Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Rupa-rupa | Jun 24, 2018

Inspiratif! 6 Bidan Indonesia Ini Memiliki Kisah Perjuangan yang Mengagumkan

Bagikan


Bidan memang merupakan salah satu profesi yang mulia. Entah sudah berapa nyawa yang dilahirkan dengan selamat ke dunia ini oleh tangan-tangan bidan.

Bukan hanya membantu persalinan, bidan juga punya tugas untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan ibu selama menjalani kehamilan.

Bidan punya andil dalam memastikan bahwa anak-anak yang dilahirkan itu mendapatkan perawatan terbaik dan akses kesehatan yang mumpuni.

Di desa dan daerah pelosok, bidan punya tugas yang lebih banyak lagi, lho. Bidan betul-betul menjadi sosok yang dicari masyarakat saat menghadapi masalah kesehatan.

Bukan hanya untuk urusan persalinan, bidan di desa juga kerap menangani berbagai keluhan penyakit dari masyarakat, sehingga tugasnya jadi mirip seperti dokter.

Enam bidan Indonesia ini punya kisah yang betul-betul menggugah dan inspiratif. Seperti apa kisah mereka menjalani profesinya dengan sepenuh hati? Cari tahu yuk Moms!

1. Eros Rosita

foto: netralnews.com

Perjuangan Eros Rosita sebagai bidan masyarakat Baduy betul-betul berat. Untuk bisa menyelamatkan nyawa ibu dan bayi, Eros harus meyakinkan, memberi pengertian, dan mengajak masyarakat untuk memahami arti kesehatan ibu dan anak, terutama pelayanan kesehatan dan keluarga berencana.

Eros juga tidak ragu untuk berkeliling permukiman suku Baduy untuk melakukan pemeriksaan kepada para ibu hamil.

Eros yang awalnya mendapat tentangan, kini sudah mulai merasakan hasil dari perjuangannya untuk menembus ketertutupan suku Baduy, apalagi sudah ada beberapa ibu yang datang untuk bersalin di fasilitas kesehatan.

2. Rosalinda Delin

foto: kresnobagus.blogspot.com

Rosalinda Delin punya dedikasi tinggi untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Kegigihannya untuk mengubah budaya hasai hai, panggang api ibu dan bayi baru lahir, di Belu, Nusa Tenggara Timur, patut diacungi jempol.

Rosalinda coba mengubah tradisi yang terlanjur melekat di masyarakat secara turun temurun itu dengan memberikan pemahaman akan bahaya tradisi tersebut.

Rosalinda menunjukkan simulasi sederhana bagaimana pengasapan ibu dan bayi dapat menimbulkan efek dehidrasi.

Ia menggunakan ikan dan arang untuk menggambarkan kondisi ibu dan bayi yang sedang di-‘panggang’ dalam tradisi hasai hai.

Tidak hanya menunjukkan bahwa tradisi tersebut berbahaya, Rosalinda juga mengusulkan untuk memberikan selimut kepada ibu dan bayi untuk memberikan kehangatan.

Cara-cara kreatif itulah yang membuat masyarakat mulai sadar bahwa tradisi pengasapan dapat memperburuk kesehatan ibu dan bayi. Kini, budaya hasai hai mulai terkikis secara perlahan.

Baca Juga: Mengenal Doula dan Perannya dalam Persalinan

3. Robin Lim

foto: netz.id

Nama Robin Lim atau yang akrab disapa Ibu Robin sudah tidak asing lagi di telinga. Melalui Yayasan Bumi Sehat, Ibu Robin sudah membantu banyak ibu melahirkan anak-anak mereka. Mulai dari ibu yang tidak mampu hingga kalangan artis sempat ditangani oleh Ibu Robin.

Kisah Ibu Robin berawal dari pengalamannya melahirkan anak kelima di Bali dan kenyataan bahwa masih banyak ibu melahirkan meninggal di sana.

Ia ingin berbuat sesuatu untuk membantu warga di sana bisa melahirkan dengan nyaman, aman, dan selamat.

Ia juga tidak mematok tarif untuk jasa yang diberikannya kepada para ibu di sana. Berkat jasa tersebut, perempuan berkebangsaan Amerika Serikat ini terpilih menjadi CNN Hero of The Year pada 2011.

4. Butet Boru Nasution

foto: detik.com

Butet Boru Nasution mengabdi di Desa Menaming, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Huu (Rohul), Riau.

Lima tahun menjalani profesi tersebut, tidak sepeserpun Butet mendapatkan honor dari pemerintah.

Sejak 2013, Butet memang mendapat kepercayaan untuk mengelola dua posyandu di desa tersebut.

Status tenaga sukarela (TKS) tidak membuat Butet patah semangat, ia tetap memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat yang membutuhkan bantuannya.

Berkat kegigihannya, salah satu posyandu yang dikelolanya, Posyandu Kasih Bunda, terpilih sebagai salah satu posyandu terbaik di Riau.

5. Witnowati

foto: jawaban.com

Witnowati atau yang akrab disapa Wiwied berasal dari keluarga tidak mampu yang tinggal di daerah Cipatujah, Tasikmalaya. Jangankan untuk menjadi bidan, mimpi bersekolah saja sulit bagi Wiwied kala itu.

Nasib Wiwied mulai berubah saat dirinya terpilih menjadi anak asuh SOS Kinderdorf di Lembang, Bandung Barat.

Saat itu, Wiwied yang berusia 8 tahun tinggal bersama orang tua asuh dan anak-anak lainnya. Setelah menamatkan SMA, Wiwied melanjutkan sekolah dengan mengambil pendidikan bidan.

Sebagai bidan, Wiwied sempat bekerja di berbagai daerah, termasuk Kalimantan, sebelum akhirnya kembali ke Lembang untuk membuka praktik.

Bersama suaminya, ia menyewa sebuah garasi kosong dengan satu kamar. Garasi digunakan sebagai tempat praktik dan kamar untuk mereka tinggali.

Setelah jumlah pasien Wiwied semakin banyak, ia memutuskan menggunakan seluruh tabungannya untuk membeli tanah seluas 1.000 meter persegi.

Di tanah tersebut, Wiwied mendirikan klinik bersalin dan perawatan ibu hamil yang menjadi klinik bersalin pertama di daerah tersebut.

Atas dedikasinya, Wiwied dianugerahi penghargaan dari yayasan Hermann Gmeiner, yayasan yang menaungi SOS Kinderdorf, dan berhak atas hadiah uang sebesar 15 ribu Euro atau sekitar Rp 180 juta. Uang tersebut digunakan Wiwied untuk mengembangkan kliniknya.

Baca Juga: 10 Cara Mengurangi Kecemasan Menjelang Persalinan

6. Siwi Lestari

foto: pacitanku.com

Sebagai seorang bidan, sosok Siwi Lestari memang patut diacungi jempol. Wanita ini berhasil menginspirasi masyarakat sekitar dengan tiga program unggulan di Puskesmas Ngadirejo Pacitan tempatnya bertugas.

Tiga program tersebut adalah JAMINI Berburu ASI (Jaga Ibu Hamil dari Anemia) dan Berburu ASI, Lumbung Posyandu, dan SMS Group JAMINI bekerja sama dengan Kominfo Pacitan.

Berbagai upaya dilakukannya untuk bisa membuat para ibu hamil bebas anemia dan para bayi baru lahir bisa mendapatkan ASI.

Berkat program-programnya itu, Siwi terpilih menjadi salah satu tenaga kesehatan nasional 2016 silam.

Itulah enam bidan yang kisahnya bisa jadi inspirasi untuk kita semua. Menurut Moms, kisah mana yang paling inspiratif? Share yuk!

(AND)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.