menunjukkan bahwa penduduk desa di dataran Gangga, Meghana dan Brahmaputra terpapar asap yang mengandung gas berbahaya setiap harinya dari olahan kotoran sapi ini.

Lebih dari 25 persen arsenik dalam asap kotoran sapi dapat diserap oleh saluran pernapasan dan ini menyebabkan kanker paru-paru dan penyakit lainnya.

Banyaknya berbagai alternatif kesehatan untuk pengobatan COVID-19, sebaiknya Moms harus lebih teliti untuk mencobanya ya.

Sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum melakukan berbagai terapi kesehatan untuk penyembuhan COVID-19 ya, Moms.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.