03 Februari 2023

6 Cara Menjaga Komitmen dalam Hubungan agar Pernikahan Langgeng

Hal yang paling utama adalah selalu berupaya memberikan yang terbaik

Pernikahan sesungguhnya adalah belajar untuk memahami pasangan setiap hari, menurunkan ego, dan berkomunikasi dengan sehat. Karena itu, penting bagi pasangan menikah untuk selalu menjaga komitmen.

Proses ini tentunya tidak mudah, ya, Moms. Maka bisa dikatakan, pernikahan yang sukses itu hasil dari proses pembelajaran setiap harinya.

Berbicara tentang komitmen, ini merupakan salah satu pilar utama dan penting dalam sebuah hubungan untuk menciptakan pernikahan yang harmonis

Baca Juga: 11+ Tips Membangun Keluarga Harmonis Menurut Islam, Yuk Amalkan!

Cara Menjaga Komitmen dalam Pernikahan

Pasangan Romantis
Foto: Pasangan Romantis (Orami Photo Stocks)

Ketika mengucapkan janji suci pernikahan, tentunya Moms dan pasangan sudah menyetujui untuk berkomitmen apa pun yang terjadi ke depannya.

Namun, bisa saja Moms dan pasangan menemukan masalah yang tampaknya menggoyahkan hubungan.

Menjaga komitmen dengan pasangan harus dimulai dengan komitmen pribadi atau berkomitmen dengan diri sendiri. Apa maksudnya?

Dilansir dari Psychology Today, komitmen pribadi adalah hal yang paling penting.

Ketika kita sudah mampu berkomitmen dengan diri sendiri akan menjaga pernikahan dengan baik dan mau belajar untuk terus menjadi pasangan yang terbaik, maka hal ini akan berdampak baik.

Secara tidak langsung, hal tersebut akan mengarahkan Moms tentang bagaimana berkomitmen dengan pasangan.

Terdengar mudah, ya, Moms? Namun, kenyataannya pasti akan selalu ada tantangan yang harus dihadapi.

Ini yang bisa Moms dan Dads lakukan untuk menjaga komitmen dalam pernikahan.

1. Berupaya Selalu Memberikan yang Terbaik

Kita tentunya selalu ingin menerima yang terbaik dari pasangan. Tapi, sudahkah kita juga memberikan yang terbaik?

Untuk menerima yang baik, kita tentu harus juga memberikan hal baik. Dengan saling berupaya memberikan yang terbaik untuk pasangan, komitmen pastinya dapat terjaga.

2. Menjadikan Pasangan sebagai Prioritas

Kita tentu punya aktivitas dan kegiatan lain setiap harinya. Namun, tentu pasangan kita harus ditempatkan dalam prioritas utama.

Jika suami dan istri selalu menempatkan pasangannya sebagai hal utama, maka komitmen yang dibangun akan semakin kuat.

Baca Juga: 3 Cara Berkomunikasi dengan Tepat Saat Mengutarakan Keinginan Kepada Suami

3. Menjaga Ekspektasi agar Tidak Berlebihan

Pasangan Mesra
Foto: Pasangan Mesra (Freepik.com/lookstudio)

Seringnya, kita memiliki ekspektasi yang tinggi dengan pasangan dan hal ini hanya menjadi sumber sakit hati dan pertengkaran dalam rumah tangga.

Sebab, tidak selalu pasangan bisa seperti yang kita inginkan.

Untuk itu, Moms harus menjaga ekspektasi agar tidak terlalu tinggi dan lebih memahami keadaan menurut sudut pandang pasangan.

Biasanya, seseorang hanya melihat berbagai hal melalui pengalamannya sendiri.

Namun, berbeda ketika sudah berubah tangga, Moms harus mampu melihat dari sudut pandang pasangan.

Nantinya, hal ini akan membuang semua ego yang membuat Moms memiliki ekspektasi tinggi pada pasangan.

4. Tidak Membanding-bandingkan Pasangan dengan Orang Lain

Tidak ada orang yang dibanding-bandingkan. Setiap orang pasti punya kekurangan dan ketika kita sudah menikah, tentu kita perlu berkompromi dengan kekurangan pasangan.

Ekspektasi berlebihan seperti yang sudah disebut di atas, bisa membuat kita berakhir pada kekecewaan.

Ini yang kemudian bisa membuat kita mulai melirik orang lain yang tampaknya lebih baik dan lebih hebat dari pasangan kita.

Ketika kita mulai membandingkan, pasangan pastinya akan sakit hati dan ini bisa meruntuhkan komitmen yang dibangun bersama.

5. Mengabaikan Godaan

Seiring bertambahnya usia pernikahan, pasti akan ada godaan yang bisa terjadi. Hal ini yang akan menguji Moms untuk menjaga komitmen dalam pernikahan.

Jangan pernah membuka pintu harapan untuk siapa pun yang berniat masuk dan berusaha kehidupan rumah tangga Moms.

Ketika Moms dan pasangan mampu menjaga komitmen dalam pernikahan dengan baik, maka dengan sendirinya kesetiaan akan terbukti.

Sehingga, tidak ada yang namanya perselingkuhan dalam rumah tangga Moms dan Dads.

Hal ini juga sudah dibuktikan oleh Dr. John Lydon, Psikolog di McGill University.

“Ketika seseorang sudah memiliki komitmen yang tinggi dengan pasangannya, maka orang lain yang semenarik apa pun tidak akan mengalihkan perhatian.

Secara naluri, ia akan menjauhi seseorang yang sekiranya dapat menjadi ancaman dalam sebuah hubungan,” ungkapnya seperti dilansir dari New York Times.

Baca Juga: Apa yang Harus Dilakukan Setelah Tahu Suami Berselingkuh?

6. Saling Introspeksi Diri dan Evaluasi Hubungan

Pasangan Bahagia
Foto: Pasangan Bahagia (Freepik.com/pressfoto)

Pada kenyataannya, setiap hubungan membutuhkan evaluasi demi kemajuan yang lebih baik ke depannya. Hal ini bisa dikomunikasikan dengan pasangan.

Cara ini juga membuka kesempatan bagi Moms dan pasangan untuk saling jujur satu sama lain.

Namun, sebagai catatan bahwa tidak boleh marah atau mengelak ketika ada yang memberikan kritikan, ya.

Sebab, ketika kritikan dapat membangun, maka ini juga menjadi instropeksi diri yang baik bagi Moms dan suami ke depannya.

Selain melakukan evaluasi dalam hubungan, Moms dan pasangan juga bisa mengatur rencana-rencana ke depannya.

Dengan begitu, Moms juga bisa menjaga komitmen dengan baik ketika semua berjalan beriringan dengan rencana yang sudah dibuat bersama.

Nah, bagaimana apabila pasangan enggan melakukan evaluasi bersama? Moms bisa mengakalinya dengan mengajaknya mengobrol ringan menjelang waktu tidur.

Bicarakan dengan santai tanpa harus terkesan menghakimi. Intinya, jangan memaksakan diri agar semua berjalan sesuai dengan keinginan kita, ya.

Baca Juga: Ini Perbedaan Psikolog dan Psikiater, Tentukan Pakar yang Tepat untuk Berkonsultasi

Cobalah untuk memahami pasangan dan mengutarakan apa harapan kita untuk pasangan.

Cara ini akan lebih berhasil daripada Moms hanya memberikan kode kepada pasangan.

Berkomunikasi dengan baik juga menjadi kunci untuk menjaga komitmen dengan pasangan.

Itulah hal yang bisa dipahami tentang komitmen dalam rumah tangga.

Selamat menikmati setiap prosesnya, ya, Moms dan percayalah bahwa semua akan baik-baik saja ketika ada usaha dari keduanya.

  • https://www.psychologytoday.com/us/blog/so-happy-together/201606/marital-commitment
  • https://well.blogs.nytimes.com/2010/05/10/tracking-the-science-of-commitment/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.