14 April 2021

Seo Ye Ji Posesif dengan Kim Jung-Hyun, Apa Penyebab Seseorang Posesif dengan Pasangannya?

Posesif bisa memberikan dampak buruk untuk hubungan dengan pasangan dan orang lain
Seo Ye Ji Posesif dengan Kim Jung-Hyun, Apa Penyebab Seseorang Posesif dengan Pasangannya?

Foto: topstarnews.net

Aktris Seo Ye Ji yang membintangi drama "It's Okay to Not Be Okay" dituding bersikap posesif saat berpacaran dengan Kim Jung-Hyun. Hal ini membuat aktor ini bersikap tak profesional saat syuting drama "Time" 2018 lalu.

Karena ini, sikap Kim Jung-Hyun dikabarkan membuat lawan mainnya kala itu, Seohyun SNSD, menjadi tidak nyaman.

Hal tersebut mengganggu situasi sehingga proses pengambilan gambar berantakan hingga akhirnya Kim Jung Hyun mundur dari drama tersebut.

Adapun Seo Ye Ji, dianggap banyak orang memiliki sikap posesif, dan bahkan seorang reporter menyebutkan kalau Seo Ye Ji juga memiliki pribadi yang "psycho" seperti perannya di drama It's Okay to Not Be Okay.

Memiliki sikap posesif terhadap pasangan merupakan masalah yang umum terjadi dalam menjalin hubungan. Sayangnya, tidak sedikit orang yang menyadari kalau ia memiliki sifat posesif terhadap pasangannya.

Lalu, apa yang membuat seseorang memiliki sifat posesif, dan apa tanda-tanda serta cara menanganinya? Simak penjelasannya lebih lanjut berikut ini.

Baca Juga: Simak Kronologi Lesty Kejora Sebut Siti Badriah Pedangdut dengan Suara "Terjelek"

Penyebab Seseorang Posesif

tanda pasangan posesif 3.jpg
Foto: tanda pasangan posesif 3.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Sifat posesif bisa menjadi masalah serius yang mengarah ke masalah hubungan lainnya. Diantaranya termasuk kecemburuan, pelecehan, paranoia, atau menguntit (stalking).

Posesif pada dasarnya disebabkan oleh rasa ketakutan akan kehilangan terhadap seseorang. Orang yang posesif khawatir pasangannya akan meninggalkan mereka. Ini menciptakan perasaan takut, marah, dan sedih.

Kepercayaan adalah aspek penting dari hubungan yang sehat. Sifat posesif sering kali berasal dari rasa tidak aman yang terkait dengan hubungan yang dimiliki.

Mereka khawatir pasangannya tidak dapat dipercaya dan memiliki ketakutan kronis akan penolakan dari pasangannya. Orang dengan gangguan ini sering kali mengalami perubahan suasana hati.

Selain itu, mereka juga menunjukkan sikap posesif yang ekstrem dalam upaya menghindari perasaan ditinggalkan.

Baca Juga: Simak Deretan Artis yang Menjalani Puasa Ramadhan Pertama Sebagai Ibu!

Tanda-tanda Seseorang Posesif

posesif terhadap pasangan 2.jpg
Foto: posesif terhadap pasangan 2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Karena setiap pasangan memiliki proses serta cara yang berbeda-beda dalam menjalani hubungan, sulit untuk mengetahui kapan sikap posesif pasangan melewati batas dari kasih sayang normal, dan menjadi perilaku yang mengontrol dan kasar.

Namun, ada beberapa tanda-tanda posesif dan yang bisa Moms pahami dan pelajari. Mengutip Web MD, berikut beberapa tanda yang harus diperhatikan:

1. Bergerak Terlalu Cepat

Awal dari hubungan romantis memang bisa 'memabukkan', tetapi jika pasangan mempercepat hubungan dengan mengatakan "Aku mencintaimu" dengan sangat cepat, atau ingin hidup bersama terlalu cepat, itu bisa menjadi tanda posesif.

2. Memantau Jadwal

Sangat umum bagi pasangan untuk berbagi jadwal mereka, dan saling memberi tahu bila ada perubahan sepanjang hari. Tetapi jika pasangan ingin tahu di mana Moms berada selama seharian penuh, tidak diragukan lagi mereka bersikap posesif.

"Seorang pasangan posesif ketika mereka menuntut waktu Anda (atau) mengontrol jadwal Anda," terang Jill Sylvester, LMHC, konselor kesehatan mental berlisensi, mengutip Bustle.

3. Mengintip atau Stalking

Karena orang dengan rasa cemas dan insecurity memiliki tingkat kepercayaan yang lebih rendah, mereka cenderung melanggar privasi dengan mengintip atau stalking terhadap pasangannya.

Ini termasuk memeriksa chat di ponsel, memantau email, atau membaca postingan media sosial.

4. Bersikap Mengontrol Pasangannya

Jika pasangan posesif, mereka mungkin ingin menghabiskan seluruh waktu luang dengan pasangannya. Padahal, seseorang perlu membina hubungan yang sehat dengan teman dan keluarga, bukan hanya dengan pasangan romantisnya.

Pasangan posesif bisa mengganggu waktu sosialisasi pasangannya dengan orang-orang penting lainnya seperti keluarga, teman, dan rekan kerja lain, dan hal ini dapat membahayakan hubungan relasi yang lain.

Pasangan yang merasa harus terus mengawasi berarti tidak menghargai privasi, tidak menghargai waktu sendiri, selalu ingin tahu jadwal harian pasangan, menghubungi sepanjang hari, dan selalu ingin menghabiskan waktu bersama. Ini menjadi tanda pasangan posesif.

Baca Juga: Selain Audi Marissa, 5 Selebriti Ini Juga Pernah Berjuang Merawat Bayi Prematur

Cara Menangani Sifat Posesif

tanda pasangan posesif 2.jpg
Foto: tanda pasangan posesif 2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Sifat posesif pada seseorang bisa dikendalikan, karena itu penting untuk mencari tahu tanda-tanda sifat posesif.

Sifat posesif adalah tentang masalah yang ada dalam diri mereka sendiri, baik itu tentang ketidakamanan (insecurity), kecemasan, atau kemungkinan gangguan kepribadian.

Yakinkan pasangan tentang adanya kasih sayang untuk mereka dan keadaan akan hubungan yang tengah dijalani. Jika sifat posesif telah melewati batas menuju pelecehan, yakinkan pasangan mengenai stabilitas hubungan yang tengah dijalani.

Jika dengan meyakinkan pasangan tidak membantu dalam menangani sikap posesif, mungkin langkah selanjutnya bisa dengan melakukan terapi.

Ini dapat membantu mengatasi masalah di masa lalu dan juga bisa menjadi titik balik dalam menjalani hubungan sebagai pasangan.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.