23 Juni 2020

Cegah Masalah Perilaku Anak Sebelum Terjadi, Begini Caranya!

Coba lakukan ini sejak dini untuk mencegah masalah perilaku anak

Masalah perilaku anak bisa terjadi karena berbagai sebab, seperti mencari perhatian, aturan tidak tegas, perubahan hidup drastis, ketidakmampuan mengelola emosi, atau bahkan kelebihan energi.

Ketimbang menguras energi dengan bersifat reaktif, orang tua sebenarnya bisa mencegah masalah perilaku sebelum terjadi dengan empati dan kesabaran ekstra dalam menghadapi Si Kecil.

5 Cara untuk Mencegah Masalah Perilaku Anak

Yuk Moms, mulai lakukan berbagai cara berikut untuk mencegah masalah perilaku anak.

1. Kenali Keinginan dan Kebutuhan Anak

Cegah Masalah Perilaku Anak Sebelum Terjadi, Begini Caranya 1.jpg
Foto: Cegah Masalah Perilaku Anak Sebelum Terjadi, Begini Caranya 1.jpg

Foto: Chop.edu

Sering tidak disadari, masalah perilaku anak juga bisa terjadi karena orang tua yang kurang peka akan keinginan dan kebutuhan anak.

Mulailah dengan memberikan perhatian penuh saat anak sedang menyampaikan sesuatu, supaya Moms dan Dads bisa tahu apa yang sedang diinginkan atau dibutuhkan anak meski ia mungkin tidak menyampaikannya secara langsung.

Anak yang merasa penting dan berarti karena diperhatikan cenderung jarang menunjukkan masalah perilaku dan lebih mudah diajak bekerja sama.

Baca Juga: 5 Jenis Masalah Perilaku Anak Dan Cara Mengatasinya

2. Ajarkan Mengenali Perasaan

Cegah Masalah Perilaku Anak Sebelum Terjadi, Begini Caranya 2.jpg
Foto: Cegah Masalah Perilaku Anak Sebelum Terjadi, Begini Caranya 2.jpg

Foto: Edutopia.org

Rasa frustasi dan bingung karena tidak mengerti emosi yang dirasakan dan tidak tahu cara menghadapinya secara sehat tidak jarang menjadi pemicu masalah perilaku lho, Moms.

Menurut peneliti perkembangan anak Ashley Soderlund Ph.D., mengajarkan anak mengenali perasaan dapat membantu mencegah masalah perilaku anak melalui berbagai hal, seperti:

  • Mengurangi kecemasan karena tidak memahami emosi kuat yang dirasakan.
  • Menjadi pondasi untuk membangun kecerdasan emosional.
  • Mengajarkan anak untuk menenangkan diri secara sehat saat merasakan emosi kuat.
  • Mendukung kesehatan mental dan emosional.
  • Mendukung kemampuan menyelesaikan konflik dan memecahkan masalah.

3. Ajarkan Cara Mengendalikan Diri

Cegah Masalah Perilaku Anak Sebelum Terjadi, Begini Caranya 3.jpg
Foto: Cegah Masalah Perilaku Anak Sebelum Terjadi, Begini Caranya 3.jpg

Foto: Crosswalk.com

Kemampuan untuk mengendalikan dorongan impulsif sebaiknya mulai diajarkan sejak anak berusia balita, sejalan dengan perkembangan kecerdasan emosionalnya. Namun, belum terlambat kalau Moms baru mulai mengajarkannya saat mulai masuk sekolah.

Untuk melakukannya, Moms bisa secara bertahap membiasakan Si Kecil bersabar dan menunggu, menenangkan diri saat mulai merasa emosi atau tidak nyaman, berpikir sebelum merespon sesuatu, juga mempertimbangkan konsekuensi dari tindakannya.

Baca Juga: 6 Gangguan Perilaku Pada Anak yang Tak Boleh Diabaikan

4. Sampaikan Perilaku yang Diharapkan

Cegah Masalah Perilaku Anak Sebelum Terjadi, Begini Caranya 4.jpg
Foto: Cegah Masalah Perilaku Anak Sebelum Terjadi, Begini Caranya 4.jpg

Foto: Coffeechaosdryshampoo.com

Kebanyakan orang tua lebih banyak memberikan larangan “jangan begini” atau “jangan begitu” ketimbang memberitahu secara langsung tindakan atau perilaku yang seharusnya dilakukan anak.

Menurut sebuah studi dari Journal of Abnormal Psychology, mengingatkan dan membimbing anak tentang perilaku baik yang diharapkan adalah cara yang lebih efektif untuk mencegah masalah perilaku anak dalam jangka panjang. Apalagi jika didukung dengan pujian dan bantuan yang tepat.

Sebagai contoh, kalimat “Jangan merengek, Moms jadi tidak mengerti” akan memberikan efek lebih positif bila diubah menjadi “Coba bicara dengan pelan dan jelas, Moms pasti mendengarkan."

5. Jelaskan Aturan dan Konsekuensi Dengan Jelas

Cegah Masalah Perilaku Anak Sebelum Terjadi, Begini Caranya
Foto: Cegah Masalah Perilaku Anak Sebelum Terjadi, Begini Caranya

Foto: Stanfordchildrens.org

Kecenderungan anak untuk berulah, menentang peraturan, atau mencoba melewati batas biasanya akan berkurang saat ia tahu dengan jelas konsekuensi dan ekspektasi dari aturan yang ada.

Sebagai contoh, Moms bisa katakan, “Kalau di rumah makan nanti kamu tidak bisa duduk dengan tenang, kita akan pulang lebih cepat” atau “Mainan harus langsung dibereskan setelah selesai, kalau tidak Moms sita selama seminggu.”

Supaya Si Kecil merasa lebih mandiri, bertanggung jawab, dan memegang kendali, Moms dan Dads bisa mengajaknya untuk membuat bersama beberapa aturan rumah maupun aturan lain yang harus diikuti. Jangan lupa cetak dan tempel di tempat yang mudah dilihat sebagai pengingat.

Baca Juga: Gangguan Perilaku dan Emosi pada Anak, Haruskah ke Dokter?

Ingat ya Moms, menjaga hubungan dan komunikasi sehat antara orang tua dan anak adalah kunci penting untuk mencegah masalah perilaku anak sebelum terjadi.

Jika perilaku Si Kecil masih sulit dikendalikan, jangan segan berkonsultasi dengan psikolog anak untuk mencari solusi yang tepat.

Apa Moms pernah mencoba cara lain untuk mencegah masalah perilaku anak?

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.