Rupa-rupa

RUPA-RUPA
1 Februari 2019

Bertahan 3 Jam di Pohon, Nenek Ini Selamatkan Cucu di Banjir Sulawesi

Nur Janna bertahan hingga 3 jam di pohon
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (mentari.delita)
Disunting oleh (mentari.delita)

Foto: kompas.com/Abdul Haq

Banjir yang melanda Kabupaten Gowa, Sulawesi selatan merenggut banyak korban jiwa, salah satunya seorang nenek berusia 70 tahun, Nur Janna.

Ia meninggal setelah menyelamatkan cucunya yang masih berusia 2 tahun, Waliziab Muhammad Nur. Dilansir dari Kompas.com, Inilah fakta seputar nenek yang berhasil selamatkan cucunya tersebut:

Bertahan Selama 3 jam di Sebuah Pohon

Saat banjir melanda perumahan di Kompleks BTN Zigma Royal Part, Nur Janna sontak langsung memegang erat cucunya yang masih berusia 2 tahun.

Keduanya sempat terseret arus banjir, kemudian berhasil selamat setelah mendapatkan pelampung dari warga.

Sayangnya aliran banjir yang terlalu deras membuat mereka akhirnya kembali terseret hingga akhirnya berpegangan pada sebuah pohon.

Selama kurang lebih 3 jam Nur Janna bertahan hingga berhasil dievakuasi oleh tim SAR.

Nur Janna Meninggal Dunia

Segera setelah berhasil dievakuasi, Nur Janna dilarikan ke Rumah Sakit Syekhh Yusuf, Gowa.

Setelah kurang lebih satu jam menjalani perawatan, Nur Janna akhirnya meninggal dunia.

Ia menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 17.40 waktu setempat, hasil pemeriksaan mengatakan bahwa perempuan berusia 70 tahun tersebut mengalami serangan jantung dan terlalu banyak menelan air kotor.

Menantu korban, Nurfadiansyah mengatakan "Hasil diagnosis dokter, ibu mertua saya mengalami serangan jantung dan terlalu banyak menelan air kotor dan sempat diberikan rawat jalan dan beristirahat di rumah keluarga," jelasnya pada Kompas.com. 

Baca Juga: Selfie dan 5 Hal yang Tidak Pantas Dilakukan Saat Bencana

Dievakuasi Setelah Tim SAR Terima Foto Dari Warga

Saat banjir melanda, Nurfadiansyah, sang menantu sedang tidak berada di rumah.

Ia hanya sempat menelepon ibu mertuanya tersebut untuk menyelamatkan diri.

Tak hanya itu, ia juga meminta para warga setempat untuk mengambil foto keadaan sang ibu.

Foto itulah ang kemudian dikirimkan ke Basarnas untuk meminta pertolongan perahu karet.

Dikenal Sebagai Sosok yang Tangguh

Melihat bagaimana perjuangan Nur Janna menyelamatkan sang cucu tentulah membuat banyak orang berdecak kagum.

Rupanya Nur Janna sendiri memang sudah dikenal sebagai sosok yang tangguh.

Terutama bagi keluarganya, ia merupakan sosok orang tua yang sangat hebat.

Meski sebagai orang tua tunggal yang banting tulang sendirian ia berhasil menjadikan dua anaknya sebagai dokter.

Sedangkan dua anak lainnya masih berstatus mahasiswi di perguruan tinggi negeri dan swasta di Makassar

Baca Juga: Antisipasi Bencana, Yuk Mulai Siapkan Bug Out Bag di Rumah!

Mantan Seorang Reporter

Siapa sangka Nur Janna merupakan mantan seorang reporter TVRI di Ujung Pandang.

Tidak berhenti sampai di situ, saat tak lagi menjadi seorang reporter, ia menjabat sebagai Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (Kabid Paud) Dinas Pendidikan Kota Palopo sampai saat terakhir hidupnya.

Tak hanya keluarga Nur Janna saja yang merasakan kepedihan ditinggal orang terkasih, bencana yang telah memakan puluhan korban jiwa ini juga tentu telah meninggalkan luka di hati banyak keluarga.

(MDP)

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait