15 Februari 2018

Ingin Punya Anak Kembar? Ini 7 Cara Meningkatkan Peluang Hamil Bayi Kembar Secara Alami

Bagaimana agar bisa hamil anak kembar? Inilah cara alami yang bisa Moms coba.

Punya bayi kembar? Hmm, membayangkan saja sepertinya repot, ya, Moms mengasuh dua atau bahkan tiga bayi sekaligus! Saking sibuknya, mungkin Moms sampai tak memiliki kesempatan untuk istirahat.

Eh, tapi kalau dipikir-pikir, enaknya punya bayi kembar, Moms tak perlu “repot” sampai hamil berkali-kali, lo. Hamilnya sekali, tapi langsung punya dua bayi. Ya, ibarat pepatah: sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui.

Bagaimana sih konsep kehamilan kembar itu? Kehamilan kembar terbentuk jika saat ovulasi sel telur yang keluar lebih dari satu (dua) dan pada saat itu terjadi pembuahan oleh sel sperma pada masing-masing sel telur tersebut.

Nah, meski ada keinginan untuk punya anak kembar, namun tak semua perempuan bisa hamil dan melahirkan jabang bayi yang kembar. Umumnya seseorang berpeluang mendapatkan anak kembar hanya sekitar 3%. Sedikit sekali, ya?

Selain itu, konon orang Asia dan Hispanik relatif memiliki kesempatan yang rendah untuk memililki anak kembar bila dibandingkan orang Afrika dan Eropa.

Ternyata postur tubuh yang tinggi dan memiliki kecukupuan gizi atau orang yang berlebihan berat badan lebih berpeluang hamil kembar ketimbang wanita yang kurus keturunan Asia dan tanpa memiliki riwayat kembar dalam keluarganya.

Seperti kita tahu, peluang kehamilan kembar biasanya meningkat bila ada riwayat keluarga yang kembar, terutama dari keluarga ibu. Contohnya, bila ibu atau saudara sepupu ada yang kembar.

Bahkan, wanita yang pernah mengalami kehamilan kembar, berpeluang 4 kali lipat hamil kembar lagi dibandingkan wanita yang belum pernah hamil atau wanita yang baru memiliki satu momongan.

Meski begitu, selain faktor genetik atau ada keturunan kembar, sebenarnya ada beberapa hal yang bisa Moms coba untuk meningkatkan peluang kehamilan kembar. Apa sajakah itu? Yuk, simak beberapa poin berikut:

1. Hentikan Konsumsi Pil KB

Mungkin belum banyak tahu bahwa berhenti mengonsumsi pil KB dapat membantu meningkatkan peluang kehamilan kembar. Kok bisa?

Begini ceritanya. Ketika Moms berhenti minum pil KB, tubuh akan bekerja keras untuk mengatur kembali hormon-hormon dan bahkan dengan kadar yang lebih tinggi dari kondisi biasanya.

Nah, pada bulan pertama atau kedua usai berhenti minum pil KB inilah produksi ovarium akan dipacu dan terkadang melepaskan dua butir sel telur. Maka peluang hamil kembar pun meningkat.

2. Konsumsi Asam Folat

Suplemen asam folat dinilai mampu meningkatkan peluang untuk hamil kembar. Asam folat memang direkomendasikan karena banyak manfaatnya, salah satunya mencegah bayi cacat lahir.

Namun perhatikan, bukan berarti peluang hamil kembar meningkat, Moms mengonsumsi asam folat sebanyak-banyak. Pastikan bahwa asam folat tak boleh dikonsumsi lebih dari 1000 mg per hari.

3. Konsumsi Ubi-Ubian

Sebuah riset menunjukkan, konsumsi ubi jalar, singkong dan jenis ubi lainnya dapat meningkatkan peluang kehamilan kembar.

Kulit ubi-ubian disinyalir mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan hyperovulation, yaitu pelepasan sel telur lebih dari satu selama ovulasi.

Fakta menunjukkan, angka kelahiran kembar suku Afrika sebanyak 4 kali lipat dari rata-rata secara global karena ternyata mereka suka makan ubi liar atau singkong (cassava).

4. Konsumsi Susu

Riset lain yang dilakukan oleh seorang spesialis kesuburan juga menyatakan, konsumsi susu atau produk olahan susu seperti keju, yogurt dan sebagainya secara rutin membuka peluang kehamilan kembar sebanyak 5 kali lebih besar dibandingkan wanita hamil yang tak mengonsumsi susu.

Konon, unsur IGF (Insulin-like Growth Factor) yang diproduksi di hati sapi yang mendasari hal ini.

Baca Juga : 14 Gejala Hamil Anak Kembar

5. Terus Menyusui Usai Melahirkan

Berbagai riset menyatakan, kejadian kehamilan kembar meningkat pada wanita yang hamil lagi selama proses menyusui bayi. Penelitian lain menyebutkan, wanita yang hamil saat menyusui ternyata sembilan kali lebih berpeluang hamil kembar dibandingkan wanita yang tidak sedang menyusui pada saat pembuahan terjadi.

Ya, selama ini menyusui dianggap sebagai metode kontrasepsi alami karena mengandung prolaktin tinggi. Nah, usai 6 bulan melahirkan, secara bertahap siklus haid akan normal kembali.

Inilah momen tepat untuk ‘membuat’ anak kembar. Kenapa? Pasalnya, wanita yang masih terus menyusui berpeluang lebih tinggi untuk hamil bayi kembar karena saat ovulasi terjadi pelepasan beberapa telur.

6. Pernah Beberapa Kali Hamil

Wanita yang sebelumnya pernah hamil, setidaknya 4 atau lebih, konon memiliki kesempatan untuk hamil anak kembar. Artinya, kemungkinan hamil bayi kembar makin meningkat seiring seringnya kehamilan yang dialami.

7. Hamil di Usia yang Lebih Tua

Wanita yang hamil di usia tua atau di atas usia 35 tahun memang relatif lebih sulit untuk hamil. Akan tetapi, di usia ini justru kemungkinan lebih besar mendapatkan kehamilan kembar, dibandingkan hamil di usia muda. Alasannya, pada wanita yang berusia lebih tua, pada saat ovulasi tubuh cenderung melepaskan sel telur lebih dari satu.

Diperkirakan, hamil kembar pada usia 40 tahun meningkat sekitar 7% dan pada usia 45 tahun sekitar 17%. Meski begitu, kehamilan di usia tua ini berisiko tinggi mengalami masalah saat kehamilan dan persalinan. Karena itu, perlu dikonsultasikan terlebih dulu dengan dokter ahli.

Terakhir, jangan lupa untuk selalu berdoa pada Maha Pencipta. Nah, bagaimana Moms, sudah siap hamil kembar?

(HIL)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.