10 Mei 2023

Jerawat Batu: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Jerawat batu memang membuat kesal karena lebih sulit diatasi

Di Indonesia, dikenal istilah jerawat batu yang tampak berbeda dengan jenis jerawat lainnya.

Namun, nama ilmiahnya adalah cystic acne, jerawat berukuran besar yang diakibatkan oleh peradangan di sekitar area jerawat.

Jerawat ini bisa ditemui pada lelaki, perempuan, dan biasanya lebih banyak di kulit berminyak.

Jerawat batu terjadi akibat peradangan kuman penyebab jerawat. Kadang, semakin parah karena ada tambahan infeksi dari kuman lain.

"Mungkin akibat memegang jerawat atau memencetnya tanpa mencuci tangan,” kata Rachel Nazarian, dokter kulit asal Kota New York dan berpraktik di Schweiger Dermatology Group.

Banyak orang beranggapan bahwa jerawat batu sulit diatasi dengan akan membekas di wajah selamanya.

Namun, benarkah demikian? Mari simak penjelasan jerawat batu mulai dari gejala, penyebab, hingga cara menghilangkannya.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Maskara yang Bagus di Bawah 50 Ribu, Bikin Bulu Mata Cantik dan Lentik!

Gejala Jerawat Batu

Jerawat Batu
Foto: Jerawat Batu (Freepik.com/beststudio)

Jerawat batu ditandai dengan nodul yang tumbuh berlangsung lama dan nyeri pada area yang berjerawat seperti wajah, belakang leher, dada, dan punggung.

Ketika nodul atau benjolan ini akhirnya tersamarkan, biasanya meninggalkan bekas luka.

Bekas luka ini mungkin dapat menyebabkan jaringan parut atau bopeng yang lebih terlihat di lapisan kulit.

Biasanya, jerawat kistik ini lebih sering terjadi di sekitar area pipi.

Pada awalnya, jerawat batu akan berisi nanah, dan berkembang menjadi papula merah yang meradang (benjolan).

Dalam beberapa hari kemudian, jerawat setelah diobati berubah menjadi bintik-bintik merah muda.

Bekas jerawat batu akan lebih lama hilang dibandingkan jenis jerawat lainnya dalam perawatan.

Baca Juga: Jerawat di Dahi Meradang, Ini Penyebabnya

Penyebab Munculnya Jerawat Batu

Berbeda dengan fungal acne yang disebabkan karena jamur yang tersumbat di pori-pori.

Nah, berikut ini adalah beberapa penyebab munculnya jerawat batu di kulit wajah kita.

1. Hormon Tidak Seimbang

Hormon Estrogen
Foto: Hormon Estrogen (Naturalcycles.com)

Salah satu faktor penyebab jerawat batu adalah kondisi hormon di dalam tubuh kita yang tidak seimbang.

Terutama jika menjelang menstruasi, karena hormon estrogen biasanya akan melonjak sangat tajam.

Ini juga berlaku bagi mereka yang juga menderita PCOS dengan hormon androgen yang tinggi.

Androgen adalah hormon yang meningkat pada anak laki-laki dan perempuan selama masa pubertas.

Hormon inilah yang menyebabkan kelenjar sebaceous membesar dan membuat lebih banyak sebum.

Perubahan hormon selama paruh baya, terutama pada wanita, dapat menyebabkan jerawat salah satunya jerawat batu.

Baca Juga: Apa Itu Jerawat Hormonal dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

2. Tidak Membersihkan Makeup dengan Tepat

Apakah Moms salah satu yang suka membiarkan makeup di wajah semalaman? Sebaiknya jangan lakukan ini lagi, ya.

Kurang bersihnya menghapus makeup juga berpotensi membuat pori-pori menjadi tersumbat dan bersatu dengan bakteri lainnya di bawah kulit, sehingga jerawat batu mudah muncul.

Oleh karena itu, pastikan Moms menggunakan teknik double cleansing agar sisa-sisa makeup dapat terangkat sempurna dari kulit wajah.

3. Faktor Genetik

Ilustrasi Wajah Berjerawat
Foto: Ilustrasi Wajah Berjerawat (Orami Photo Stocks)

Penyebab jerawat batu juga biasa dikaitkan dengan faktor genetik.

Mungkin saja ada riwayat keluarga yang memiliki jenis wajah berminyak dan sering mengalami masalah jerawat batu.

Untuk itu, jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan wajah lebih maksimal agar terhindari dari kotoran dan minyak pemicu jerawat.

4. Stres Tinggi

Penyebab jerawat batu lainnya yang sering tidak Moms sadari adalah faktor stres.

Tingkat stres yang tinggi ini akan meningkatkan produksi testosteron sehingga dapat merangsang produksi kelenjar minyak berlebih pada kulit.

Jadi, luangkan waktu untuk lebih banyak beristirahat dan me-time agar tingkat stres dapat lebih terkontrol dengan baik.

Baca Juga: Mengenal Eustress, Stres Positif yang Diperlukan oleh Tubuh

5. Kurang Makan Sayur dan Buah-buahan

Jus Sayur-Sayuran
Foto: Jus Sayur-Sayuran

Bagi Moms yang gemar mengonsumi makanan berminyak atau pun berlemak tinggi, sebaiknya mulailah tinggalkan kebiasan itu.

Hal ini karena dapat menyebabkan jerawat batu muncul di kulit wajah kita.

Yuk, konsumsi sayur dan buah lebih banyak lagi karena ini memiliki nutrisi yang baik untuk mencegah timbulnya jerawat batu.

Selain itu, kandungan vitamin pada sayur dan buah juga dapat mempercepat proses penyembuhan jerawat batu hingga meregenerasi kulit.

6. Pori-Pori Tersumbat

Tak hanya karena gaya hidup, jerawat batu mengutip Mayo Clinic juga bisa disebabkan karena kelenjar minyak yang menyumbat pori-pori.

Jerawat batu biasanya muncul di wajah, dahi, dada, punggung atas, dan bahu karena area kulit ini memiliki kelenjar minyak (sebaceous) paling banyak.

Jerawat akan memunculkan area tengah yang putih ketika folikel rambut yang tersumbat menjadi meradang atau terinfeksi bakteri.

Penyumbatan dan peradangan ini menghasilkan benjolan seperti kista di bawah permukaan kulit sehingga terbentuknya jerawat batu.

7. Efek Samping Obat

Obat-obatan
Foto: Obat-obatan (Orami Photo Stocks)

Sedang menjalani perawatan dan mengonsumsi obat-obatan tertentu?

Karena penyebab jerawat batu berikutnya adalah karena efek samping obat-obatan.

Contohnya termasuk obat yang mengandung kortikosteroid, testosteron, atau litium.

Biasanya obat-obatan ini dikonsumsi bagi penderita asma, bronkitis, penyakit Crohn yang dapat memicu timbulnya jerawat batu di sebagian orang.

Baca Juga: Fungal Acne, Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya?

Faktor Risiko Mengalami Jerawat Batu

Selain itu, faktor yang meningkatkan risiko seseorang sering mengalami jerawat batu, di antaranya:

  • Usia. Orang-orang dari segala usia bisa terkena jerawat, tetapi paling sering terjadi pada remaja.
  • Perubahan hormonal. Perubahan hormon seperti ini biasa terjadi selama masa pubertas atau kehamilan.
  • Genetik. Genetika berperan dalam jerawat. Jika kedua orang tua berjerawat, kemungkinan besar anak akan mengalaminya.
  • Produk dengan kandungan minyak. Moms mungkin mengalami jerawat di mana kulit bersentuhan dengan minyak, losion, dan krim berminyak.
  • Gesekan kulit. Hal ini bisa disebabkan oleh zat yang memicu alergi seperti karpet, benda kotor, debu, dan lain-lain.

Cara Mengatasi Jerawat Batu

Mengenai lokasi, Dr Nazarian tidak memberikan lokasi spesifik. Menurutnya, jerawat batu bisa tumbuh di mana saja.

“Sama seperti jerawat biasa, cystic acne juga bisa tumbuh di mana saja. Selain di wajah, bisa juga muncul di punggung, leher, dada, bahkan di bagian lipatan tubuh,” jelas Dr Nazarian.

Saat terkena jerawat batu, biasanya terasa amat sakit. Apalagi, saat tengah meradang maksimal.

Jerawat batu dikatakan parah saat menyebabkan benjolan yang nyeri, merah, dan membengkak besar akibat terkena infeksi.

Nah, berikut ini cara menghilangkan jerawat batu yang bisa dilakukan di rumah.

1. Konsumsi Antibiotik

Antibiotik
Foto: Antibiotik (Mayoclinic.org)

Saat infeksi akibat jerawat batu, dokter biasanya akan memeriksa dan membersihkan jerawat.

Kemudian pengobatan akan dilanjutkan dengan obat minum.

"Jerawat yang meradang dapat diobati dengan dua jenis antibiotik, yakni antibiotik minum dan antibiotik oles,” ungkap Dr Nazarian.

Namun, pertanyaan yang sering ditanyakan, apakah mungkin tidak mengonsumsi antibiotik?

“Semuanya tergantung hasil pemeriksaan. Namun, karena yang dilawan adalah bakteri, antibiotik adalah solusi yang paling umum. Bisa mematikan bakteri, dan mempercepat hilangnya radang di kulit." tambah Dr Nazarian.

Baca Juga: Cara Memencet Jerawat dengan Benar dan Tepat, Tidak Akan Berbekas

2. Mengubah Gaya Hidup

Jerawat batu, bisa menyerang semua kalangan, tidak peduli usia berapapun.

Cara utama untuk menghilangkannya adalah dengan merawat wajah dengan benar.

"Banyak remaja dan orang dewasa berpikir bahwa jerawat batu disebabkan karena kulit kotor atau tidak dibersihkan dengan benar, ini tidak benar," kata Dr Kathleen Welsh, seorang ahli kulit yang tinggal di San Francisco dan pendiri Bay Area Cosmetic Dermatology.

Jerawat batu terjadi karena kombinasi genetika, hormon, stres, diet, dan bakteri.

Sehingga, jika ingin bebas jerawat, usahakan tidak semua hal dibuat stres dan perhatikan asupan makanan dan minuman.

3. Mencuci Wajah dengan Benar

Mencuci Wajah
Foto: Mencuci Wajah (Orami Photo Stocks)

Gunakan pembersih wajah yang lembut dalam menghilangkan jerawat batu. Bersihkan wajah 2 kali sehari, ya.

Jangan membersihkan dan mengeringkan wajah dengan cara digosok karena dapat memperparah kondisi jerawat.

Hindari menggunakan sabun batangan untuk membersihkan wajah, karena formulanya bisa menyumbat pori dan membuat kulit kering.

Moms juga bisa pergunakan pembersih berbahan dasar asam salisilat untuk mengangkat sel-sel mati dari wajah.

Pengelupasan kulit dapat mengurangi bengkak dan bakteri di pori-pori.

4. Terapi Hormon

Hormon androgen kerap menjadi penyebab jerawat batu saat diproduksi berlebihan.

Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa obat yang menghambat produksi hormon androgen dapat menghilangkan jerawat batu.

Namun, cara pengobatan ini kadang punya efek samping. Maka cobalah berdiskusi dengan dokter untuk menjalaninya.

Biasanya, penggunaan obat antiandrogen dalam dosis rendah merupakan cara untuk mengurangi efek samping.

5. Lakukan Photodynamic Therapy (PDT)

Jerawat di Hidung
Foto: Jerawat di Hidung (Orami Photo Stocks)

Dikutip dari Indian Dermatology Medical Journal, photodynamic therapy merupakan cara pengobatan baru jerawat batu.

Cara ini dengan mengoleskan krim topikal photosensitizing yang dikontrol dengan cahaya LED biru dan merah.

Biasanya pengobatan ini membutuhkan waktu yang cukup lama.

Jadi, tidak bisa seketika mengurangi produksi minyak di wajah, membunuh bakteri kulit, maupun mengurangi jerawat batu.

Biaya pengobatan ini juga tidak murah ya, Moms.

6. Suntik Jerawat

Jika Moms memiliki jerawat batu yang meradang, prosedur cara mengobati ini bisa jadi pilihan.

Jerawat bisa cepat kempes hanya dalam beberapa jam selepas disuntik.

Tapi, ini bukan prosedur rutin yang bisa dilakukan sewaktu-waktu.

Hal ini karena dokter hanya akan melakukan suntik jerawat saat berhadapan dengan jerawat yang meradang.

Baca Juga: Agar Kulit Mulus, Yuk Coba 6 Cara Alami Menghilangkan Jerawat Punggung Ini!

7. Konsumsi Obat Isotretinoin

Obat-obatan
Foto: Obat-obatan (Freepik.com/Freepik)

Obat minum ini bisa langsung mengendalikan kelenjar minyak dan menghentikan produksinya.

Namun, hasilnya beragam. Ada yang bisa langsung terlihat, ada juga yang responsnya agak lama.

Mengutip studi, orang yang meminum obat ini dalam 4 hingga 6 bulan, jerawat batunya dapat teratasi dengan baik.

Namun, ada efek samping obat ini perlu diperhatikan.

Kulit kering, rambut rontok, masalah fungsi hati, mimisan, dan risikonya terhadap janin sering disebut sebagai efek samping isotretinoin.

Namun, disebut-sebut bahwa efek pengobatannya bersifat permanen.

8. Oleskan Tea Tree Oil

Bagi Moms yang suka perawatan alami, cara pengobatan satu ini bisa dicoba di rumah, lho.

Sifat antimikroba dan anti-inflamasi pada tea tree oil digunakan untuk cara menghilangkan jerawat batu.

Ini adalah cara alami yang telah digunakan puluhan tahun lalu.

Oleskan di area jerawat batu dan biarkan semalaman. Ini dapat mencegah bakteri penyebab jerawat batu sehingga akan mengempis.

9. Pakai Masker Kunyit

Manfaat Masker Kunyit
Foto: Manfaat Masker Kunyit (Orami Photo Stocks)

Kunyit, sebagai anti-inflamasi dan antiseptik, dapat digunakan sebagai cara mengobati jerawat batu.

Rempah-rempah alami ini bisa diolah menjadi masker kunyit pada wajah.

Cara buatnya cukup mudah, campurkan sedikit air dengan bubuk kunyit hingga menghasilkan pasta yang kental.

Kemudian, oleskan ramuan ini langsung ke jerawat batu dan membiarkannya selama sekitar 45 menit, sebelum membilasnya dengan air.

Para ahli menyarankan untuk mengulangi proses ini 2 kali sehari.

Moms, bagi yang kulit sensitif, lebih berhati-hati saat mengoleskan kunyit langsung ke kulit, karena dapat menyebabkan iritasi.

Baca Juga: Ketahui Ragam Manfaat Masker Lemon untuk Kecantikan yang Tak Terduga!

10. Tingkatkan Asupan Probiotik

Ternyata, hubungan antara kesehatan kulit dan kesehatan usus menurut para ahli dapat menjadi alternatif pengobatan jerawat batu.

Dengan mengonsumsi makanan minuman probiotik, ini dapat menghasilkan kulit lebih bersih dan mengurangi peradangan kulit.

Misalnya dengan mengonsumsi yoghurt, kimchi, sayuran, kefir, dan makanan lain yang mengandung bakteri sehat.

11. Kompres Es Batu

Mengompres dengan Es Batu
Foto: Mengompres dengan Es Batu

Siapakah di sini yang masih percaya bahwa es batu dapat mengobati jerawat?

Ternyata ini memang direkomendasikan para dermatologis, lho!

Es batu efektif dalam mengurangi pembengkakan, gatal, nyeri, dan kemerahan pada jerawat batu.

Ini dipakai sebagai pengobatan alami di rumah dengan menggosokkan es batu pada bintik jerawat batu sampai beberapa saat.

Sebaiknya melakukan cara ini 3 kali sehari untuk mengatasi jerawat batu dengan cepat.

12. Gunakan Benzoil Peroksida

Pengobatan jerawat tak jauh dari krim atau salep yang mengandung benzoil peroksida.

Untuk membunuh bakteri di pori, Moms juga bisa menggunakan obat jerawat berbahan aktif benzoil peroksida.

Jangan gunakan produk yang mengandung mentol atau alkohol, karena dapat membuat iritasi pada kulit.

Kemudian, hindari penggunaan pelembap terlalu tebal di area jerawat. Pemakaian berlebih bisa menyumbat pori-pori.

13. Pertimbangkan Obat Kortikosteroid

Ilustrasi Obat-obatan
Foto: Ilustrasi Obat-obatan (Cloudfront.net)

Obat kortikosteroid minum (Prednisone, Solu-Medrol), dapat menjadi salah satu pengobatan jerawat batu.

Jerawat batu ini biasanya dikonsumsi bersamaan terapi antibiotik atau isotretinoin lain untuk mencoba menekan peradangan jaringan parut pada kulit secepat mungkin.

Hal ini untuk mencegah timbulnya bakteri dan peradangan yang terjadi pada jerawat batu.

Baca juga: 8 Khasiat Es Batu untuk Kecantikan Wajah, Bisa Mengurangi Jerawat Lho

Komplikasi Jerawat Batu

Jerawatan
Foto: Jerawatan (Orami Photo Stock)

Tak hanya sulit diobati, jerawat batu juga dapat berefek pada lapisan kulit hingga terjadi komplikasi.

Terlepas dari semua cara pengobatan untuk mengatasi bekas jerawat batu, perawatan terbaik untuk bekas luka jerawat batu adalah mencegahnya sejak awal.

Selain dapat menimbulkan jaringan parut pada kulit, risiko medis utama dari jerawat batu adalah komplikasi terapi yang tidak terduga.

Obat apa pun dapat menyebabkan ruam, serta gangguan bentuk kerusakan kulit yang mengancam jiwa yang dikenal sebagai nekrolisis epidermal toksik.

Mengutip Medicina Intensiva, nekrolisis epidermal toksik adalah gangguan kulit yang jarang terjadi dan dapat membahayakan nyawa, di mana penderitanya kehilangan lapisan luar kulit.

Selain itu, ada peningkatan risiko penyakit radang usus di kemudian hari dari terapi isotretinoin, terapi antibiotik, atau kombinasi keduanya.

Maka dari itu, sebelum Moms mencoba pengobatan jerawat di atas, konsultasikan dengan dokter kulit, ya.

Baca Juga: Mencuci Wajah dengan Air Keran Ternyata Picu Timbulnya Jerawat

Semoga jerawat yang sedang dialami sekarang dapat segera membaik, ya!

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acne/symptoms-causes/syc-20368047
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4439741/
  • https://www.aad.org/media/stats-numbers
  • https://www.medintensiva.org/es-tratamiento-necrolisis-epidermica-toxica-con-articulo-S0210569110002780

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.