Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Rupa-rupa | Dec 22, 2017

Setelah Bekerja Keras untuk Keluarga, Moms Berhak Dapat Apresiasi!

Bagikan


me time

Kalau sudah jadi ibu, me time rasanya jadi jauh lebih berharga dibanding saat masih sendiri. Waktu Moms sehari-hari habis saja untuk mengurus anak, suami, dan rumah.

Hal ini dikuatkan oleh Survei Kesehatan Wanita Indonesia 2017 yang dilakukan oleh Fonterra Brands Indonesia dan Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI). Penelitian ini dilakukan terhadap lebih dari 500 wanita di lima kota besar di Indonesia.

Berdasarkan survei, 66% wanita Indonesia mengerjakan paling sedikit sembilan pekerjaan per hari seperti memasak, membersihkan rumah, dan mencuci pakaian. Tak heran, 1 dari 3 wanita mengaku tidak memiliki waktu untuk diri sendiri.

Bukan hanya itu, ibupun selalu menempatkan keluarga di atas dirinya sendiri. Survei tadi menunjukkan bahwa ibu lebih memprioritaskan keluarga, spiritual, dan keuangan dibanding kesehatan fisik dan karirnya.

Mom always give. Supaya terus bisa memberi, Moms harus memerhatikan diri sendiri terlebih dulu. Sayangnya, ibu seringkali mengabaikan dirinya,” kata Rohini Behl, Technical Marketing Advisor Fonterra Brands Indonesia saat berbicara di acara Peluncuran Kampanye ‘Best Mom Ever’ di Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Peran Penting Ibu dalam Keluarga

Menurut Erickson dalam tulisannya ‘Why Emotion Work Matters’ yang dimuat di Journal of Marriage and The Family, ada empat peran ibu dalam keluarga:

  1. House work: Pekerjaan rumah tangga. Ibu mengerjakan pekerjaan rumah 2/3 lebih banyak daripada ayah.
  2. Parenting: Mengasuh anak. Ibu melakukan tugas pengasuhan dua kali lipat lebih banyak daripada ayah.
  3. Emotion work: Moms menghayati emotion work sebagai bagian dari perannya. Seringkali ibu lebih mampu di bidang ini dibanding ayah. Misalnya, menghibur anak yang sedang bersedih, suami yang lelah sepulang kerja, dan sebagainya.
  4. Mental work: Menghitung pengeluaran dalam sebulan juga menjadi tugas ibu. Pekerjaan mental ini tak tampak dan sulit diukur.

 

Tak mudah menjalankan keempat peran tersebut. Waktu Moms yang semakin terbatas dan ekspektasi berlebihanpun bisa jadi sumber emosi negatif.

Cara Mengapresiasi Ibu

Status emosi Moms sangat memengaruhi kesejahteraan emosional keluarga secara keseluruhan. Karena itu, Moms memerlukan apresiasi diri atau self-appreciation untuk selalu bahagia dan sejahtera secara emosional.

Salah satu cara untuk menghargai diri sendiri adalah dengan menyempatkan waktu untuk me time atau family time. Namun, hal ini membutuhkan dukungan dari support system.

Misalnya, di hari libur, Moms bisa menyerahkan urusan anak kepada suami atau orang tua sementara Moms memanjakan diri di salon.

Baca juga: Waktunya Me Time! Ini Rekomendasi 5 Film Terbaru untuk Moms

Moms juga perlu berlatih mengelola emosi negatif agar tak berlarut-larut dan berimbas kepada anak atau suami. Selain itu, sekadar feedback positif seperti “Masakan Moms enak!” atau anak yang tumbuh ceria dan sehat juga akan membuat Moms merasa usahanya sukses dan diihargai.

“Ibu seringkali terlalu keras pada diri sendiri (dengan menganggap dirinya sebagai ibu yang tidak sempurna). Padahal, feedback dari anak dan suami jauh lebih baik daripada anggapan si ibu tentang dirinya sendiri,” kata psikolog Roslina Verauli, SPsi, MSi. saat menjadi pembicara di acara yang sama.

Di tengah berbagai kesibukan, jangan lupa memikirikan diri sendiri, ya, Moms. Bagaimanapun juga, Moms yang bahagia akan menghasilkan keluarga yang bahagia pula.

(EMA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.