Pernikahan & Seks

PERNIKAHAN & SEKS
24 Februari 2019

Suami Tidak Bisa Memuaskan Istri, Apakah Perlu Mengonsumsi Viagra?

Meskipun aman, viagra memiliki efek samping lho
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (mentari.delita)
Disunting oleh (mentari.delita)

Foto: Nypost.com

Dalam sebuah hubungan seksual, tugas untuk memuaskan hubungan tentunya bukan hanya tugas seorang istri namun juga suami. Namun, seiring dengan bertambahnya usia, banyak pria yang mengeluhkan bahwa dirinya tidak selalu bisa memuaskan sang istri.

Hal tersebut dibenarkan Dr Thomas Jarret, Kepala Departemen Urulogi di George Washington University. Dikutip dari Abcnews.go.com, Dr Jarret mengatakan bahwa masalah disfungsi ereksi akan semakin banyak terjadi seiring dengan bertambahnya usia.

"Kebanyakan pria tidak mengalami disfungsi ereksi hingga mereka masuk usia paruh baya. Ketika memasuki usia 50-an atau 60-an, muncul beberapa penyakit yang meningkatkan risiko mereka terkena disfungsi ereksi, seperti diabetes dan jantung," tuturnya.

Viaga, lanjut Dr Jarrett kerap diresepkan oleh dokter untuk mengatasi disfungsi ereksi tersebut. Namun, ternyata sekitar 40-50 persen pasien yang diresepkan viagra tidak kembali untuk meminta viagra. Alasannya memang karena viagra punya efek samping yang cukup menggangu, seperti sakit kepala dan heartburn.

Tapi, apakah benar viagra betuk-betul dibutuhkan pria untuk bisa memuaskan istri mereka? Yuk simak ulasannya di bawah ini.

Mengenal Viagra dan Efek Sampingnya

vicare viagra va nhung dieu can biet body 3

Foto: Tieudungplus.vn

Viagra merupakan salah satu obat yang paling kontroversial dan banyak dibicarakan. Alasannya tentu karena obat ini sering dikonsumsi untuk mengobati disfungsi ereksi.

Viagra dapat bekerja dengan melemaskan otot-otot di dinding pembuluh darah di area tubuh tertentu. Dalam kebanyakan kasus, Viagra bekerja dengan baik dan telah mengubah kualitas hubungan seksual menjadi lebih baik.

Viagra dapat membantu pria yang tidak dapat mencapai atau mempertahankan ereksi karena disfungsi ereksi. Obat ini dapat meningkatkan respon ereksi ketika seorang pria sudah dirangsang secara seksual, tetapi tidak memberikan stimulasi seksual.

Jika tidak ada rangsangan seksual, viagra tidak akan berfungsi. Kemudian ketika stimulasi seksual terjadi, oksida nitrat dilepaskan oleh sistem saraf di jaringan ereksi penis.

Baca Juga: Berapa Kali Frekuensi Ideal Hubungan Seksual?

Apakah obat ini aman? Viagra awalnya dirancang untuk membantu menurunkan tekanan darah tetapi sekarang biasanya digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi. Bila digunakan dalam dosis yang sedang, umumnya obat ini aman dikonsumsi.

Hanya saja, terdapat beberapa efek samping yang dapat disebabkan karena Viagra seperti sakit kepala, hidung tersumbat, gangguan penglihatan, kepekaan terhadap cahaya, hingga gangguan pencernaan.

Sayangnya, bukan hanya efek sederhana saja yang bisa ditimbulkan. Ada beberapa efek besar yang mungkin disebabkan oleh Viagra, di antaranya ereksi yang menyakitkan dan bertahan lama, serangan jantung, hingga gangguan pendengaran mendadak lho Moms.

Viagra dapat menurunkan suplai darah ke saraf optik, sehingga menyebabkan kehilangan penglihatan mendadak. Kejadian buruk yang sangat jarang ini terjadi terutama pada orang dengan penyakit jantung, hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, atau masalah mata yang sudah ada sebelumnya. Hingga saat ini, hubungan antara kehilangan penglihatan dan Viagra belum diketahui.

Baca Juga: 5 Titik Sensitif Seksual Pria yang Wajib Diketahui

Sebaiknya Konsumsi Viagra atau Tidak?

viagra

Foto: Lloydpharmacy.com

Melihat adanya efek yang mungkin ditimbulkan dari konsumsi Viagra mungkin membuat pasangan bertanya-tanya apakah sebaiknya obat ini dikonsumsi atau tidak.

Viagra sebenarnya aman dikonsumsi bila sudah dikonsultasikan dengan dokter. Selain itu, sebenarnya sudah ada beberapa orang yang dianjurkan untuk tidak mengonsumsi Viagra, yakni

  • Orang-orang di donor oksida nitrat, nitrat, dan nitrit organic
  • Pria yang disarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual karena faktor risiko kardiovaskular
  • Penderita kerusakan hati yang parah
  • Penderita penyakit ginjal
  • Orang dengan dengan tekanan darah rendah
  • Orang yang baru saja mengalami serangan jantung atau stroke
  • Orang dengan kelainan retina degeneratif herediter

Dengan kata lain, sebenarnya penggunaan Viagra memang aman saja bagi mereka yang tidak tergolong pria dengan berbagai kriteria di atas. Namun sebaiknya memang sebelum mengonsumsinya, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter untuk mendapatkan dosis yang tepat.

Jika memang ada cara alami untuk bisa memuaskan istri, sebaiknya tidak menjadikan viagra ini sebagai pilihan utama. Coba dulu cara lain. Jika memang tidak berhasil, segera konsultasikan dengan dokter. Ingat, jangan dikonsumsi sembarangan ya.

(MDP)

 

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait