01 Juli 2019

Stres di Masa Kanak-Kanak Ternyata Bisa Pengaruhi Kesuburan Perempuan

Stres masa kanak-kanak juga ternyata bisa pengaruhi kesuburan laki-laki

Banyak hal yang mempengaruhi kesuburan perempuan, salah satunya nutrisi dan stres.

Bukan hal baru lagi bila stres memang sumber berbagai penyakit karena menurunkan kekebalan tubuh manusia. Namun siapa sangka, stres bisa menimbulkan akibat jangka panjang terutama jika dialami anak-anak.

Penelitian yang dimuat dalam Journal of Psychosomatic Obstetrics & Gynecology menemukan, stres yang pernah dialami perempuan pada usia anak-anak juga berdampak pada kesuburannya setelah dewasa.

Peneliti melakukan analisis dengan kuisioner dan wawancara langsung mengenai penyimpangan siklus menstruasi dan pengalaman masa kecil yang merugikan seperti halnya pelecehan seksual.

Studi ini dilakukan pada 774 perempuan usia reproduksi, sebanyak 195 di antaranya sedang hamil. Hasilnya, disimpulkan bahwa perempuan yang pernah mengalami peristiwa tidak menyenangkan seperti pelecehan, penelantaran, atau pelecehan oleh orang tua, memiliki kecenderungan untuk mengalami gangguan kesuburan.

Marni B. Jacobs, salah satu yang melakukan penelitian dan melakukan hipotesa tentang hubungan stres masa kecil dan kesuburan menjelaskan, stres pada kehidupan awal pada situasi tertentu dapat mempengaruhi kesuburan seseorang.

"Ini berkaitan dengan buruknya tingkat kesuburan bahkan bagi yang telah melahirkan sebelumnya," jelasnya.

Baca Juga: Stres Pada Anak, Apa Penyebabnya dan Bagaimana Menanganinya?

Hormon Reproduksi Berkembang sejak Usia Dini

infertility2
Foto: infertility2

Foto: Aboutslam.net

Jacobs menjelaskan, hormon-hormon pada organ reproduksi berkembang sejak usia anak. Jika pada saat pertumbuhan ini sang anak mengalami stres, maka akan ada hormon-hormon pertumbuhan organ reproduksi yang terganggu hingga tidak tumbuh dengan sempurna dan rentan terhadap gangguan, misalnya gangguan hormon stres saat ia dewasa.

Ia juga menjelaskan bagaimana stres pada perempuan dewasa mengganggu kesuburan. Stres menyebabkan pola dan siklus menstruasi berubah karena membuat kortisol bertambah. Hal itu akan menurunkan produksi hormon Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH).

Penurunan GnRH berpengaruh pada penurunan produksi sel telur yang bisa membuat tidak ada haid selama berbulan-bulan. Tentu hal ini mempengaruhi kesuburan dan mempekecil kemungkinan untuk hamil.

Baca Juga: Kenali Ciri-ciri Stres Pada Anak

Ternyata Juga Memengaruhi Kesuburan Pria

how to handle unplanned pregnancies 1
Foto: how to handle unplanned pregnancies 1

Foto: Kresil.com

Dilaporkan Daily Mail, Dr Zev Williams, profesor obstetri dan ginekologi dari Columbia University Medical Center di New York mengatakan, stres bisa saja berdampak pada sperma, bahkan untuk jangka panjang, meski angka kejadiannya tidak signifikan.

Stres pada perempuan dan laki-laki ketika mereka kecil sama-sama berdampak pada kesuburan, terutama pada produksi sel telur atau sperma. Namun, stres dan kesuburan lebih besar pengaruhnya pada perempuan.

Nah, agar Si Kecil tidak mengalami masalah kesuburan di masa yang akan datang, Moms harus, sangat menjaga psikologisnya agar tidak sampai stres di masa kanan-kanak.

Bagaimana pendapat Moms? Share yuk!

(MM)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.