Gratis Ongkir minimum Rp 300.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Sex & Relationship | May 19, 2018

Kondom Ternyata Meningkatkan Bakteri Baik

Bagikan


  

 

Hubungan seksual diketahui bisa mengganggu keseimbangan ekosistem vagina, terutama karena cairan mani yang memiliki kadar pH sekitar 7-8, bercampur dengan cairan vagina.

Namun penelitian di China memberikan hasil bahwa kondom bisa membantu ketidakseimbangan ekosistem vagina. Tidak hanya sebatas pencegah kehamilan dan mencegah penularan infeksi seksual, ternyata pemakaian kondom memberikan keuntungan lebih bagi penggunanya. Penggunaan kondom diketahui akan mencegah terjadinya pencampuran tersebut sehingga tingkat keseimbangan bakteri di vagina tetap terjaga.

Penelitian tersebut menyebutkan bahwa wanita yang aktif secara seksual dan menggunakan kondom memiliki koloni bakteri baik yang lebih banyak di vaginanya, dibandingkan dengan wanita yang memakai metode kontrasepsi lainnya.

Menurut penelitian tersebut, sekitar 72 responden memilih kondom, 57 orang menggunakan IUD (spiral), dan 35 responden lainnya memiliki metode KB "kalender" atau cara absen berhubungan seksual saat sedang subur. Ternyata jumlah laktobasilus pada wanita yang menggunakan kondom dinilai memiliki jumlah yang  paling tinggi dibanding dengan kelompok kontrasepsi lainnya.

Kehadiran laktobasilus juga dapat mencegah vaginosis, yaitu ketidakseimbangan bakteri di vagina sehingga menyebabkan cairan vagina berlebih dan berbau tidak sedap. Bahkan kehadiran bakteri baik ini juga akan mengurangi risiko penularan penyakit HIV.

Jenis bakteri yang mendominasi flora alami di vagina kebanyakan wanita ini membantu memproduksi asam laktat dan hidrogen peroksida yang dapat membantu vagina mempertahankan rata-rata pH sebesar 4,5. Ini adalah tingkat keasaman yang setara dengan keasaman bir atau jus tomat, dan ideal untuk menghambat pertumbuhan bakteri jahat.

Bakteri jahat yang berkembang di ekosistem vagina dengan pH diatas 4,5 menyebabkan penyakit keputihan, bau tidak sedap, rasa gatal, bahkan infeksi pada vagina. Karena itu, para peneliti menyatakan bahwa penggunaan kondom dapat mempertahankan kealamian kadar pH vagina dan melakukan perlawanan terhadap kandungan asam. Kesimpulannya, para peneliti menyatakan bahwa kondom dapat bermanfaat untuk melakukan perlawanan terhadap kandungan asam pada vagina.

  

(HEI)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.