18 Mei 2020

4 Cara Mencegah Dehidrasi pada Anak yang Sedang Belajar Puasa

Kenali tanda-tandanya juga ya Moms

Selama menjalankan puasa, tubuh kita harus menahan haus dan lapar selama hampir 14 jam lamanya.

Hal ini mungkin saja menimbulkan risiko dehidrasi, terutama bagi anak-anak yang sedang belajar menjalankan puasa.

Tubuh perlu memiliki cukup cairan untuk dapat berfungsi dengan baik. Anak-anak berisiko mengalami dehidrasi saat puasa, terutama jika cuaca sedang panas dan anak terlalu aktif saat puasa.

Dikutip dariIkatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), cairan diperlukan untuk mendukung berbagai fungsi tubuh, seperti metabolisme, pencernaan, pengaturan suhu, kerja sel, dan lain-lain.

Baca Juga: 4 Cara Mencegah Dehidrasi Saat Anak Diare

Dua per tiga dari tubuh kita terdiri dari air. Dehidrasi dapat menyebabkan kinerja tubuh menjadi yang buruk, seperti merasa kelelahan, sakit kepala dan kegugupan. Jika diabaikan, hal ini dapat menyebabkan masalah medis yang serius.

Bagaimana cara Moms mengantisipasi agar anak tidak dehidrasi selama belajar puasa?

Mencegah Dehidrasi pada Anak saat Puasa

mencegah dehidrasi pada anak saat puasa
Foto: mencegah dehidrasi pada anak saat puasa

Foto: Orami Photo Stock

Moms harus pastikan agar anak tidak mengalami dehidrasi saat puasa, karenanya ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

1. Hidrasi Kembali Tubuh Anak Saat Berbuka dan Sahur

Beri anak minum air putih sebanyak delapan hingga 12 gelas air diantara waktu berbuka puasa dan sahur.

Lebih baik minum air hangat daripada air dingin karena akan diserap oleh tubuh lebih cepat.

Moms juga dianjurkan untuk memberikan anak asupan sup setiap hari selama bulan Ramadhan karena sup adalah sumber cairan yang baik.

Selain itu, buah-buahan dan sayuran seperti semangka, tomat, mentimun, anggur, dan yang mengandung banyak air lainnya juga bisa membantu mengurangi rasa haus.

2. Hindari Menggunakan Garam Secara Berlebihan

Untuk mencegah anak mengalami dehidrasi saat puasa, lebih baik Moms menghindari makanan yang mengandung banyak rempah saat berbuka puasa karena ini meningkatkan kebutuhan tubuh akan air.

“Lebih lanjut, dianjurkan agar penggunaan garam dalam salad dan saat memasak dikurangi. Mengonsumsi garam dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan rasa haus,” jelas Dr. Alaa Abdallah Ashour, dokter umum dari Kementerian Kesehatan Masyarakat.

Baca Juga: Ini Tanda Anak Dehidrasi dan Cara Mengatasinya, Catat!

3. Jangan Biarkan Anak Banyak Makan Permen

Penelitian telah menunjukkan bahwa makan permen meningkatkan rasa haus karena mengandung banyak gula.

“Makanlah buah-buahan sebagai gantinya yang memberi tubuh kita cairan dan memuaskan dahaga anak,” tambah Dr. Ashour.

4. Hindari Paparan Sinar Matahari atau Aktivitas Fisik di Siang Hari

Suhu tinggi dan paparan sinar matahari langsung, berisiko membuat tubuh anak lebih mungkin mengalami dehidrasi dan peningkatan rasa haus selama puasa.

Waktu terbaik untuk berolahraga selama periode puasa adalah setelah berbuka puasa karena tubuh telah diberi makanan dan minuman untuk memasok energi.

Si Kecil pun akan memiliki cukup waktu untuk mengisi kembali cairan yang hilang selama berolahraga.

Kebutuhan Cairan pada Anak

mencegah dehidrasi pada anak saat puasa
Foto: mencegah dehidrasi pada anak saat puasa (webmd.com)

Foto: Orami Photo Stock

Kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda tergantung pada usia, jenis kelamin, massa otot, dan lemak tubuh.

Berikut perkiraan kebutuhan cairan pada anak:

  • Bayi usia 0−6 bulan : 700 mL/hari
  • Bayi usia 7−12 bulan : 800 mL/hari
  • Anak usia 1−3 tahun : 1.300 mL/hari
  • Anak usia 4−8 tahun : 1.700 mL/hari

Si Kecil dapat memenuhi kebutuhan cairannya melalui berbagai asupan makanan dan minuman, seperti makanan berkuah, buah-buahan, susu, jus buah, dan sebagainya.

Baca Juga: Selain Minum Air Mineral, Ini Tips Agar Anak Tidak Dehidrasi

Tanda Anak Mengalami Dehidrasi

mencegah dehidrasi pada anak saat puasa
Foto: mencegah dehidrasi pada anak saat puasa

Foto: hydralyte.com

Mengutip Health Direct, anak atau balita yang mengalami dehidrasi bisa dilihat dari tanda berikut ini:

  • Anak merasa haus (merasa haus adalah tanda anak sudah mengalami dehidrasi)
  • Merasa pusing atau kepala terasa ringan
  • Anak mulai mual
  • Sakit kepala
  • Urin Si Kecil berwarna kuning gelap atau coklat
  • Bibir, lidah, mulut atau tenggorokan yang kering
  • Anak tidak ke toilet sesering atau tidak banyak buang air kecil

Jadi pastikan Moms memberikan Si Kecil asupan cairan yang cukup saat berbuka hingga sahur ya, Moms.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.