26 Juli 2019

Ini Alasan Mengapa Harus Mematikan TV saat Bersama Balita

Dengan suara bising TV, balita lebih susah berkonsentrasi

Televisi menjadi salah satu media sarana hiburan yang paling banyak digunakan di rumah. Si Kecil pun mungkin sudah sangat terbiasa dengan televsi. Tapi, tahukah Moms? Suara bising yang ditimbulkan televisi ternyata punya dampak pada perkembangan Si Kecil, terutama yang berusia di bawah 18 bulan.

David Hill, MD, FAAP, Dokter Anak di Goldsboro Pediatrics dan dosen di University of North Carolina School of Medicine mengatakan, banyak orang tua yang sering kaget saat dia menjelaskan kenyataan tersebut. Mengingat di usia itu, sudah banyak balita yang terpapar televisi.

Menurut Hill, diperlukan sekitar 18 bulan bagi otak bayi untuk berkembang ke titik di mana simbol-simbol pada layar muncul untuk mewakili padanannya di dunia nyata.

Hill melanjutkan, melihat layar sebelum usia 18 bulan memiliki efek negatif yang bertahan lama pada perkembangan bahasa anak-anak, keterampilan membaca, dan memori jangka pendek.

"Ini juga berkontribusi pada masalah tidur dan perhatian," ungkap dia seperti dikutip dari Healthychildren.org.

Midak mematikan TV dan membiarkannya menyala sebagai latar belakang, bahkan jika tidak ada yang menontonnya, sudah cukup untuk menunda pengembangan bahasa. Biasanya orang tua berbicara sekitar 940 kata per jam ketika anak balita ada. Dengan televisi menyala, jumlah itu turun jadi hanya 770!

"Lebih sedikit kata berarti lebih sedikit belajar untuk anak-anak kita," kata Hill.

Baca Juga: Berapa Lama Durasi Anak Menonton TV?

Bagaimana TV Menghambat Perkembangan Balita?

tv bayi 1.jpg
Foto: tv bayi 1.jpg

Banyak orang yang sengaja tidak mematikan TV untuk tahu apa yang terjadi di dunia luar atau sekadar memberikan rasa ramai di rumah. Padahal, semua kebisingan yang berasal dari TV mungkin memiliki efek negatif yang tidak terduga pada kemampuan balita untuk belajar.

Sebuah studi dalam Child Development yang diterbitkan Wile online Library menemukan bahwa kebisingan yang dipancarkan oleh televisi dapat menghambat kemampuan balita untuk belajar.

Mereka mengamati dua kelompok anak-anak, balita berusia 22 hingga 24 bulan dan balita yang sedikit lebih tua, antara 28 dan 30 bulan. Hasilnya, balita dapat belajar lebih baik ketika kebisingan latar belakang lebih rendah.

Kebisingan diukur dalam desibel dan tidak mengherankan, semakin rendah rasio signal-to-noise, semakin mudah bagi balita untuk belajar.

Peneliti meminta balita untuk memberi nama objek baru yang belum pernah mereka lihat sebelumnya, menguji kemampuan mereka untuk tidak hanya mempelajari objek baru, dan berhasil mempertahankan nama objek itu ke memori, tetapi kemudian untuk benar-benar mengatakannya.

Kedua kelompok balita dapat mengatakan label objek ketika orang yang mengatakan nama itu 10 desibel lebih keras daripada kebisingan latar belakang. Namun, ketika rasio signal-to-noise adalah 5, mereka kehilangan kemampuan untuk dapat menyebutkan nama objek.

Satu-satunya cara agar balita yang lebih tua dapat menamai objek dengan rasio kebisingan latar belakang yang tinggi adalah jika mereka mendengar kata yang diperkenalkan pertama kali tanpa kebisingan latar belakang.

Baca Juga: Jangan Menaruh TV di Kamar Anak, Ini 5 Alasannya!

Balita Lebih Sulit Berkonsentrasi saat TV Menyala

tv bayi 2.jpg
Foto: tv bayi 2.jpg

Pada dasarnya, penelitian ini menunjukkan bahwa tidak hanya lebih sulit bagi balita untuk berkonsentrasi pada keterampilan yang diajarkan kepada mereka ketika ada banyak suara latar belakang dari TV menyala, tetapi suara itu benar-benar merusak kemampuan mereka untuk belajar, terutama keterampilan bahasa.

Seperti halnya sulit bagi orang dewasa untuk fokus atau berkonsentrasi saat mendengar seseorang berbicara atau mempelajari tugas baru jika ada suara berisik di latar belakang, itu juga sulit untuk balita.

Telinga balita mungkin bahkan lebih sensitif terhadap tingkat kebisingan juga, jadi penting bagi orang tua dan pengasuh untuk menyadari seberapa besar kebisingan latar belakang yang "tidak berbahaya" dari TV.

Balita akan lebih mudah berkonsentrasi saat Moms mematikan TV.

Matikan TV saat Tidak Digunakan

tv bayi 3.jpeg
Foto: tv bayi 3.jpeg

Jadi, apakah ini berarti Moms harus mematikan TV setiap saat dari rumah? Belum tentu. Meskipun American Academy of Pediatrics tidak merekomendasikan membatasi screen time secara umum dengan balita, itu tergantung pada setiap keluarga untuk memutuskan jenis media apa yang sesuai untuk keluarga mereka.

Orang tua yang menonton berita pagi sambil menikmati sarapan mungkin bukan penyebab utama kondisi tersebut, tetapi aturan praktis yang baik adalah mematikan TV atau layar lain yang mengeluarkan suara latar saat mereka sedang tidak digunakan. Terutama saat orang tua ingin mengajarkan sesuatu pada Si Kecil.

Baca Juga: 4 Cara Menjelaskan Pada Anak Soal Kerusuhan di TV

Ternyata, menyalakan TV sebagai latar belakang tidak baik untuk perkembangan Si Kecil. Jadi Moms, kalau tidak terlalu penting, lebih baik matikan saja ya TV-nya!

(TPW)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.