31 Januari 2020

Jaga Kebersihan Area Kewanitaan, Ketahui Jenis Pembersih yang Tepat

Jaga organ intim tetap sehat dan segar

Tentunya, menjaga kesehatan area kewanitaan itu hal yang penting. Dengan merawat tubuh secara teratur, dapat membantu menjaga area kewanitaan juga dalam kondisi yang baik. Beberapa caranya dengan rajin membersihkan dan melakukan gaya hidup sehat.

"Secara umum, kesehatan vagina yang baik dipertahankan dengan memastikan Anda memiliki kesehatan umum yang baik. Ini termasuk diet sehat dan olahraga,” jelas Dr .Suzy Elneil, konsultan uroginekologi di University College Hospital, London, dan juru bicara Wellbeing of Women, mengutip National Health Service.

National Health Service juga menyebutkan, bakteri vagina baik yaitu lactobacilli yang menjaga keseimbangan pH vagina pada tingkat rendah-normal (kurang dari pH 4,5). Bakteri ini bisa mencegah pertumbuhan organisme lain.

Bila keseimbangan bakteri sehat pada vagina ini terganggu, dapat menyebabkan infeksi seperti vaginosis bakteri atau thrush, yang menimbulkan gejala seperti gatal, iritasi dan keputihan yang tidak normal.

Menurut American Sexual Health Association, ada banyak hal yang menyebabkan pertumbuhan bakteri tidak seimbang. Diantaranya adalah penggunaan antibiotik, douching, pemakaian celana ketat, produk untuk vagina (pelumas, alat kontrasepsi), dan kehamilan.

Baca Juga: Vagina Nyeri Saat Keputihan, Apa Penyebabnya?

Penyebab Keputihan pada Area Kewanitaan

sabun kewanitaan.jpg
Foto: sabun kewanitaan.jpg (Avawomen.com)

Foto: Orami Photo Stock

Keputihan di area kewanitaan adalah hal yang normal terjadi, sebagai cara tubuh untuk mempertahankan vagina yang sehat.

"Dinding vagina dan leher rahim mengandung kelenjar yang menghasilkan sedikit cairan yang membantu menjaga kebersihan vagina. Cairan normal ini biasanya tipis, bening atau putih susu dan tidak berbau," jelas Melissa Conrad Stöppler, MD, ahli patologi anatomi bersertifikasi mengutip MedicineNet.

Tetapi, keputihan bisa mengkhawatirkan jika keseimbangan normal bakteri sehat di vagina terganggu. Berikut ini penyebab keputihan yang membutuhkan konsultasi ke dokter:

  • Vaginitis atrofi
  • Polip serviks
  • Servisitis
  • Adanya benda asing
  • Pertumbuhan bakteri berlebih di vagina
  • Bahan kimia dalam deterjen, pelembut, salep, krim, dan busa kontrasepsi, yang dapat mengiritasi kulit di sekitar vagina

Mengutip Healthline, risiko terjadi keputihan yang normal seringkali meningkat pada kondisi dibawah ini:

  • Masa ovulasi
  • Masa menyusui
  • Meningkatnya gairah seksual. Keputihan ini merupakan cairan pelumasan yang dikeluarkan oleh vagina
  • Masa kehamilan (disebut leukorea)

Pentingnya Membersihkan Area Kewanitaan Setiap Hari

menjaga kesehatan organ kewanitaan-1
Foto: menjaga kesehatan organ kewanitaan-1 (Orami Photo Stocks)

Foto: Orami Photo Stock

Untuk mendukung kesehatan vagina secara menyeluruh, wanita dari segala usia perlu memerhatikan kebersihan area genitalia setiap harinya, salah satunya dengan menggunakan sabun pembersih kewanitaan.

Ini karena pembersihan dengan air dapat menyebabkan kulit kering dan memperberat rasa gatal.

Dalam jurnal SAGE Publications, disebutkan bahwa sabun kewanitaan perlu diformulasikan dengan hati-hati sebagai pembersihan ringan dan lembut, tanpa memengaruhi flora alami vagina.

Tak hanya itu, produk pembersih kewanitaan juga perlu dinilai secara klinis untuk memastikan dapat memberikan manfaat antimikroba dan kesehatan lainnya, tanpa berdampak negatif terhadap mikrobiota vulvovaginal alami.

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan vagina:

  • Menggunakan produk pembersih kewanitaan yang memiliki kandungan hypoallergenic dengan kandungan deterjen rendah
  • Memiliki pH seimbang sesuai dengan kelembapan alami area kewanitaan (pH 4.2 - 5.6) *Chen Y, et al, Women's Health. 2017;13: 1-10
  • Disarankan mandi dengan shower dibandingkan berendam.
  • Vulva cukup dibersihkan sekali sehari, terlalu sering melakukannya dapat memperberat gejala (misalnya dermatitis kontak).
  • Penggunaan pelembap bisa membantu terhindari dari vagina kering.
  • Hindari penggunaan sabun, sabun cair, bahan penggosok/scrubs, sabun busa, deodoran, tisu basah, ataupun douche pada vulva.
  • Hindari penggunaan antiseptik (bentuk krim ataupun diambahkan ke air mandi) pada area vulva.

Baca Juga: 7 Makanan Ini Tidak Baik untuk Vagina, Lebih Baik Hindari Ya!

Jenis Produk Pembersih yang Sebaiknya Dihindari

menjaga kesehatan organ kewanitaan-2
Foto: menjaga kesehatan organ kewanitaan-2

Foto: Orami Photo Stock

Ada produk kewanitaan yang disarankan untuk tidak digunakan dalam menjaga kesehatan area kewanitaan. Produk pembersih ini dapat merusak kulit apabila memiliki hal-hal berikut:

  • Pembersih berbahan dasar sabun dengan pH tinggi, atau alkali dan lebih berpotensi menyebabkan iritasi.
  • Sabun biasa dapat mengiritasi kulit vulva dan vagina, sehingga produk pembersih kewanitaan harus diformulasi dan diuji secara spesifik pada area vulva untuk menjamin tidak terjadi iritasi atau alergi pada kulit.

Penting menjaga higienis area kewanitaan dengan memakai produk yang dirancang khusus dan diuji terhadap aspek hipoalergenik, pH seimbang, pembersih ringan, tidak bersifat iritan, mencegah kekeringan, dan memelihara keseimbangan mikroflora.

Baca Juga: 5 Makanan Yang Baik Untuk Kesehatan Vagina

Lactacyd Feminine Hygiene: Pembersih Area Kewanitaan yang Tepat

LFH_BC_150ml.png
Foto: LFH_BC_150ml.png (Siaran Pers)

Salah satu produk pembersih kewanitaan yang dapat digunakan adalah Lactacyd Feminine Hygiene, yang memberikan perlindungan dan menjaga kesehatan area kewanitaan.

Lactacyd Feminine Hygiene merupakan pembersih kewanitaan yang memiliki pH 3.5 - 4.5 sesuai dengan kelembapan alami area kewanitaan, sehingga tidak membuat area kewanitaan menjadi kering. Produk ini tersedia dalam ukuran 60ml, 150ml, dan 250ml.

Produk ini terbuat dari ekstrak susu alami sehingga area kewanitaan terasa nyaman dan tetap sehat sepanjang hari.

Selain itu, produk ini menjaga area kewanitaan dari iritasi dan rasa gatal. Kualitasnya juga semakin terjamin karena telah teruji secara dermatologi dan ginekologi, sehingga bisa digunakan setiap hari.

Lactacyd Feminine Hygiene dapat digunakan pada wanita usia produktif sebanyak 2 kali setiap hari saat mandi untuk hasil yang optimal, dan produk ini juga dapat digunakan untuk Ibu hamil.

Yuk, jaga kesehatan area kewanitaan dengan menggunakan Lactacyd Feminine Hygiene setiap hari!

ADV

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.