Pernikahan & Seks

5 Mitos Tentang Orgasme yang Ternyata Salah

Agar bisa menikmati seks sepenuhnya, ketahui dulu mitos-mitos orgasme yang tidak benar berikut ini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Intan Aprilia

Orgasme seringkali diselimuti mitos dan misteri, sehingga tidak mengherankan bahwa ada begitu banyak kesalahpahaman.

Berbagai mitos orgasme yang beredar di kalangan masyarakat membuat beberapa pasangan mungkin jadi takut untuk berhubungan seks.

Nyatanya, orgasme tidaklah serumit yang dibayangkan. Peneliti seks mendefinisikan orgasme sebagai pencapaian aktivitas seksual yang dilakukan bertahap.

Untuk mencapai klimaks, Moms dan Dads bisa melakukannya secara perlahan.

Meskipun proses orgasme yang terjadi pada tiap pasangan berbeda, namun secara garis besar klimaksnya akan sama.

Mitos Orgasme dan Faktanya

Banyak wanita yang tidak memahami anatomi atau respons seksual di diri mereka sendiri, sehingga tidak mengherankan jika pasangan akan sulit memberikan kepuasan.

Bagi wanita, sangat sulit mencapai orgasme hanya dengan hubungan seks melalui vagina saja. Bahkan hampir 80 persen wanita di dunia mengklaim mereka tidak pernah mencapai orgasme.

Nah, untuk meringankan pikiran Moms dan Dads tentang berhubungan seks, berikut ini beberapa mitos orgasme dan fakta-faktanya.

1. Setiap Wanita Mengalami Orgasme Saat Berhubungan Seks

Mitos-Mitos Orgasme dan Faktanya 1.jpg

Foto: freepik.com

Karena seks sering dianggap menjadi pemicu terjadinya orgasme, maka mudah berasumsi ada masalah pada pasangan yang tidak mengalaminya.

Opini ini langsung dibantah oleh terapis Rachel Hoffman, yang mengatakan bahwa orgasme dan seks tidak selalu mengikat satu sama lain.

Orgasme bisa datang tanpa melakukan penetrasi seks, tetapi bisa juga melalui masturbasi atau foreplay.

Faktanya, hanya sekitar 18% wanita yang bisa mencapai orgasme melalui hubungan seksual saja.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Sex & Marital Therapy, pasangan bisa saja melakukan hubungan seks tetapi tidak mencapai orgasme.

Baca Juga: 3 Makanan Ini Bisa Buat Orgasme Wanita Lebih Baik

2. Moms Selalu Bisa Mengalami Multiple Orgasme

Mitos-Mitos Orgasme dan Faktanya 2.jpg

Foto: freepik.com

Mitos orgasme selanjutnya ialah, umumnya wanita selalu bisa mengalami multiorgasme. Hal ini mungkin saja terjadi, namun tidak semua wanita bisa mengalaminya.

Kondisi tiap tubuh wanita berbeda, sehingga periode refraktori, yakni waktu istirahat yang dibutuhkan setelah orgasme, jugalah berbeda. Beberapa wanita bisa mengalami banyak orgasme sementara yang lainnya sulit mengalami orgasme.

3. Menggunakan Perlindungan Akan Merusak Peluang Mengalami Orgasme

Mitos-Mitos Orgasme dan Faktanya 3.jpeg

Foto: unsplash.com

Mitos yang beredar, pengaman seperti kondom bisa mengganggu kemampuan Dads untuk membantu Moms mencapai orgasme karena mengurangi stimulus.

Hal ini tentu saja tidak berlaku bagi semua pria. Penggunaan pengaman seperti ini, bukan berarti mengurangi sensasi saat berhubungan seks.

Justru rasa aman yang Mom dan Dads rasakan ketika menggunakan kondom, bisa membuat pengalaman seks menjadi lebih baik.

Rasa aman inilah yang nantinya membuat pasangan bisa lebih mudah mencapai klimaks.

Baca Juga: 3 Hal yang Harus Diperhatikan Tentang Membersihkan Sex Toys

4. Setiap Orang Merasakan Sensasi yang Sama Saat Orgasme

Mitos-Mitos Orgasme dan Faktanya 4.jpg

Foto: freepik.com

Mungkin sulit untuk menentukan dan menggambarkan secara akurat perasaan orgasme.

Hal ini mendatangkan pertanyaan apakah orang lain merasakan sensasi yang sama? Pada faktanya, ada berbagai tingkat orgasme dan tidak semua orang dapat mengalami hal yang sama.

Ada berbagai emosi dan sensasi fisik yang diperoleh saat mengalami orgasme.

Meskipun pasti ada pengalaman yang saling berkaitan, namun sensasi yang dihasilkan dari tiap orgasme tidaklah sama.

Apa yang orang lain alami belum tentu akan Moms dan Dads alami.

5. Seks Vaginal adalah Cara Terbaik untuk Capai Orgasme

Mitos-Mitos Orgasme dan Faktanya 5.jpg

Foto: freepik.com

Kenyataannya jumlah wanita yang mencapai orgasme melalui penetrasi vagina tidaklah terlalu banyak.

Beberapa wanita mendapat rangsangan ketika melakukan seks anal atau pada bagian puting, dilansir dari studi dalam Journal of Sexual Medicine.

Sementara lainnya dapat mencapai klimaks saat berhubungan seks jika mereka memiliki stimulasi ekstra.

Menurut Society of Obstetricians and Gynaecologists of Canada, stimulasi ini bisa berupa stimulasi oral atau manual.

Kebanyakan stimulasi ini menargetkan klitoris, yakni bagian vagina yang menjadi titik paling penting bagi wanita untuk bisa mencapai orgasme.

Baca Juga: 5 Fakta Menakjubkan Tentang Orgasme Wanita

Itulah beberapa mitos orgasme yang sering beredar dan fakta-faktanya. Orgasme wanita berbeda dari pria, untuk itu jangan samakan kenikmatan seksual antara Moms dan Dads, ya.

Dengan mencari informasi yang akurat dan kredibel tentang hubungan seks tentu dapat membuat hubungan Moms dan Dads jadi lebih nyaman lagi.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait