14 Februari 2018

Ini Cara Mengarahkan Bakat dan Minat Anak untuk Meraih Cita-cita

Yuk, dukung keinginan si kecil!

Cita-cita anak masih sering berubah-ubah. Hari ini dia bilang ingin jadi pilot, bulan depan ia mungkin bercita-cita jadi dokter. Wajar saja, sebab anak-anak belum bisa membayangkan masa depan secara riil.

Faktor utama yang memengaruhi anak menjawab pertanyaan tentang cita-cita adalah lingkungan. Jika ia sering melihat pesawat, maka tidak heran jika anak ingin menjadi pilot. Atau kalau ayahnya seorang fotografer, tidak usah bingung jika anak bercita-cita menjadi juru potret juga. Apapun itu, selama positif, Moms bertanggung jawab membantu anak meraih cita-cita. Ini caranya:

Persiapan dan pengenalan bakat

Kenali bakat anak sejak dini, apakah dia punya talenta menyanyi, olahraga, atau menggambar. Kemudian, Moms bisa mengarahkan bakat tersebut dengan memberikan anak pendidikan ekstra seperti kegiatan ekstrakurikuler atau les. Jangan memaksakan keinginan Moms, sebab yang akan menjalankannya adalah si kecil. Moms sebagai supporter utama cukup menyediakan fasilitas yang dibutuhkan. Berikan ruang gerak dan kebebasan memilih kepada anak.

Bagaimana jika anak memiliki cita-cita yang tidak nyata, misalnya menjadi robot? Bagi anak, menjadi pahlawan super itu keren. Namun, Moms bisa memberi pengertian kepada anak bahwa akan lebih keren jika anak bisa membuat robot. Seiring berjalannya waktu, anak akan menyadari bahwa menjadi robot bukanlah cita-cita yang sebenarnya ia inginkan.

Libatkan anak pada minatnya

Jika anak ingin menjadi penari, sesekali ajaklah mereka menonton pementasan tari. Ikutkan juga ia ke dalam lomba, agar anak dapat melihat kompetisi yang terjadi di dalamnya. Jika anak merasa menjadi penari adalah hal yang benar-benar dia inginkan, percayalah, anak akan berusaha sekuat tenaga menunjukannya kepada Moms.

Ketertarikan bisa juga muncul karena mood. Di sinilah peran Moms dibutuhkan. Misalnya, meski Moms tahu si kecil tidak suka olahraga, sesekali ajak anak menonton pertandingan olahraga. Minatnya terhadap olahraga bisa jadi akan muncul belakangan.

Perluas wawasan

Dulu, orang biasanya mengaitkan kesuksesan dengan orang yang bekerja di perusahaan hebat dalam kurun waktu lama dan punya gaji besar. Sementara itu, profesi seperti pelukis atau pemusik hanyalah pekerjaan main-main. Pemikiran semacam ini sudah kuno! Menjadi orang besar di sebuah perusahaan yang bisa menggaji dan menyejahterakan banyak orang nilainya lebih tinggi, lho. Karena itu, perluaslah pemikiran dan wawasan Moms bahwa zaman sekarang sudah modern, bukan zaman kolot lagi.

Jadi mulai sekarang, setelah mengetahui cita-cita anak, bantulah ia menggapai cita-cita tersebut dengan mengarahkan bakat dan minat anak. Ngomong-ngomong, apa cita-cita si kecil, Ma?

(Farah Veraniza)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.