17 Desember 2020

Pemberian Vaksin COVID-19 Dipastikan Gratis, Berikut 5 Faktanya

Presiden Jokowi juga jadi orang pertama yang disuntik

Beberapa waktu lalu, diketahui bahwa vaksin COVID-19 sudah masuk ke Indonesia. Lalu, disebutkan bahwa harga kisaran vaksin COVID-19 ini yaitu Rp200 ribu.

Mengutip siaran pers pada situs Satuan Tugas Penanganan COVID-19 19 Oktober lalu, pemerintah mempertimbangkan untuk melindungi seluruh masyarakat saat menjawab pertanyaan soal harga vaksin COVID-19.

Corporate Secretary PT Bio Farma Bambang Heriyanto, mengatakan harga vaksin COVID-19 berada di kisaran Rp200 ribu. Harga itu, kata Bambang, masih perkiraan yang kemungkinan bisa di bawah atau lebih tinggi.

Tidak heran, pembahasan ini panas di media sosial. Pasalnya, beberapa negara justru memberikan secara gratis dan meyakinkan kalau vaksin akan tersedia untuk semua masyarakat tanpa terkecuali dan tanpa biaya.

Isu vaksin berbayar di Indonesia juga semakin memanas usai unggahan Instagram @forumhumasbumn bertajuk 'Bisnis Vaksin Corona Bakal Semakin Menyehatkan Holding BUMN Farmasi' pada Senin (14/12).

Akun Instagram tersebut menyatakan kalau 'bisnis vaksin' untuk memperkuat holding BUMN farmasi.

Sayangnya, unggahan ini sudah dihapus, dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakinkan kalau vaksin COVID-19 akan diberikan gratis untuk seluruh masyarakat Indonesia, lewat unggahan di Instagram resminya.

Lalu, seperti apa fakta-fakta tentang pemberian vaksin COVID-19 gratis? Simak lebih lanjut berikut ini, Moms.

Baca Juga: Selain Vaksin Sinovac, 5 Vaksin COVID-19 Ini Juga Resmi Digunakan di Indonesia

1. Pemberian Vaksin COVID-19 Dipastikan Gratis

pemberian vaksin COVID-19 gratis
Foto: pemberian vaksin COVID-19 gratis

Foto: Orami Photo Stock

Presiden Jokowi menyampaikan perkembangan terkait vaksin COVID-19. Dalam paparannya, Jokowi menyebut vaksin COVID-19 akan tersedia gratis untuk seluruh masyarakat Indonesia.

"Jadi setelah menerima banyak masukan dan setelah melakukan kalkukasi ulang mengenai keuangan negara dapat saya sampaikan bahwa vaksin COVID-19 untuk masyarakat adalah gratis. Sekali lagi gratis dan tidak dikenakan biaya sama sekali," kata Jokowi di Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (16/12/2020).

Presiden Jokowi juga menyebut telah memerintahkan seluruh jajaran kabinet, kemeterian, lembaga, untuk memprioritaskan program vaksinasi pada tahun anggaran 2021.

2. Presiden Jokowi Jadi Orang yang Pertama Disuntik

Kontroversi Presiden Jokowi Sebut Tak Ada Larangan Mudik Saat Pandemi COVID-19.jpg
Foto: Kontroversi Presiden Jokowi Sebut Tak Ada Larangan Mudik Saat Pandemi COVID-19.jpg (inakoran.com)

Foto: inakoran.com

Untuk menambah keyakinan masyarakat terhadap vaksin COVID-19, Presiden Jokowi juga bersedia mendapat suntikan pertama.

"Saya yang akan menjadi penerima pertama, divaksin pertama kali. Hal ini untuk memberikan kepercayaan dan keyakinan kepada masyarakat bahwa vaksin yang digunakan, aman," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah membuat dua skema pemberian vaksin COVID-19 yakni vaksin program dengan sasaran kelompok tertentu yang tidak dipungut biaya dan vaksin mandiri atau berbayar.

Saat ini ada 1,2 juta vaksin Sinovac yang tiba di Indonesia. Dosis berikutnya akan datang menyusul secara bertahap di akhir tahun 2020 dan awal 2021.

Baca Juga: 5 Fakta Vaksin Corona Sinovac yang Mulai Diuji Coba Hari Ini, Bikin Kebal Selamanya?

3. Pemberian Vaksin Dimulai Januari 2021

vaksin COVID-19
Foto: vaksin COVID-19

Foto: Orami Photo Stock

Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengatakan, proses vaksinasi akan dimulai Januari 2021 mendatang. Proses vaksinasi akan lakukan secara bertahap.

Dimulai pada Januari dan seterusnya hingga seluruh masyarakat mendapatkan vaksin.

Presiden Jokowi menegaskan vaksin gratis itu akan diprioritaskan untuk tenaga medis. Mulai dari dokter, suster hingga tenaga kesehatan. Selain itu para aparat TNI dan Polri juga akan didahulukan.

Untuk vaksinasi sendiri pemerintah menargetkan bisa menyuntikkan vaksin kepada 70% penduduk Indonesia atau sekitar 182 juta orang.

4. Anggaran Negara Cukup

pendaftaran vaksin COVID-19
Foto: pendaftaran vaksin COVID-19

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum Indonesia, beberapa negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Belgia, Arab Saudi, Perancis, India dan Singapura sudah lebih dahulu berencana menggratiskan vaksin COVID-19 untuk warganya.

Tidak heran, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) juga meyakinkan pemerintah untuk mengratiskan vaksin apalagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 diyakini cukup untuk vaksin.

APBN 2021 alokasi anggaran pengadaan vaksin COVID-19 sebesar Rp 18 triliun.

Dari anggaran tersebut, sebesar Rp3,7 triliun dipakai untuk vaksinasi dan Rp1,3 triliun untuk pengadaan sarana dan prasarana penunjang program pengadaan vaksin dan vaksinasi.

Bahkan anggaran pengadaan vaksin COVID-19 masih sangat mungkin dinaikkan dari plafon pada APBN 2021 sebesar Rp23 triliun.

Baca Juga: 5 Artis dan Tokoh yang Jadi Relawan Vaksin Corona, Siapa Sajakah?

5. Pentingnya Vaksin Gratis untuk Herd Immunity

vaksin COVID-19 gratis-5
Foto: vaksin COVID-19 gratis-5

Foto: Orami Photo Stock

Pemberian vaksin COVID-19 gratis atau ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah dapat bermanfaat dalam membentuk herd immunity atau kekebalan masyarakat.

Jika hal ini tidak tercapai, maka COVID-19 dapat menjadi penyakit endemik, dan pemulihan kesehatan masyarakat akan memakan waktu lebih lama.

"Jadi kalau vaksinasi tak mencapai herd immunity, penyakit ini bisa jadi endemik. Tapi sebelumnya, akan banyak korban seperti yang terjadi pada penyakit Ebola di Afrika," ujar Dicky Budiman, pakar epidemiologi dari Griffith University, mengutip BBC News Indonesia, Minggu (13/12).

Lebih lanjut, Dicky menjelaskan, keberhasilan mengatasi pandemi COVID-19 akan tercapai jika efektivitas vaksin dipastikan mencapai 90%, lalu R atau angka reproduksi virus corona di bawah 1, dan cakupan penerima vaksin mencapai 90%.

Jika ketiga syarat di atas bisa dilakukan, maka herd immunity akan berhasil.

Itu dia Moms, beberapa fakta tentang pemberian vaksin COVID-19 gratis. Nampaknya, kini sudah bisa lebih tenang ya Moms.

Namun, jangan lupa tetap ikuti protokol kesehatan 3M!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.