Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Masalah Fertilitas | Jan 13, 2018

Memakai Pelumas Saat Bercinta Berpengaruh ke Kesuburan?

Bagikan


Beberapa wanita usia reproduktif merasa perlu menggunakan pelumas buatan sesekali atau secara rutin. Sebab, hampir setiap wanita akan mengalami vagina kering pada suatu waktu. Biasanya kekeringan vagina disebabkan perubahan kadar hormon estrogen setelah melahirkan, menyusui, ataupun menopause. Selain itu, kekeringan vagina juga bisa terjadi karena faktor stres, pengaruh alat kontrasepsi seperti pil KB, dan obat kesuburan wanita.

Namun, bagi wanita yang merencanakan kehamilan, penggunaan pelumas saat bercinta bisa menjadi masalah. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa sebagian besar pelumas yang dijual bebas di pasaran, bahkan sekadar air liur, dapat membahayakan sperma.

Benarkah Pelumas Berbahaya?

Menurut profesor bidang patologi dan kebidanan serta kandungan di SUNNY Upstate Medical University New York, Kazim Chohan, PhD., kebanyakan pelumas diciptakan untuk meningkatkan kepuasan seksual sehingga ada kemungkinan mengandung senyawa yang dapat membunuh sperma.

Penelitian yang dilakukan oleh American Society for Reproductive Medicine dan Canadian Fertility and Andrology Society di Montreal, menunjukkan bahwa bila pelumas bercampur dengan sperma selama hubungan seksual, pelumas vagina tertentu dapat memengaruhi kualitas sperma dan mengurangi potensi kesuburan wanita dan pembuahan (konsepsi).

Meski ada beberapa bukti yang saling bertentangan, sejumlah penelitian lain menemukan bahwa meskipun pH (keasaman) lendir serviks yang dihasilkan tepat sebelum ovulasi sangat cocok untuk kelangsungan hidup dan pergerakan sperma, pH sebagian besar pelumas tidak ramah terhadap sperma. Bahkan, sifat asam pelumas dapat membunuh sperma. Selain itu, kepekatan pelumas bisa mengurangi kecepatan mobilitas sperma sehingga menyulitkan sperma untuk bergerak menuju sel telur.

Kurangnya pengetahuan pada sebagian besar pasangan mengenai penggunaan pelumas membuat mereka akan memakai alternatif apapun sebagai pengganti produk pelumas. Padahal, penggunaan pelumas yang mengandung minyak dapat berisiko memengaruhi keseimbangan pH pada vagina sehingga berpotensi meningkatkan infeksi.

Kapan Waktu yang Paling Tepat Menggunakan Pelumas?

Apabila konsepsi adalah tujuan Mama, maksimalkan foreplay agar vagina terlubrikasi secara alami. Luangkan waktu lebih banyak untuk melakukan hubungan intim. Mintalah pasangan Mama untuk melakukan lebih banyak sentuhan, pelukan, dan ciuman. Banyak wanita mengatakan bahwa mereka memerlukan stimulasi 15 sampai 20 menit untuk mendapatkan mood yang bagus.

Baca juga: Agar Seks Panas, Coba 3 Ide Seru untuk Foreplay Ini 

 

Jika Mama merasa vagina tetap kering meskipun mencoba foreplay, coba gunakan air hangat sebagai pelumas. Air tidak beracun bagi sperma dan tidak akan mengganggu kemampuan sperma untuk mencapai serviks.

Jika Mama masih merasa perlu menggunakan pelumas saat merencanakan kehamilan, sebaiknya pilih salah satu produk yang dalam uji klinis telah terbukti aman dan efektif untuk kesuburan wanita dan pembuahan.

Apa alternatif pengganti pelumas yang Mama gunakan?

(ROS)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.