01 Januari 2019

Bolehkah Mengoleskan Balsem di Bawah Lubang Hidung Balita?

Ternyata, mengoleskan balsem di bawah hidung punya dampak buruk!

Sejak dulu para orang tua biasanya mengoleskan balsem di bawah hidung balita untuk meredakan flu, batuk, ataupun hidung tersumbat. Apakah Moms juga pernah melakukannya?

Kebiasaan ini sepertinya diturunkan secara turun temurun karena rasa hangat dan aroma dari balsem dianggap bisa mengurangi gejala sakit balita.

Sayangnya, hasil penelitian terbaru justru menegaskan bahaya mengoleskan balsem pada balita, terutama di bawah lubang hidung dan pada balita berusia dibawah 2 tahun.

Supaya tidak membahayakan kesehatan balita, lebih baik cek dulu fakta berikut ini ya, Moms!

Kandungan Kamper Dalam Balsem

bolehkah mengoleskan balsem dibawah lubang hidung 1
Foto: bolehkah mengoleskan balsem dibawah lubang hidung 1

Sudah tahu belum Moms, kalau bahan yang digunakan dalam pembuatan balsem adalah kombinasi kamper dan mentol?

Walau kamper berasal dari sumber alami, tapi efeknya bisa berbahaya bagi balita bila tertelan.

Hanya mengonsumsi minyak kamper sebanyak 5 mililiter saja bisa membuat anak meninggal dunia lho, Moms!

Itulah kenapa pada tahun 1983, U.S. Food and Drug Administration mengeluarkan aturan bahwa konsentrasi kamper dalam produk seperti balsem atau vaporub tidak boleh lebih dari 11 persen.

Meningkatkan Produksi Lendir Pada Hidung

bolehkah mengoleskan balsem dibawah lubang hidung 2
Foto: bolehkah mengoleskan balsem dibawah lubang hidung 2

Menurut hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal Chest, mengoleskan balsem di bawah hidung balita berusia 2 tahun dapat meningkatkan produksi lendir dan menyebabkan penyumbatan.

Ini karena bahan balsem dianggap tubuh sebagai iritan, sehingga memproduksi lebih banyak lendir untuk melindungi saluran napas.

Produksi lendir berlebih kemudian menumpuk di saluran napas balita yang sempit sehingga hidung jadi tersumbat.

Dalam hasil studi lain, produksi lendir yang lebih kental pada hidung balita justru membuat Si Kecil lebih sulit bernapas.

Beberapa balita bahkan dilarikan ke rumah sakit karena tidak bisa bernapas setelah dioleskan balsem di bawah hidungnya.

Diduga hal tersebut terjadi karena ada balita yang sensitif atau bahkan alergi terhadap kandungan dalam balsem atau vaporub.

Baca Juga: Hati-hati, Jangan Sembarangan Mengoleskan Balsem pada Anak

Cara Kerja Balsem

bolehkah mengoleskan balsem dibawah lubang hidung 3
Foto: bolehkah mengoleskan balsem dibawah lubang hidung 3

Anggapan kalau mengoleskan balsem dan vaporub di bawah hidung dapat melancarkan saluran napas serta meredakan flu ternyata tidak tepat lho, Moms.

Menurut peneliti Bruce K. Rubin, sensasi dingin dari mentol dalam balsem hanya membuat otak berpikir kalau tubuh bisa bernapas dengan lebih mudah, padahal sebenarnya tidak.

Efek Samping Penggunaan Balsem Pada Balita

bolehkah mengoleskan balsem dibawah lubang hidung 4
Foto: bolehkah mengoleskan balsem dibawah lubang hidung 4

Menurut studi yang dilakukan oleh Dr. Ian M. Paul, ada efek samping ringan dari penggunaan balsem di bawah hidung balita.

Setidaknya 46 persen balita pengguna mengalami keluhan rasa terbakar di area kulit, hidung, atau mata.

Dalam beberapa kasus juga terlihat ruam kulit yang kemerahan. Meski begitu, semua efek samping ini termasuk ringan dan bisa ditolerir.

Selain itu, penggunaan balsem sebenarnya harus disesuaikan oleh kondisi kulit dan kondisi kesehatan balita sendiri.

Jika Si Kecil memiliki kulit sensitif, tidak dapat menahan rasa panas atau punya alergi kulit, sebaiknya tidak dioleskan balsem.

Baca Juga: Ternyata Mengoleskan Minyak Kayu Putih pada Balita Berisiko pada Kesehatan

Gunakan Sesuai Aturan

gettyimages 80018393 58bd7e315f9b58af5cb12cee
Foto: gettyimages 80018393 58bd7e315f9b58af5cb12cee

Walau minim efek samping, bukan berarti Moms boleh sembarangan mengoleskan balsem.

Untuk menghindari bahaya mengoleskan balsem pada balita, ikuti aturan umum yang berlaku, seperti:

- Tidak digunakan pada balita berusia di bawah 2 tahun.

- Tidak digunakan di sekitar area mulut, dalam lubang hidung, atau area kulit yang terluka atau rusak.

- Area kulit yang dioleskan balsem tidak boleh ditutup rapat.

- Balsem atau vaporub tidak boleh dipanaskan sebelum digunakan.

Moms perlu membawa Si Kecil ke dokter bila timbul batuk selama lebih dari 7 hari, banyak berdahak, atau batuk kronis setelah menggunakan balsem.

Setelah membaca fakta di atas, bisa disimpulkan kalau mengoleskan balsem di bawah lubang hidung balita sebenarnya tidak berbahaya tapi sangat tidak dianjurkan ya, Moms.

(WA)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.