02 Juni 2023

Extension Bulu Mata: Harga, Prosedur, Risiko, dan Perawatannya

Pastikan tidak mempunyai alergi terhadap bulu mata palsu

Untuk menunjang penampilan, banyak wanita yang rela melakukan segala cara, termasuk extension bulu mata.

Banyak orang memilih cara ini untuk mempersingkat waktu dandan dan lebih ringkas.

Apakah Moms tertarik menggunakan metode ini? Cari tahu dulu informasi lengkap sebelum menggunakannya, ya!

Baca Juga: 12 Manfaat Masker Timun untuk Wajah, Bisa Mencerahkan Kulit!

Apa Itu Extension Bulu Mata?

Eyelash extension atau extension bulu mata adalah sebuah proses menempel satu persatu bulu mata sintesis di antara bulu mata asli kita.

Bulu mata pun jadi lebih tebal dan lentik. Panjang bulu mata bervariasi, mulai dari 6-17 mm sesuai selera Moms.

Lem yang digunakan biasanya bersifat semi permanen, sehingga extension bulu mata dapat bertahan hingga sekitar 1-2 bulan, sebelum akhirnya membutuhkan touch up kembali.

Karena praktis dan tidak perlu menghapusnya setiap selesai make up layaknya mascara, tidak heran jika extension bulu mata memiliki banyak penggemar.

Moms bisa dengan mudah menemui jasa penyedianya hampir di semua kota-kota di Indonesia.

Baca Juga: Jangan Abaikan Kesehatan Mata, Kenali 6 Penyebab Katarak di Usia Muda

Kisaran Harga Extension Bulu Mata

Proses Pemasangan Extension Bulu Mata
Foto: Proses Pemasangan Extension Bulu Mata (Pexels.com/Gustavo Fring)

Sebelum mengenal prosedur eyelash extension lebih lanjut, sebaiknya Moms mengetahui kisaran harganya.

Proses pemasangan bulu mata palsu agar terlihat semakin lentik, bervolume, dan indah ini dibanderol dengan harga yang bervariasi.

Perbedaan harga eyelash extension akan dipengaruhi oleh salon kecantikan yang dipilih serta pilihan model bulu mata.

Namun secara umum, harga extension bulu mata akan berkisar antara ratusan hingga jutaan rupiah.

Belum lagi, ada biaya tambahan lain yang mungkin perlu Moms keluarkan yaitu harga touch up atau retouch.

Retouch bulu mata diperlukan setelah eyelash extension rontok karena prosedur kecantikan yang satu ini memanglah tidak permanen sehingga perlu dirawat secara berkala.

Biasanya, retouch dilakukan setiap satu bulan sekali agar extension bulu mata Moms tetap terawat dengan baik.

Ketika Moms memutuskan untuk melepas extension pun akan ada biaya yang dikenakan.

Prosedur ini disebut sebagai remove eyelash extension.

Baca Juga: 11+ Manfaat Spa untuk Kesehatan dan Kecantikan, Catat!

Prosedur Pemasangan Extension Bulu Mata

Eyelash Extension
Foto: Eyelash Extension (Freepik.com/freepik)

Saat ini metode extension bulu mata sedang digandrungi oleh para wanita demi menambah kesan elok di area mata mereka.

Meski bisa melakukannya sendiri, Moms lebih baik memasangnya di salon atau klinik kecantikan untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Metode eyelash extension memiliki prosedur yang cukup rumit. Berikut urutan prosedurnya:

1. Membersihkan Kelopak Mata

Pada prosedur awal dilakukan pembersihan kelopak mata agar nantinya mempermudah proses pasang eyelash extension.

Pembersihan ini biasanya menggunakan make up remover atau air biasa yang diresapkan pada sehelai kapas kecantikan.

Kemudian diusapkan pada kelopak mata hingga bersih.

2. Memasang Eye Tape

Setelah kelopak mata bersih, karyawan salon akan meletakkan eye tape khusus di bagian bulu mata bawah.

Eye tape ini biasanya dipasang agar karyawan salon mampu membedakan mana bulu mata bagian atas dan mana bulu mata bagian bawah.

Baca Juga: 8 Jenis Waxing, Treatment Kecantikan untuk Menghilangkan Bulu di Tubuh, Bikin Kulit Mulus!

3. Mengaplikasikan Primer

Langkah selanjutnya yaitu mengaplikasikan primer pada bulu mata asli.

Hal ini bertujuan agar lem yang dipakai untuk memasang extension bulu mata lebih cepat menempel dan mengering.

Pengaplikasian primer pada bulu mata asli dilakukan menggunakan alat khusus yang fungsinya mirip seperti cotton bud.

4. Meratakan Bulu Mata

Bulu mata yang sudah diberi primer, kemudian akan dirapikan kembali menggunakan sisir khusus bulu mata.

Hal ini bertujuan agar bulu mata tidak terpisah-pisah dan menggumpal.

Baca Juga: 9 Rekomendasi Pelembap untuk Remaja, Dijamin Aman!

5. Memasang Extension Bulu Mata

Langkah selanjutnya yaitu memasang extension bulu mata.

Pemasangan dilakukan dengan merekatkan satu helai extension bulu mata pada satu helai bulu mata asli menggunakan lem perekat khusus.

Hal yang perlu diperhatikan adalah perekatan extension bulu mata dilakukan pada bagian rambut di dekat akar.

Bulu mata tidak boleh menempel langsung pada kulit kelopak mata karena dapat menyebabkan iritasi kulit.

Lem juga harus diaplikasikan dengan benar dan tidak boleh menggumpal karena dapat masuk ke mata dan menyebabkan iritasi mata.

Disarankan untuk mengecek lem yang digunakan salon dan pastikan bahannya aman digunakan.

Bila perlu sebelum melakukan pemasangan extension bulu mata, Moms bisa melakukan tes alergi terhadap lem tersebut terlebih dahulu.

6. Merapikan Bulu Mata

Setelah bulu mata asli dipasang dengan extension bulu mata secara keseluruhan, dan telah dipastikan merekat sempurna, bulu mata perlu dirapikan.

Karyawan salon akan melakukan hal ini dengan tangan maupun menggunakan sisir bulu mata khusus.

Memasang extension bulu mata membutuhkan ketelitian yang tinggi agar bulu mata yang dipasang tidak salah posisi.

Biasanya, mereka akan dipasang dengan posisi tegak menghadap ke atas, dan tidak boleh miring karena akan merusak penampilan.

Baca Juga: 15 Model Rambut Anak Perempuan dan Tips Menata Rambut

Risiko Melakukan Extension Bulu Mata

Bulu Mata Palsu
Foto: Bulu Mata Palsu (Freepik.com/freepik)

Meski mungkin terlihat sederhana, namun tahukah Moms, kalau extension bulu mata memiliki sejumlah risiko yang mungkin terjadi.

Apa saja? Berikut risiko yang dapat terjadi, sehingga Moms sebaiknya berhati-hati.

1. Rontoknya Bulu Mata Asli

Penggunaan extension bulu mata yang terlalu lama, ternyata dapat memberikan ketegangan pada bulu mata alami Moms.

Hal ini dikarenakan berat dari bulu mata palsu tersebut dapat memberikan tekanan pada bulu mata asli dan justru dapat menyebabkan bulu mata asli rontok.

Bahkan tak jarang juga, bila akar bulu mata Moms tak kuat, akan terjadi kerontokan permanen.

Pada istilah medis, inilah yang disebut dengan traction alopecia.

2. Terjadi Iritasi dan Alergi

Bila Moms memiliki kulit yang sensitif, bukan tak mungkin bahwa bahan dasar extension tersebut membuat mata Moms iritasi.

Belum lagi perekat yang menempelkan bulu mata dapat menimbulkan ruam pada mata.

Bahkan menyebabkan mata memerah hingga timbul gelembung seperti terisi air pada kulit wajah.

Kandungan senyawa kimia formaldehida yang banyak ditemukan pada beberapa perekat extension bulu mata, tentu dapat meningkatkan potensi untuk mengalami alergi.

Menurut Medical Hypothesis, Discovery & Innovation Ophthalmology Journal, sekitar 79% orang yang melakukan extension bulu mata berisiko mengalami alergi blefaritis.

Bagi Moms yang belum tahu, blefaritis adalah kondisi mata umum yang membuat kelopak mata terlihat kemerahan, terasa bengkak, iritasi, dan gatal.

Ketika kondisi ini terjadi, bulu mata juga bisa memiliki serpihan kerak seperti ketombe sehingga membuat indera penglihatan tidak nyaman.

3. Melukai Mata

Iritasi yang terjadi dapat menyebabkan mata Moms mengalami infeksi.

Hal ini sama artinya dengan penggunaan perekat langsung ke bulu mata alami yang berpotensi menimbulkan infeksi pada mata.

Tak hanya itu, bulu mata palsu maupun perekatnya, rentan untuk terpapar bakteri dan virus.

Bakteri dan virus pada bulu mata palsu yang direkatkan, berisiko menyebabkan bagian selaput bening mata mengalami peradangan atau dikenal dengan konjungtivitis.

Baca Juga: Begini Cara Pakai Eyeshadow Sesuai Bentuk Mata

Hindari Extension Bulu Mata Jika Memiliki Kondisi Ini

Terapis Kecantikan
Foto: Terapis Kecantikan (Freepik.com/wirestock)

Meski bisa memberikan tampilan mata yang lebih indah, extension bulu mata mungkin tidak dapat dilakukan oleh semua orang.

Misalnya ketika Moms berencana untuk menjalani prosedur medis yang akan mempengaruhi mata, seperti LASIK.

Termasuk juga kemoterapi atau radiasi, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum memasang eyelash extension.

Selain itu, mereka yang memiliki kondisi berikut harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mempertimbangkan extension bulu mata:

  • Trikotilomania adalah gangguan mental yang menyebabkan penderitanya memiliki dorongan tak tertahankan untuk mencabut rambut di kepala, termasuk bulu matanya.
  • Dermatitis kelopak mata adalah kondisi kulit yang menyebabkan kulit kelopak mata terbakar, menjadi merah dan gatal.
  • Blepharitis adalah radang kelopak mata yang menyebabkan kelopak mata merah, bengkak, dan bulu mata berkerak.
  • Alopecia areata adalah kondisi yang menyebabkan kerontokan rambut sebagian atau seluruhnya pada kulit kepala dan dapat mempengaruhi alis dan bulu mata.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Warna Softlens Natural, Menarik Tanpa Berlebihan

Cara Mencegah Risiko Extension Bulu Mata

Tips Merawat Bulu Mata
Foto: Tips Merawat Bulu Mata (Pexels.com/Karolina Grabowska)

Nah, untuk menghindari terjadinya kemungkinan risiko eyelash extension, ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan usai menjalani prosedur extension bulu mata.

Perawatan setelah prosedur eyelash extension ini penting dilakukan agar bulu mata tetap bersih, membuat lebih tahan lama, sekaligus meminimalisir infeksi.

Berikut perawatan eyelash extension yang sebaiknya Moms perhatikan:

1. Jaga Bulu Mata agar Tidak Terkena Air dalam Waktu 48 Jam

Langkah pertama yang sebaiknya Moms perhatikan setelah memasang eyelash extension, yaitu jaga bulu mata agar tidak basah selama 48 jam.

Jadi, hindari untuk melakukan hal-hal yang bisa membuat bulu mata terkena air.

Hal ini karena air dapat mempengaruhi lem bulu mata dan menyebabkan extension lebih mudah rapuh dan rontok.

2. Bersihkan Bulu Mata Secara Teratur

Setelah itu, Moms bisa membersihkan bulu mata secara teratur agar tidak menimbulkan reaksi alergi atau iritasi.

Caranya, basuhlah bulu mata dengan lembut menggunakan pembersih khusus eyelash extension.

Kemudian, keringkan bulu mata menggunakan kain yang bersih dan lembut. Hindari untuk menggosoknya dengan keras, ya.

3. Jangan Lupa Sikat Bulu Mata dengan Lembut

Jangan lupa untuk merawat bulu mata dengan sikat khusus bertekstur lembut.

Sikat bulu mata ini berguna untuk menjaga eyelash extension tetap terlihat bagus.

Pastikan sikat khusus bulu mata yang digunakan selalu dalam keadaan bersih dan kering, ya.

4. Perhatikan Produk Riasan yang Dikenakan

Hal lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan selama merawat eyelash extension yaitu penggunaan produk riasan.

Salah satu produk make up yang sebaiknya dihindari selama Moms menggunakan extension bulu mata adalah mascara.

Mascara yang digunakan untuk melapisi extension bulu mata berisiko merusak bagian lem sehingga rawan patah atau rontok.

Perhatikan juga penggunaan eyeliner, pilihlah eyeliner yang berbahan dasar air agar lebih mudah untuk dibersihkan.

Jangan menggunakan produk berbahan dasar minyak.

Tetaplah berhati-hati selama membersihkan make up agar eyelash extension tetap tahan lama pada posisinya.

Baca Juga: Bintitan pada Anak, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya!

Itu dia prosedur eyelash extension beserta kemungkinan risiko dan tips pencegahannya.

Apakah Moms masih tertarik untuk menjalani prosedur kecantikan yang satu ini?

  • http://morelandeyecare.com/hidden-dangers-eyelash-extensions/
  • https://rightasrain.uwmedicine.org/body/eyelash-extension-risks
  • https://www.healthline.com/health/eye-health/eyelash-extensions-pros-and-cons
  • https://cnalifestyle.channelnewsasia.com/wellness/eyelash-extensions-risks-234366
  • https://www.webmd.com/eye-health/eyes-eyelash-extension-safety
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6592309/
  • https://www.allaboutvision.com/cosmetic/eyelash-extensions.htm
  • https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/how-to-get-longer-eyelashes

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.