06 Maret 2018

Minum Susu dari Botol Sebabkan Bayi Obesitas?

Bayi yang minum susu dari botol memiliki kecenderungan mengalami gangguan hati dan obesitas.

Menyusui langsung secara eksklusif memang memiliki banyak manfaat bagi Moms dan Si Kecil.

Akan tetapi, beberapa alasan seperti harus kembali bekerja kemudian memaksa Moms untuk memberikan asupan ASI maupun sufor pada Si Kecil melalui botol.

Apakah Moms sudah pernah mendengar bahwa memberikan susu menggunakan botol bisa mengakibatkan obesitas pada bayi? Bagaimana fakta mengenai hal tersebut?

Bayi yang Minum Susu dari Botol Mengalami Obesitas Saat Tumbuh Dewasa

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Professor Atul Singhal dari MRC Childhood Nutrition Research Centre di Institute of Child Healt di London, ditemukan bahwa bayi yang minum susu dari botol memiliki kecenderungan mengalami gangguan hati dan obesitas.

Melalui penelitian tersebut diketahui bahwa kurang lebih 20% orang dewasa yang mengalami obesitas disebabkan karena makan berlebih saat masih bayi.

Hal tersebut dikarenakan bayi yang minum susu dari botol lebih mudah menghisap susunya jika dibandingkan dengan bayi yang menyusu langsung. Dengan begitu, saat bayi minum dari botol akan menghabiskan takaran susu melebihi porsi yang dibutuhkan tubuhnya. Berimbas terhadap kebiasaan makan bayi di masa depan.

Melalui jurnal American Journal of Clinical Nutrition, Professor Singal dan rekan-rekannya telah menindaklanjuti anak-anak yang terlibat dalam dua penelitian yang dilakukan sejak tahun 1990-an, saat masing-masing anak tersebut masih bayi.

Beberapa diantaranya mendapatkan susu bayi dengan kandungan nutrisi tinggi – yang saat ini hanya diberikan untuk bayi prematur – dan sisanya mendapatkan susu formula biasa.

Hasilnya, anak-anak yang dahulu mendapat asupan susu bayi dengan kandungan nutrisi tinggi memiliki masa lemak pada usia 5-8 tahun, yakni 22% hingga 38% lebih baik dari anak-anak yang dahulu mengkonsumsi susu formula biasa. Peningkatan masa lemak di usia anak-anak diketahui sebagai salah satu pemicu obesitas saat usia dewasa.

Surgeon General AS melalui Tindakan untuk Dukungan Menyusui menyebutkan bahwa 32% dari peningkatan resiko obesitas terjadi pada bayi yang tidak menyusu langsung. Sementara resiko 4% turun setiap bulannya pada bayi yang menyusu langsung.

Studi yang dilakukan terhadap dua bersaudara, di mana yang satu mendapat ASI dan satunya tidak menunjukkan hasil bahwa anak yang tidak menyusu ASI memiliki berat badan 13 pound lebih banyak di usia 14 tahun dengan tinggi rata-rata.

Baca Juga : Ini Penyebab Bayi Muntah Setelah Minum Susu Formula

Teknik Memberikan Susu Melalui Botol Untuk Mencegah Kemungkinan Obesitas

Mengingat yang dikonsumsi bayi dari botol susunya adalah cairan, maka dalam meminumnya bayi butuh kontrol dan pengawasan ekstra.

Moms maupun pengasuh Si Kecil bisa menggunakan botol susu bayi dengan dot dengan lubang kecil untuk mencegah Si Kecil menghisap susu terlalu banyak.

Memberikan jeda sejenak pada Si Kecil saat meminum susu dari botol membantu perut kecilnya untuk mengenali rasa kenyang. Selain itu, pastikan bahwa pengasuh juga mengetahui tanda-tanda apa saja yang ditunjukkan saat Si Kecil sudah merasa kenyang.

Menggunakan botol susu bayi juga perlu memperhatikan ukurannya. Jika selama ini Si Kecil cenderung minum dari botol yang menampung susu lebih banyak dari yang dibutuhkannya, pengasuh harus mengurangi takaran susu yang disajikan dalam botol tersebut sesuai porsi yang seharusnya diterima Si Kecil. Pengasuh juga bisa mengajari Si Kecil berhenti minum saat sudah ada tanda-tanda kenyang.

Memang tidak semua bayi yang minum dari botol mengalami obesitas jika memperhatikan cara yang tepat dalam memberikannya.

Nah, selama ini sudahkan Moms memperhatikan bagaimana cara memberikan ASIP atau sufor untuk Si Kecil menggunakan botol?

(RGW)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.