05 Oktober 2018

Jangan Didiamkan, 4 Tanda Ini Menunjukkan Suami Istri Perlu Konsultasi ke Seksolog

Jika dibiarkan terlalu lama bisa merusak pernikahan

Seperti kita tahu menjalani pernikahan bukanlah selalu mulus tanpa hambatan. Seiring bertambah usia pernikahan, Moms dan suami pun akan semakin belajar memahami satu sama lain, termasuk ketika menemukan masalah dan mencari penyelesaiannya.

Tentu saja ini hal yang sangat wajar Moms mengingat masalah bisa datang dari faktor apa saja, termasuk seks.

Sayangnya, masih banyak pasangan yang masih sungkan atau ragu membahas secara terang-terangan topik yang satu ini. Padahal, kita tahu salah satu sumber kebahagiaan saat sudah menjadi suami istri adalah saat bercinta.

Baca Juga : 5 Alasan Seks Tak Lagi Jadi Prioritas Pasangan Modern dan Solusinya

Maka dari itu, Moms harus lebih peka untuk urusan ini. Moms wajib tahu, dalam kondisi seperti apa suami istri wajib melibatkan seksolog karena jika dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi, masalah ini akan malah merusak hubungan pernikahan.

Nah, apa saja, sih, tanda-tanda yang harus diperhatikan agar suami istri mau berkonsultasi ke seksolog?

Berikut yang harus diperhatikan, Moms dan suami.

1. Mengalami Kekerasan

Indikator kepuasan seksualitas setiap laki-laki bisa berubah-ubah Moms. Seperti contoh, akhir-akhir ini suami sering sekali melakukan tindakan kekerasan saat berhubungan seks padahal sebelumnya tidak.

Nah, kalau sudah seperti ini Moms jangan sungkan untuk menghubungi pakar seks untuk menindaklanjutinya.

Jika dibiarkan ini akan menjadi kebiasaan yang akan menyiksa Moms setiap kali berhubungan seks.

Baca Juga : 7 Years Itch dalam Pernikahan, Cuma Mitos atau Benar-benar Ada?

2. Tidak Terangsang Sama Sekali

Sebenarnya ada banyak penyebab mengapa gairah seks menurun, tapi kalau sampai sama sekali suami atau bahkan sudah tidak memiliki ketertarikan untuk berhubungan seks, sudah dipastikan sedang ada masalah yang terjadi.

Saat ini terjadi sebaiknya ajak suami berkonsultasi dengan pakar seks.

3. Orgasme Palsu

Moms pasti setuju, orgasme adalah titik teratas kepuasan saat berhubungan seks.

Dan melihat pasangan yang merasa terpuaskan berarti kita memberikan yang terbaik. Tapi apa jadinya kalau ternyata orgasme tersebut ternyata hanya pura-pura?

Orgasme palsu seperti ini bisa terjadi karena beberapa hal. Antara lain karena sudah terlalu lelah atau memang merasa bosan.

Kalau setiap berhubungan seks Moms atau suami selalu melakukan orgasme palsu, coba konsultasikan dengan pakar seks.

Baca Juga : Agar Pernikahan Langgeng, Ikuti 5 Tips Komunikasi dengan Pasangan Seperti Ini

4. Selalu Mengkritik

Apakah Moms pernah dikritik oleh suami mengenai 'performance' di atas ranjang?

Jika kritiknya dengan cara yang baik tentu ini akan memudahkan Moms mengetahui dan berusaha melakukan apa keinginan suami.

Tapi, kalau terus menerus mengkritik apalagi dengan nada 'menyudutkan' pasti akan berdampak pada rasa percaya diri Moms.

Maka sebagai jalan tengah, akhiri kebiasaan tersebut dengan berkonsultasi pada seksolog. 

Mintalah anjuran sebaiknya bagaimana menyikapi pasangan yang seperti itu, apa ada terapi khusus untuk memenuhi kepuasan suami, dan hal-hal lain yang sebaiknya ditanyakan pada ahli yang kompeten.

Baca Juga : Rahasia Pasangan Suami Istri yang Selalu Bahagia

Jadi, ingat, ya, Moms jika mengalami satu di antara tanda di atas dan tak juga menemukan solusi bersama suami, tak ada salahnya serta tak perlu malu untuk pergi ke seksolog?

(LMF)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.