19 Agustus 2018

Ini Cara Memaksimalkan Motorik Kasar Bayi

Berikut stimulasi motorik kasar si kecil sesuai usianya

Ada empat area penting yang perlu diperhatikan orang tua sehubungan dengan perkembangan kecerdasan anak, yakni kecerdasan intelektual, kecerdasan motorik, kecerdasan komunikasi, dan kecerdasan emosional. Keempatnya harus bisa berkembang beriringan sehingga perkembangan kecerdasan anak berjalan secara maksimal.

Rangsangan yang tepat menjadikan keempat area kecerdasan tersebut tumbuh secara maksimal. Melalui artikel ini, Moms bisa mengetahui cara memberi rangsangan yang tepat bagi kecerdasan motorik kasar bayi anak 0-12 bulan.

Motorik kasar merupakan gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar – sebagian besar atau seluruh anggota tubuh – yang dipengaruhi oleh berat badan, usia, dan perkembangan fisik. Contoh kemampuan motorik kasar yakni menendang. Berikut stimulasi motorik kasar si kecil sesuai usianya:

Bayi 0-3 Bulan

Bayi belum mampu menopang kepalanya sendiri hingga berusia sekitar 3 bulan. Setelah otot lehernya kuat, maka bayi akan mampu melakukan ‘mini push-up’, mengangkat kepala serta dada dari lantai.

Stimulasi:

  • Letakkan si kecil dengan posisi tengkurap. Lakukan beberapa kali untuk membiarkannya berlatih.
  • Ajak si kecil mengangkat kepalanya. Misalnya dengan menempatkan mainan di depannya, lebih tinggi dari posisi wajahnya sambil memanggil namanya.
  • Belai kepala hingga leher belakangnya, sehingga si kecil mulai tertarik mengangkat kepalanya.
  • Baringkan si kecil dalam posisi terlentang dan bantu si kecil membalikkan tubuhnya.
Baca Juga: 5 Stimulasi untuk Memperkuat Leher Bayi 

Bayi 4-6 Bulan

Di usia 4 hingga 6 bulan, umumnya bayi sudah bisa memiringkan badannya sendiri ke sisi kanan dan kiri tubuh, tengkurap, menggulingkan badan, menggunakan tangan untuk menopang diri sambil duduk, dan menggunakan kedua tangan untuk mengeksplorasi mainan.

Stimulasi:

  • Bunyikan mainan di atas kepala si kecil. Kemudian pindahkan mainan tesebut secara perlahan ke salah satu sisinya. Ini akan merangsang si kecil untuk memiringkan kemudian menggulingkan badan.
  • Baringkan dengan posisi tengkurap dan bunyikan mainan dari atas atau depan sehingga si kecil mengangkat kepalanya. Aktivitas ini sangat berguna melatih otot lehernya.
  • Di usia 6 bulan, bayi belum bisa duduk sendiri. Namun, Moms sudah bisa mulai memposisikannya untuk duduk saat diletakkan di kereta bayi atau digendong.
  • Dudukkan pada kursi tinggi untuk merangsangnya belajar duduk sendiri.
Baca Juga: 3 Mainan Bayi yang Merangsang Tumbuh Kembang

Bayi 7-9 Bulan

Si kecil yang usianya sudah mencapai 7 hingga 9 bulan sudah bisa duduk dan meraih mainannya sendiri tanpa jatuh, merangkak, dan berdiri. Si kecil juga menggunakan kedua tangannya untuk mengeksplorasi mainan, seperti mengambil benda kecil menggunakan ibu jari dan jari-jari.

Stimulasi:

  • Letakkan cermin di depan si kecil. Biarkan si kecil melakukan gerakan mengangkat, menurunkan bokong serta punggungnya, dan juga menggoyangkankannya ke depan dan ke belakang.
  • Merangkaklah bersama si kecil untuk melatihnya menyeimbangkan tubuh.
  • Berdirikan si kecil di depan Moms untuk melatih otot-otot kakinya.

 

Bayi 10-12 Bulan

Pada usia ini, bayi sudah bisa mengangkat badannya untuk berdiri dan melangkah sendiri. Si kecil kemungkinan juga sudah bisa berjalan sendiri. Iapun dapat duduk tanpa dukungan di belakangnya dan memutar kepala tanpa kehilangan keseimbangan. Selain itu, si kecil mampu mempertahankan keseimbangan saat bertepuk tangan dan melempar benda yang dipegangnya.

Stimulasi:

  • Letakkan mainan di tempat yang bisa dijangkau si kecil dan pindahkan. Berikan semangat pada si kecil untuk menggapai benda tersebut.
  • Ajak si kecil untuk melakukan latihan berjalan di rumput atau taman.
  • Untuk melatih si kecil berjalan, pegang kedua tangannya dan beri semangat dengan memintanya mengayunkan kaki selangkah demi selangkah.
  • Pada usia 1 tahun (12 bulan), bayi sudah bisa berjalan sendiri tanpa harus dituntun atau dipegang. Namun, jika si kecil belum bisa, terus berikan rangsangan untuk membuatnya bisa berjalan sendiri.

 

Sudah siap memberikan stimulasi untuk motorik kasar bayi menggunakan beberapa panduan di atas?

Baca Juga: Tingkatkan Skill Motorik Si Kecil dengan 5 Aktivitas Ini

(RGW)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.