Parenting Islami

12 September 2021

Berniat Sulam Alis untuk Mempercantik Diri, Bolehkah Menurut Islam?

Sedang tren, tapi masih ragu bagaimana hukum sulam alis? Berikut penjelasannya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Amelia Puteri

Islam mengatur semua hal dalam praktik kehidupan manusia sehari-hari, tidak terkecuali dalam hal fitrah perempuan dalam kecantikan. Salah satunya terkait tentang sulam alis yang banyak dikaitkan dengan tato yang memiliki kontroversi.

Banyak dari kaum hawa yang menggunakan sulam alis untuk mendapatkan tampilan yang lebih cantik dan sempurna.

Alis yang dibentuk seperti natural tersebut akan mempertegas bentuk wajah dengan memberikan bentuk yang tegas pada alis.

Pada prinsipnya sulam alis adalah menggambar alis agar terlihat lebih tebal, jadi seperti menato alis.

Namun sulam alis menggunakan bahan alami atau herbal, sedangkan tato menggunakan tinta kimia. Saat digunakan, sulam alis bekerja dengan cara yang mirip namun juga berbeda dengan tato.

Hal ini lah yang menjadikan banyak perdebatan terkait sulam alis dan tato. Jika tato sudah diketahui hukumnya dalam Islam, lalu bagaimana dengan sulam alis?

Untuk mengetahui jawaban serta penjelasannya, simak artikel ini.

Baca Juga: Terburu-buru ke Kantor, Ini Cara Make Up Minimalis Kurang dari 15 Menit!

Perawatan Sulam Alis

Sulam Alis -1.jpg

Foto: Jezbrows.com

Sebelum membahas mengenai hukumnya, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dulu mengenai sulam alis.

Sulam alis memiliki berbagai jenis dan tipe, mulai dari yang 1D, lalu 3D, hingga disebut juga jenis 4D dan 6D. Sulam alis juga memiliki teknik yang beragam.

Misalnya teknik microblading, yaitu teknik sulam dengan membentuk alis per helainya.

Inti dari jenis, tipe maupun teknik dalam sulam alis adalah adalah sama-sama memasukkan tinta ke dalam tubuh, khususnya di bagian alis meskipun hanya mencapai permukaan kulit dan tidak sampai ke dalam.

Karena tinta hanya sampai pada lapisan kulit luar atau epidermis, teknik sulam alis ini bersifat semi permanen.

Artinya sulam alis tersebut akan bertahan maksimal selama 2 hingga 3 tahun saja, sebelum nantinya harus dilakukan kembali sulam alis.

Salah satu di antara proses yang dilakukan dalam sulam alis adalah alis dibersihkan terlebih dulu kemudian dibentuk. Alis dirapikan dengan alat cukur alis atau pinset.

Terutama bulu-bulu yang tumbuh di luar garis ideal agar ditemukan bentuk terbaik dari alis.

Selanjutnya, dilakukan proses penyulaman. Setelah krim anestesi dirasa sudah bekerja, proses sulam pun dimulai. Ini menggunakan alat khusus untuk mengaplikasikan tinta dan menghasilkan salur-salur yang mirip bulu alis.

Perbedaan proses sulam alis dengan tato adalah saat ditaro kulit akan terasa sakit karena jarum pada alat tato menusuk-nusuk kulit.

Akan tetapi slat untuk sulam alis lebih mirip seperti pena dan jarumnya berbentuk seperti sisir yang dirancang agar tidak terlalu menyakitkan seperti saat ditato.

Menurut Society of The Permanent Cosmetics Professional (SPCP) , kemungkinan masalah dengan prosedur riasan permanen jarang terjadi jika semua standar kesehatan dipatuhi, terutama dalam hal desinfeksi dan sterilisasi peralatan.

Komplikasi medis mungkin juga terkait dengan perawatan pasca-prosedur, tetapi risiko ini berkurang ketika seseorang mengikuti instruksi perawatan setelah perawatan dengan benar.

Satu laporan tahun 2014 dalam jurnal Clinical Interventions in Aging menegaskan bahwa tato kosmetik seperti sulam alis memiliki risiko yang sama dengan jenis prosedur tato lainnya.

Risiko ini dapat diminimalkan, dan konsumen dapat dilindungi dengan informasi yang lebih baik.

Baca Juga: 5 Cara Membentuk Alis Agar Tampil Natural

Hukum Sulam Alis Menurut Islam

Sulam Alis -2.jpg

Foto: Coursemology.sg

Pandangan tentang hukum sulam alis memiliki perbedaan dari pandangan ulama. Dilansir Halal MUI. Sebenarnya, hukum boleh atau tidaknya mencukur atau mengerok alis belum memiliki ketetapan.

Ada ulama yang berpendapat bahwa sesuatu dari badan yang diubah tanpa alasan syar’i tidak dibenarkan, karena termasuk dalam mengubah ciptaan Allah SWT. Namun jika untuk pengobatan misalnya, hal tersebut dibolehkan.

Pengobatan yang membutuhkan perubahan seperti bibir sumbing yang perlu dijahit atau diperbaiki agar dapat berbicara dengan lafal yang lebih jelas, atau gigi rusak atau ompong yang perlu diperbaiki atau ditambah dengan gigi palsu agar dapat mengunyah makanan dengan baik, tentunya hal tersebut diperbolehkan.

Namun, jika bukan karena hal itu dan malah jika hanya alasan merasa tidak puas dengan penampilan wajah, maka hal itu bisa termasuk dalam kategori kurang bersyukur.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,” (QS At-Tiin: 4).

Rasulullah SAW juga melaknat Al-Wasyimah (yang mentato) dan Al-Mustausyimah (yang minta orang lain untuk mentatokan tubuhnya).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah dan Ibnu ‘Umar, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut, perempuan yang meminta disambungkan rambutnya, begitu pula perempuan yang membuat tato dan yang meminta dibuatkan tato,” (HR Bukhari dan Muslim).

Hal serupa juga berlaku untuk sulam alis.

Bahkan, dalam proses pembuatan sulam alis juga dilakukan dengan melukai diri sendiri yaitu dengan menusuk-nusukkan jarum.

Terlebih jika tinta yang digunakan tidak halal. Itu tentu selain sangat berisiko terhadap kesehatan tubuh, juga menjadi haram.

Baca Juga: Inilah Makeup Sesuai Zodiak, Apa Sesuai dengan Zodiak Moms?

Allah SWT sangat melarang seseorang untuk menghindari melalukan sebuah perbuatan yang akan mencelakakan diri sendiri.

Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan,” (QS Al-Baqarah:195).

Ibnul Atsir mengatakan: “An-Namsh adalah menipiskan bulu alis untuk tujuan kecantikan…”.

Ibnul Allan mengatakan dalam Syarh Riyadhus Shalihin:

“An-Namishah adalah perempuan yang mencukur bulu alis perempuan lain atau menipiskannya agar kelihatan lebih cantik. Sedangkan Al-Mutanamishah adalah perempuan yang menyuruh orang lain untuk mencukur bulu alisnya,” (Dalil al-Falihin, 8:482).

Beberapa ulama yang membuat kitab kumpulan dosa-dosa besar, seperti Imam Adz-Dzahabi dalam kitabnya Al-Kabair, Al-Haitami dalam kitabnya Az-Zawajir ‘an Iqtiraf Al-Kabair menyebutkan bahwa salah satu di antara dosa yang masuk daftar dosa besar adalah mencukur atau menipiskan bulu alis.

Hal ini karena terdapat hadis yang menyebutkan bahwa Allah akan melaknat para perempuan yang mencukur bulu asli di wajahnya, seperti bulu alis, meskipun itu untuk tujuan kecantikan.

Al-Haitami mengatakan: “Dosa besar nomor 80 hingga 83 : menyambung rambut, tato, ngikir gigi, dan an-Namsh,”.

Baca Juga: Dari Setrika Wajah Hingga Sulam Alis, Ketahui Efek Jangka Panjang Pada Berbagai Perawatan Kecantikan Modern

Cara Lain Agar Tampil Menarik

Sulam Alis -3

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun tujuan mempercantik diri agar terlihat sempurna di mata suami misalnya, hal tersebut tetap tidak diperbolehkan.

Sebab, meskipun tujuannya mulia, bukan berarti bisa menghalalkan segala cara, termasuk tidak mempermasalahkan sulam alis.

Sebab, ada orang yang menganggap bahwa ketertarikan suami kepada istrinya terletak pada faktor fisik.

Ternyata hal itu dapat dibantah, salah satunya oleh penelitian yang dikutip Dr. Karim Asy Syadzili dalam bukunya Juru’at Minal Hub.

Penelitian itu justru menemukan 8 hal pada diri istri yang paling menarik perhatian suami, yakni:

  • Percaya Diri. Termasuk percaya diri dengan tubuhnya sendiri. Sebab, ini akan memancarkan aura ketenangan sekaligus tantangan bagi suami untuk bertualang bersamanya.
  • Memahami Kondisi Suami. Ini bisa mencakup kondisi secara umum seperti kebiasaan dan karakter suami, latar belakang suami, maupun kondisi suami ketika di atas ranjang.
  • Sensitif dan Perhatian. Ada kalanya seorang istri yang cantik menjadi tidak menarik karena tidak sensitif dan perhatian terhadap suaminya. Suami pulang kerja dalam keadaan lelah dibiarkan saja. Suami sedang menghadapi masalah, diabaikan begitu saja. Karenanya, Rasulullah SAW menasehati kepada para istri agar mau memenuhi ajakan suami kapanpun ia menginginkannya.
  • Jujur dan Cerdas. Kecerdasan membuat nilai istri lebih sempurna. Kejujuran dan kecerdasan akan menghasilkan pribadi istri yang lebih menawan.
  • Atraktif, Sensual, dan Penuh Gairah. Ini sebenarnya khusus dalam masalah melayani suami. Atraktif adalah geraknya, sensual itu gayanya dan bergairah adalah semangatnya. Jika keduanya dipadukan di atas ranjang, maka suami akan semakin mencintai istrinya.
  • Feminim. Rasulullah melarang perempuan menyerupai laki-laki; maskulin. Jika berada di luar rumah, perempuan memang harus menjaga diri agar tidak tabaruj dan menggoda pandangan mata. Namun di rumah, ia harus menjadi sosok feminim yang lembut kepada suami.
  • Perhatian terhadap Penampilan. Sering kali perempuan yang telah lama menikah tak lagi memperhatikan hal ini. Ini perlu diubah jika seorang istri ingin membuat suaminya makin tertarik padanya. Pakaian dan penampilan memang bukan hal utama, tetapi merupakan salah satu faktor ketertarikan suaminya.

Sulam alis memang erat kaitannya dengan penampilan fisik. Namun yang menjadi poin utama adalah tidak melanggar hukum allah.

Ini juga bisa disiasati dengan menggunakan pinsil alis agar terlihat rapi dan disayang suami.

  • https://www.spcp.org/thinking-of-getting-a-cosmetic-tattoo/permanent-makeup-faq/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4136952/
  • http://www.halalmui.org/mui14/main/detail/sulam-alis-untuk-wajah-bolehkah
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait