9 Mei 2022

Produk Perawatan Bayi Organik vs Low Hazard, Mana yang Lebih Baik untuk Baby Newborn dan Si Kecil yang Sensitif?

Pastikan produk yang digunakan aman
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Moms, memilih produk perawatan bayi tidak boleh sembarangan. Alasannya, kondisi kulit mereka masih sangat sensitif dan sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang.

Si Kecil membutuhkan produk yang bisa merawat kulit tanpa membuatnya iritasi.

Produk perawatan bayi berbahan low hazard dan organik dapat menjadi pilihan yang tepat.

Sebelum memutuskan untuk menggunakan produk low hazard dan organik, yuk ketahui penjelasan lebih lanjut mengenai bahan tersebut!

Baca Juga: 10 Tips Mudah Perawatan Kulit Bayi Baru Lahir, Bantu Cegah Iritasi Kulit!

Apa Itu Bahan Low Hazard dan Organik ?

produk perawatan bayi

Foto: Orami Photo Stock

Low Hazard adalah parameter untuk mengetahui bahwa produk perawatan menggunakan bahan yang ramah dan aman untuk kulit.

Melansir Occupational Safety and Health Administration, low hazard tidak hanya memberikan klasifikasi kandungan bahaya dalam suatu produk, tetapi juga informasi bahaya suatu kandungan pada produsen dengan cara memberikan pemahaman tentang bahaya bahan kimia.

Artinya, produk low hazard pada produk bayi sudah dipastikan tidak menggunakan bahan kimia yang berlebihan dan terjamin keamananya untuk digunakan pada kulit Si Kecil.

Sedangkan Produk organik adalah bahan alami yang berasal dari tanaman.

Namun bukan tanaman 'biasa', tanaman dalam produk organik adalah tanaman yang diproduksi menggunakan metode pertanian organik.

Metode pertanian organik diproduksi dengan bahan non-sintesis, mulai dari penggunaan pupuk organik, hingga tidak adanya pestisida.

Tanaman tersebut lalu diambil ekstraknya untuk menjadi bahan pembuat skincare dan makeup. Ekstrak tersebut berbentuk senyawa kimia alami.

Produk organik juga menawarkan berbagai manfaat kebutuhan kulit, seperti kandungan antioksidan.

Produk organik juga berbeda dengan hypoallergenic.

Hypoallergenic adalah uji yang menyatakan suatu produk mengandung sedikit zat penghasil alergi yang dikenal sebagai alergen atau tidak menyebabkan reaksi alergi.

Melansir Food and Drug Administration (FDA), kata "hypoallergenic" pada label juga tidak berarti produk tersebut tidak akan menimbulkan reaksi alergi pada beberapa pengguna.

Sehingga produk yang kandungannya sudah low hazard atau green index, dan teruji hypoallergenic tested artinya produk tersebut aman digunakan daily use untuk kulit sensitif/baby newborn.

Hal ini karena bahan atau material nya safety dan juga sudah Hypoallergenic.

Baca Juga: 8 Bahan Skincare Bayi yang Berbahaya, Yuk Hindari!

Perbedaan Produk Perawatan Bayi dengan Bahan Low Hazard dan Organik ke Kulit Bayi

produk perawatan bayi

Foto: Orami Photo Stock

Fungsi bahan low hazard dan organik sebenarnya berbeda.

Kulit bayi baru lahir 5 kali jauh lebih tipis dibanding kulit orang dewasa.

Selain itu, indra peraba bayi belum berkembang optimal, sehingga membuatnya lebih rentan terkena infeksi akibat kuman, bakteri, serta reaksi terhadap bahan kimia yang keras.

Dengan menggunakan produk yang low hazzard, memastikan Si Kecil menggunakan produk dengan bahan yang alami sehingga aman meski digunakan setiap hari dalam jangka waktu panjang.

Low hazard termasuk bahan alami.

Produk dengan bahan alami murni juga dibuat dengan benar-benar diambil dari alam (bisa berupa sari tumbuhan, maupun bahan alami lain yang baik untuk kulit) tanpa ada penambahan bahan kimia.

Meski produk biasanya mencantumkan bahasa latin untuk kandungannya, jika Moms mengeceknya, nama latin tersebut mengartikan tumbuhan tertentu.

Produk organik, dapat melindungi Si Kecil dari paparan bahan kimia dan sintesis berbahaya.

Suatu produk dapat diklaim organik karena mengandung 80% bahan tumbuhan atau essensial oil dari yang sifatnya organik.

Produk organik terkadang atau beberapa masih menggunakan paraben (pengawet) dan biasanya tidak 100% organik.

Hal ini karena ada komponen lain yang non organic. Sedangkan low hazard sudah pasti tidak menggunakan paraben, karena tidak masuk kategori low hazard.

Environmental Working Group (EWG), yang berpusat di Washington, Amerika Serikat, bekerja menciptakan sistem rating keamanan produk perawatan tubuh, wajah, juga kosmetik.

EWG menilai produk pada skala 1-10: Skor 1-2 menunjukkan bahaya rendah (low hazard), 3-6 menunjukkan bahaya sedang (moderate hazard), dan 7-10 (high hazard) menunjukkan bahaya tinggi.

Riset ini menemukan bahwa, semakin tinggi skor, maka semakin tinggi juga bahan kimia yang dikandung dalam produk skincare.

Bahan kimia ini dapat menyebabkan kulit sensitif, menyebabkan iritasi pada kulit, alergi, hingga kanker kulit.

Penelitian IOP Conference Series Earth and Environmental Science juga menambahkan, bahawa bahan kimia hazard dilarang ditambahkan secara berlebihan karena menyebabkan efek samping pada kulit.

Maka dari itu, lebih baiknya Moms memilih low hazard pada produk perawatan bayi.

Oleh karenanya, bayi dengan kulit sensitif cenderung aman menggunakan produk dengan label ini.

Namun, tentu saja hypoallergenic tidak 100% aman, tetapi paling tidak jauh lebih aman dari produk lain yang banyak kandungan alergennya.

Baca Juga: Menggunakan Produk Skincare Natural untuk Bayi, Apakah Perlu?

Selain memilih produk yang kandungannya low hazard dan hypoallergenic, Moms harus pastikan juga produknya tidak mengandung bahan deterjen SLS.

SLS atau sodium lauryl sulfate adalah zat kimia yang bersifat surfaktan yang memiliki efek pengental dan kemampuan menghasilkan busa.

Kandungan SLS ini diperoleh dari minyak kelapa sawit yang mengalami proses produksi sehingga terdapat campuran kimiawi di dalamnya.

Sebuah penelitian Journal of the American College of Toxicology mengatakan, SLS menyebabkan iritasi kulit, mata, mual, muntah, dan diare.

Bahaya lain dari SLS adalah, jika tubuh tak bisa memecah zat ini, maka akan mengendap dalam kulit. Bahan ini juga mempunyai resiko jangka panjang.

Jika Si Kecil memiliki alergi kulit, biasanya kandungan SLS ini akan lebih mudah lagi menyebabkan timbulnya dermatitis.

Dr. Anita Sturnham, dokter spesialis kulit, menjelaskan saat menggunakan produk kandungan SLS akan terasa sensasi ketarik dan kesat karena minyak alami dalam kulit hilang.

"Hal ini akan diperparah jika seseorang memiliki kondisi kulit khusus seperti eksim dan jerawat." ujarnya.

Jadi, sebaiknya dalam pemilihan produk baby skincare Moms harus semakin cermat dengan selalu memperhatikan komposisi dari tiap produknya.

Moms bisa memilih kandungan produk baby skincare yang aman, seperti oat kernel.

Melansir Journal of Drugs in Dermatology, oat kernel merupakan bahan pengobatan topikal yang sudah digunakan sejak berabad-abad untuk mengobati berbagai masalah kesehatan kulit, seperti kulit kering, ruam kulit, dan eksim.

Manfaat tersebut berasal dari kandungan senyawa bernama koloid, yang mampu melembapkan kulit yang sensitif.

Maka dari itu, produk dengan kandungan oat kernel sangat aman digunakan oleh Si Kecil, terlebih kulit bayi masih sangat sensitif.

(ADV)

  • https://www.researchgate.net/publication/305469090_Perspective_of_Natural_Products_in_Skincare
  • https://www.intechopen.com/chapters/65686
  • https://www.ewg.org/skindeep/
  • https://www.everydayhealth.com/skin-beauty/what-are-natural-skin-care-products-are-they-better-you/
  • https://www.elle.com/uk/beauty/skin/a29104120/organic-skincare/
  • https://nolisoli.ph/59486/skincare-hazard-csanjose-20190320/
  • https://thegoodfaceproject.com/articles/7_apps_that_check_the_ingredients_in_your_beauty_products
  • https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/what-is-sodium-lauryl-sulfate#takeaway
  • https://journals.sagepub.com/doi/pdf/10.3109/10915818309142005
  • https://www.researchgate.net/publication/303877443_Colloidal_Oatmeal_Avena_Sativa_Improves_Skin_Barrier_Through_Multi-Therapy_Activity
  • https://www.researchgate.net/publication/342280599_Toxicity_and_Effect_of_Chemicals_in_Skin_Care_Products_on_Human_Health
Produk Rekomendasi

Tools untuk Si Kecil

Artikel Terkait