Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Perilaku Balita | Nov 15, 2018

Si Kecil Suka Pamer? Ini 5 Cara Ajarkan Balita Bersikap Rendah Hati

Bagikan


Perilaku balita suka pamer biasanya mulai muncul di usia 3 tahun, seiring dengan aktivitas sosial serta rasa individualisme yang semakin tinggi.

Jadi siap-siap saja Moms, mendengar balita melontarkan ucapan seperti “Aku punya mainan yang lebih besar di rumah” atau “Lihat deh baju baru aku bagus kan, ini harganya mahal, lho.”

Tahu tidak Moms, apa alasan sebenarnya dibalik perilaku balita suka pamer? Selain karena masih berada dalam tahap awal pencarian identitas diri, ternyata balita juga suka pamer karena merasa kurang percaya diri dan butuh pengakuan dari orang lain.

Sebelum kebiasaan pamer berkembang menjadi karakter buruk, ada baiknya Moms juga mulai mengajarkan balita sikap rendah hati. Nah, berikut adalah beberapa cara yang bisa Moms coba!

Ajarkan Interaksi dan Isyarat Sosial yang Positif

Dengan kemampuan sosial emosional balita yang masih sangat terbatas, panduan dan dukungan Moms sangat dibutuhkan agar ia bisa menjalin pertemanan dan melakukan interaksi yang baik dengan orang di sekitarnya.

Perilaku balita suka pamer biasanya ditunjukkan dengan mendominasi pembicaraan sambil bersuara lantang.

Oleh sebab itu, Moms bisa mulai mengajarkan pentingnya bergantian mendengarkan lawan bicara serta menjaga volume suara saat sedang bersosialisasi.

Lalu, lanjutkan dengan membiasakan Si kecil untuk minta maaf saat melakukan kesalahan, menerima pujian tanpa menyombongkan diri, serta berterima kasih untuk kebaikan yang diterimanya dari orang lain.

Diskusikan Pengaruh Ucapan Bagi Perasaan Orang Lain

“Coba cerita sama Moms, apa yang kamu rasakan saat temanmu memamerkan baju barunya?” atau “Apa pendapatmu tentang teman yang suka pamer?” bisa Moms jadikan pertanyaan pembuka untuk memulai diskusi dengan Si Kecil tentang pengaruh ucapannya bagi perasaan orang lain.

Dengarkan jawabannya lalu jelaskan secara sederhana apa itu perilaku pamer dan sombong, serta bagaimana melakukan kedua hal tersebut dapat melukai perasaan orang lain.

Baca Juga: Begini Cara Membiasakan Anak Ucapkan Tolong, Terima Kasih, dan Maaf

Bangun Rasa Percaya Dirinya

Anak yang merasa dicintai dan dihargai oleh orangtuanya cenderung tidak merasa perlu untuk meninggikan dirinya di hadapan orang lain.

Itulah kenapa rasa percaya diri yang datang dari pengakuan dan dukungan orang tua adalah kunci dalam mengajarkan balita sikap rendah hati.

Caranya tidak susah kok Moms, mulai saja dengan menyisihkan waktu khusus untuk bermain bersama Si Kecil setiap harinya agar ia merasa disayangi dan diperhatikan.

Lalu terus bantu kembangkan kemampuan, karakter, wawasan, serta pola pikir balita melalui berbagai aktivitas, agar kemampuan dan prestasinya terus meningkat.

Ajak Melakukan Aksi Kebaikan

Setuju kan Moms, kalau empati dan sikap rendah hati adalah dua hal yang tidak terpisahkan?

Sikap rendah hati akan semakin tertanam dalam diri balita seiring dengan rasa empatinya yang semakin besar.

Coba deh Moms, tumbuhkan empati balita dengan secara rutin mengajaknya melakukan aksi kebaikan, baik kepada lingkungan, orang yang kurang beruntung, maupun teman dan keluarganya sendiri.

Baca Juga:5 Tips Ampuh Membuat Anak Gemar Beramal

Berikan Contoh Nyata

Sebagai makhluk sosial yang suka meniru, perilaku Moms dan Dads dalam interaksi keseharian juga berperan besar dalam mengajarkan balita sikap rendah hati.

Selain dengan tidak bersikap pamer atau sombong, Moms juga perlu menghindari kebiasaan membandingkan diri dengan tetangga maupun membandingkan anak dengan saudaranya.

Tentu saja mengajarkan balita sikap rendah hati harus dilakukan secara konsisten supaya perilaku balita suka pamer tidak jadi kebiasaan buruk ya, Moms.

(WA) 

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.