08 Maret 2019

Nyaman Atau Bosan dalam Pernikahan? Kenali Perbedaannya

Jika belum merasakan kedamaian, jangan-jangan Moms dan pasangan memang bukan belahan jiwa


Hidup bersama dengan pasangan dalam waktu yang lama dalam ikatan pernikahan tentu jadi tujuan mulia saat memulai rumah tangga. Tapi, karena sudah lama hidup bersama, tak jarang hubungan pun jadinya terasa biasa-biasa saja.

Pernahkah Moms mempertanyakan perbedaan antara bosan dan nyaman dalam suatu hubungan? Apakah Moms benar-benar bosan? Apakah lalu jadi meragukan apakah he's not the one?

Dikutip dari Elitedaily.com, bisa jadi pasangan Moms memang bukan yang terbaik dan Moms jadi merasa bosan dengan hubungan yang tidak terasa sempurna itu.

Tapi, bisa jadi juga Moms dan pasangan adalah pasangan yang sempurna. Namun, Moms baru saja tiba di suatu titik, ketika hubungan terasa kehilangan gereget dan Moms hanya menikmati cinta yang nyaman.

Ada beberapa tanda sederhana yang dapat membantu Moms membedakan apakah itu kebosanan atau kenyamanan. Yang jelas, kebosanan tidak pernah diinginkan dalam suatu hubungan, ya meskipun, kadang-kadang, itu terjadi.

Nah, jika sudah mencapai kebosanan yang panjang, Moms mungkin hanya berada di ujung garis hubungan ini.

Sedangkan kenyamanan sebenarnya hal yang baik. Itu berarti Moms dan pasangan bisa jadi diri sendiri dan Moms bahagia bersama. Itu adalah sesuatu yang secara alami terjadi dalam hubungan cinta.

Jadi yang mana yang Moms rasakan? Di bawah ini adalah lima perbedaan antara kebosanan dan kenyamanan.

1. Kebosanan Datang dengan Keinginan untuk Sesuatu yang Baru, Kenyamanan Tidak

o happy couple facebook
Foto: o happy couple facebook

Foto: Thetrentonline.com

Kebosanan pada dasarnya berarti Moms bosan. Itu berarti Moms merasa buntu dan menginginkan sesuatu yang batu. Kunci dari kebosanan adalah rasanya Moms telah kehabisan semua opsi dengan pasangan.

Kenyamanan, di sisi lain, tidak datang dengan keinginan untuk sesuatu yang baru. Perasaan nyaman lebih seperti Moms akhirnya berada di rumah dan dapat bersantai setelah hari yang panjang.

Sepertinya pasangan Moms adalah "rumah". Mereka adalah orang yang Moms inginkan untuk bersama.

Di antara keduanya, kenyamanan jelas merupakan emosi yang lebih baik untuk cinta jangka panjang. Namun, jika merasa sedang mencari sesuatu yang baru, Moms mungkin bosan.

Baja Juga : Hati-Hati! 6 Kesalahan Ini Membuat Rumah Tangga Berantakan

2. Kebosanan Membutuhkan Solusi, Kenyamanan Sudah Sempurna

unhappy couple in bed missing intimacy
Foto: unhappy couple in bed missing intimacy

Foto: Couplecounselingmd.com

Ketika bosan, Moms mungkin akan putus asa mencari solusi. Lagipula, kebosanan biasanya berarti Moms kekurangan pilihan dan kegembiraan. Ketika itu terjadi, Moms akan mencoba mengatasinya.

Dalam suatu hubungan, "solusi" itu bisa berupa mencoba membumbui sesuatu dengan pasangan atau itu bisa berarti mengakhiri dan menemukan seseorang yang baru.

Di sisi lain, ketika merasa nyaman dengan orang lain, Moms hanya akan merasa senang. Moms akan merasa seperti ditakdirkan untuk bersama dan tidak ada rencana untuk mencari apa pun.

Jika kenyamanan adalah apa yang Moms rasakan, kemungkinan hubungan akan bertahan lama.

3. Kebosanan Berarti Tidak Bahagia, Kenyamanan Berarti Bahagia

happy couple 1200x750
Foto: happy couple 1200x750

Foto: Swaggiri.com

Kebosanan pada umumnya bukan emosi positif. Ketika Moms merasa bosan dalam suatu hubungan, kemungkinan besar juga merasa tidak bahagia.

Jika kebosanan yang Moms alami, mungkin saatnya memeriksa apakah Moms dan pasangan lebih baik tanpa satu sama lain.
Di sisi lain, dengan kenyamanan, Moms akan merasa bahagia. Bahkan, Moms mungkin akan merasa senang karena menemukan seseorang yang sepertinya berhasil membuat Moms menjadi diri sendiri.

Perhatikan perasaan yang datang bersama dengan perasaan bosan atau nyaman. Jika Moms merasakan kebahagiaan, ini artinya Moms sudah menemukan orang yang tepat, yakni pasangan Moms.

4. Kebosanan Artinya Ingin Berpisah, Kenyamanan Artinya Merasa Aman

unhappy couple
Foto: unhappy couple

Foto: Medicalnewstoday.com

Ketika bosan dan kemudian menyadari bahwa Moms tidak bahagia, respons alami Moms berikutnya mungkin akan mulai mencari jalan keluar dari hubungan yang tengah dijalani.

Jika sudah memikirkannya dan menyadari bahwa Moms benar-benar bosan dan tidak bahagia, tidak banyak yang bisa Moms lakukan untuk tetap berada dalam hubungan.

Namun, dengan kenyamanan, Moms akan merasa aman dalam pelukan cinta. Moms tidak ingin pergi. Kenyamanan akan membuat Moms merasa terlindungi dalam hubungan.

Kebosanan mungkin mendahului perpisahan. Kenyamanan justru akan mendahului cinta seumur hidup.

Baca Juga : Hubungan Suami Istri Setelah Punya Anak, Benarkah Jadi Lebih Dekat?

5. Kebosanan adalah Keresahan, Kenyamanan adalah Kedamaian

happy couple smiling miami beach dentist dr cascante
Foto: happy couple smiling miami beach dentist dr cascante

Foto: Drocascante.com

Kebosanan secara alami datang dengan perasaan gelisah. Moms tidak bahagia, Moms tidak bisa memikirkan hal-hal menarik untuk dilakukan, dan pasangan sudah mulai bosan dengan hubungan yang dijalani.

Moms pasti akan mencari cara untuk menghilangkan kebosanan itu, termasuk, jika harus, meninggalkan hubungan.

Sebaliknya, hubungan yang nyaman akan menghadirkan perasaan damai yang luar biasa. Jika Moms belum menemukan perasaan itu, bisa jadi karena Moms belum menemukan pasangan yang tepat.

Meskipun mungkin tampak mirip, perbedaan antara kebosanan dan kenyamanan dalam hubungan cukup mencolok. Kenyamanan datang dengan banyak emosi positif, sementara kebosanan sebagian besar datang dengan yang negatif.

Baca Juga : Ternyata Ini 8 Manfaat Pelukan dengan Suami Setiap Hari

Jadi, bagaimana? Apakah yang Moms rasakan adalah perasaan bosan atau nyaman? Share yuk!

(AND)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.