21 Februari 2019

Nana Krip Meninggal Dunia, Kenali 5 Gejala Infeksi Paru-Paru

Kepergian Nana meninggallkan dua orang teman yang masih tersisa dari grup komedi Sersan Prambors

Kabar duka datang dari dunia hiburan tanah air, salah satu komedian senior, Nana Krip meninggal dunia..

Pria yang bernama asli Rachmana ini meninggal akibat komplikasi paru-paru yang di deritanya.

Nana menghembuskan napas terakhir pada Rabu lalu, 20 Februari 2019. Kepergian Nana meninggalkan dua orang sahabatnya mantan personil Sersan Prambors, Muklis dan Krisna.

Bicara soal penyakit yang diderita Nana Krip, inilah gejala infeksi paru-paru yang sebaiknya dipahami sejak dini:

Baca Juga: Tak Hanya Rokok, Ternyata Asap Dapur Juga Bisa Menyebabkan Kanker Paru-Paru!

Infeksi paru-paru terjadi ketika bakteri, virus, dan jamur yang kurang umum berkumpul di kantung udara seseorang dan mulai tumbuh.

Kantung udara dapat dipenuhi dengan nanah dan cairan, yang dapat membuat pernapasan menjadi lebih sulit, menyebabkan nyeri dada, dan batuk yang berbeda dari batuk kronis yang biasa terjadi.

Terkadang memang sulit untuk membedakan antara infeksi paru-paru dan penyakit lainnya, namun ini lah beberapa gejala infeksi paru-paru yang bisa dikenali:

1. Demam

Suhu tubuh normal bervariasi dari setiap orang, tetapi secara umum, sekitar 37 derajat celcius.

Bila suhu pada atau lebih tinggi dari 38 derajat celcius, adalah salah satu tanda bahwa mungkin memiliki infeksi paru-paru. Selain demam, tubuh juga kedinginan atau gemetar.

2. Napas Tersengal

Dilansir dari situs mayoclinic.org, sesak nafas, atau dispnea, adalah salah satu gejala utama infeksi paru.

Terlebih jika mulai memburuk, ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang mengembangkan infeksi paru-paru dan perlu segera berkonsultasi dengan dokter.

Selain perasaan sesak napas, pernapasan cepat atau disebut takipnea dan denyut jantung yang cepat juga bisa menjadi tanda-tanda infeksi paru-paru.

3. Batuk Berdahak

Batuk memang bermacam-macam jenisnya, namun batuk yang memburuk dan menjadi lebih produktif, yang berarti ada lebih banyak lendir, mungkin merupakan tanda bahwa tubuh menderita infeksi paru-paru, dan memerlukan perawatan medis. Lendir batuk produktif juga dikenal sebagai dahak.

4. Perubahan Lendir

Ketika menderita infeksi paru-paru, produksi lendir tidak hanya meningkat secara jumlah tetapi juga umumnya semakin kental dan lengket serta terjadi perubahan warna. Bahkan tak jarang lendir juga dapat memiliki bau busuk.

Baca Juga: 4 Jenis Benjolan yang Ternyata Bukan Kanker Payudara

5. Nyeri Dada Pleuritik

Nyeri dada yang terkait dengan infeksi paru-paru sering digambarkan sebagai rasa sakit yang tajam di satu sisi yang semakin memburuk saat bernapas dalam dan disebut nyeri dada pleuritik. Mungkin juga terasa seperti tekanan atau sesak di dalam dada.

Nyeri dada pleuritik tidak selalu merupakan infeksi paru-paru, karena berarti dapat menunjukkan masalah lain yang terjadi di paru-paru atau bahkan jantung. Namun yang pasti nyeri pada dada benar-benar harus diwaspadai.

Banyak kuman yang bisa menyebabkan infeksi paru dan yang paling umum adalah bakteri dan virus di udara yang kita hirup.

Tubuh biasanya mencegah agar kuman-kuman ini tidak menginfeksi paru-paru. Tetapi terkadang kuman-kuman ini dapat mengalahkan sistem kekebalan, meskipun kesehatan secara umum dalam kondisi baik.

Melihat besarnya risiko infeksi paru yang mungkin terjadi maka sebaiknya semakin waspadalah terhadap udara sekitar. Bila perlu, selalu gunakan masker saat pergi ke daerah yang memiliki banyak polusi udara.

 

(MDP)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.