Fashion & Beauty

FASHION & BEAUTY
12 Maret 2021

Mengenal Emolien, serta Manfaat dan Jenisnya

Apakah emolien sama dengan pelembap?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Adeline Wahyu

Moms mungkin pernah mendengar tentang emolien dan mengetahui bahwa kandungan satu ini banyak digunakan dalam berbagai produk perawatan tubuh.

Bahkan banyak yang mengatakan bahwa kandungan ini khususnya bagus untuk mengatasi kulit kering.

Apakah sebenarnya emolien itu?

Kandungan Emolien dalam Skincare

emolien

Foto: Orami Photo Stock

Emolien berarti juga penenang atau pelembut. Banyak produk perawatan kulit yang menggunakan kandungan ini, karena dapat membantu melembutkan dan menenangkan kulit yang kasar dan kering.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Pelembap Halal di Bawah 50 Ribu

Mengutip jurnal Emollients, kandungan ini menutupi kulit dengan lapisan pelindung untuk menahan kelembapan.

Ketika lapisan atas kulit tidak mengandung cukup air, makan akan mengering, sehingga kulit menjadi mengelupas atau retak, meninggalkan ruang terbuka di antara sel-sel di kulit.

Kandungan ini akan mengisi ruang tersebut dengan zat berlemak, yang disebut lipid, yang membuat kulit lebih halus dan lembut.

Banyak orang mengartikannya sebagai pelembap, padahal kedua kandungan ini berbeda. Bahan satu ini sendiri adalah salah satu bahan pelembap.

Emolien merupakan bagian dari pelembap yang menjaga kulit kita tetap lembut dan halus.

Manfaat Emolien untuk Kulit

emolien

Foto: medicalnewstoday.com

Penderita eksim cenderung memiliki kulit kering, yang dapat dengan mudah meradang dan teriritasi. Penggunaannya secara teratur dapat membantu mencegah hal ini.

Jika Moms menderita eksim, oleskan emolien setiap hari meskipun kulit sedang tidak meradang.

Bagi beberapa orang ini mungkin dapat dirasakan khasiatnya. Kandungan satu ini juga membantu mengurangi kekambuhan dan ketergantungan pada produk resep topikal.

Sementara obat-obatan seperti krim steroid memiliki kemampuan untuk membersihkan eksim, namun penggunaan yang tidak tepat dalam jangka panjang membawa risiko efek samping.

Ia juga efektif untuk menenangkan dan mengatasi kulit kering yang dapat menjadi gejala berbagai masalah kulit yang disebabkan oleh:

Baca Juga: Jangan Sembarangan, Atasi Kulit Kering pada Balita dengan 5 Cara Tepat Ini

  • Psoriasis
  • Dermatitis atopik
  • Hipotiroidisme
  • Diabetes
  • Penyakit ginjal

Selain karena masalah atas, kulit kering juga bisa diatasi dengan emolien yang dapat terjadi karena hal berikut:

  • Mandi dengan air yang terlalu panas
  • Terlalu sering mandi
  • Mencuci tangan terlalu sering, termasuk saat mencuci piring
  • Kulit terpapar sumber panas terlalu lama
  • Menggunakan sabun atau produk pembersih yang mengandung zat kimia yang keras
  • Terpapar sinar matahari yang berlebihan

Bentuk Emolien dan Kelebihannya Masing-masing

bentuk emolien

Foto: mindbodygreen.com

Emolien memiliki beberapa bentuk yang mungkin sudah kita kenal dalam merawat dan menangani masalah kulit, yakni:

Baca Juga: Ini 3 Masalah Kulit saat Hamil yang Bersifat Patologis

  • Salep
  • Krim
  • Losion

Bentuk yang paling cocok untuk kulit tentu akan bergantung pada penyebab masalah kulit , bagian tubuh yang kulitnya bermasalah, serta tingkat keparahannya. Namun, preferensi pribadi juga akan menentukan.

Seperti memilih produk perawatan kulit dan rambut, memilih ‘bentuknya’ pun akan membutuhkan trial and error. Moms mungkin perlu mencoba beberapa bentuk sebelum menemukan yang paling baik dan cocok untuk kulit.

Berikut ini kelebihan dan kekurangan dari salep, krim, dan losion emolien:

1. Salep

salep

Foto: Orami Photo Stocks

Salep dengan kandungan ini sebagian besar mengandung minyak dan cukup berair.

Teksturnya tebal, sehingga mencegah kulit kehilangan air dan tidak perlu dioleskan kembali terlalu sering.

Agak terasa lengket dan sulit menyebar di kulit, terutama di area berbulu.

Kelebihannya, ia cukup melembabkan dan merupakan pelembab terbaik untuk kulit yang sangat kering atau bersisik.

Sayangnya, salepnya dapat menodai pakaian, sehingga banyak orang lebih suka menggunakannya hanya pada malam hari saat mereka tidur.

Sebagian besar salep tidak mengandung bahan pengawet, sehingga kemungkinan reaksialergi terhadapnya kecil.

Moms tidak boleh menggunakannya pada kulit yang terbuka, iritasi ataupun mengeluarkan cairan,

Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Menggunakan Krim Pemutih Wajah?

2. Krim

krim

Foto: Orami Photo Stocks

Krim berbeda dengan salep emolien.

Ia memiliki keseimbangan antara minyak dan air dan membuatnya mudah menyebar di kulit.

Kekurangannya, ia tidak terlalu melembapkan dibandingkan salep.

Mereka memiliki cukup kandungan minyak untuk menjaga kelembapan kulit, tetapi tidak terlalu.

Teksturnya lebih ringan dan lebih mudah diaplikasikan daripada salep, yang membuatnya bagus untuk digunakan pada siang hari.

Krimnya juga lebih berat dan lebih melembabkan daripada losion.

Kulit akan menyerap krim emolien dengan relatif cepat, jadi Moms perlu mengoleskannya lebih sering daripada salep.

3. Losion

losion.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Losion sebagian besar adalah air dan kandungan minyak yang sedikit. Sayangnya, losion adalah pelembab dengan kadar paling rendah dari tiga jenis emolien.

Karena berbentuk cair, zat ini mudah menyebar di kulit kepala dan area lain di tubuh yang berbulu.

Jenis emolien ini baik untuk penggunaan siang hari karena tipis dan mudah diaplikasikan.

Tetapi Moms harus mengoleskan losion lebih sering karena kulit menyerapnya dengan cepat. Kebanyakan losion mengandung bahan pengawet, jadi kemungkinan besar akan memicu alergi.

Lakukan test patch pada siku untuk mengetahui ada tidaknya reaksi losion pada kulit. Pastikan Moms juga mengikuti saran dari dokter apabila mendapatkan emolien apa pun dari dokter.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Pelembab Wajah untuk Anak 12 Tahun, Dijamin Aman!

Cara Menggunakan Emolien

Cara Menggunakan Emolien

Foto: Orami Photo Stocks

Menurut National Eczema Association, Moms harus mengoleskan emolien, atau pelembab apa pun, tiga menit setelah mencuci tangan, wajah, atau mandi, saat kulit Moms masih lembap.

Tepuk-tepuk tubuh Moms dengan lembut hingga kering, lalu oleskan emolien sebelum air menguap.

Oleskan emolien dengan mengoleskan sedikit pada kulit Anda, lalu mengoleskannya dengan lembut.

Moms tidak perlu mengoleskannya sepenuhnya.

Moms harus selalu menggosoknya ke bawah searah pertumbuhan rambut untuk menghindari tersumbatnya folikel rambut.

Ketika kondisi kulit telah membaik, Moms harus terus menggunakan emolien secara konsisten dan teratur untuk membantu menjaga kulit Moms tetap terhidrasi dan mencegah kambuhnya flare.

Baca Juga: Ketahui Manfaat Cuka Apel untuk Jerawat dan Kesehatan Lainnya!

Efek Samping Emolien

Efek Samping Emolien-2.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Kebanyakan emolien dapat digunakan dengan aman dan efektif tanpa efek samping. Namun, rasa terbakar, menyengat, kemerahan, atau iritasi dapat terjadi.

Jika salah satu dari efek ini bertahan atau memburuk, segera konsultasi pada dokter kulit.

Beri tahu dokter segera jika salah satu dari efek samping ada perubahan yang tidak biasa pada kulit, misalnya, memutih, tekstur aneh, terlalu berminyak pada kulit, atau tanda-tanda infeksi kulit.

Reaksi alergi yang sangat serius terhadap obat ini jarang terjadi.

Namun, segera ke dokter apabila merasakan gejala reaksi alergi yang serius, antara lain:

  • Ruam dan gatal yang berlebihan
  • Bengkak pada wajah / lidah / tenggorokan.
  • Sakit kepala
  • Kesulitan bernapas

Baca Juga: 6 Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Berminyak

Sebelum menggunakan emolien apa pun, tanyakan kepada dokter atau apoteker untuk mendapatkan saran pemakaian.

Selain itu, periksa reaksi alergi dengan mengoleskan sedikit produk ke area kulit berukuran sepeser pun. Jika tidak ada reaksi yang terjadi setelah 24 jam, kemungkinan aman digunakan.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait