27 Januari 2023

Bintitan pada Anak, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya!

Perlukah Si Kecil ke dokter jika mengalami bintitan di matanya?

Moms melihat ada bintil atau benjolan seperti bisul berukuran kecil di pinggir kelopak mata Si Kecil? Kemungkinan besar itu merupakan gejala bintitan pada anak.

Bintitan atau yang juga dikenal sebagai hordeolum, adalah infeksi umum pada kelopak mata.

Infeksi ini terjadi ketika folikel bulu mata, dan kelenjar yang ditemukan di dekat bulu mata, terinfeksi.

Kelenjar ini menghasilkan minyak, yang bersama dengan air mata, membantu melumasi mata.

Bintitan pada anak merupakan masalah yang cukup lazim terjadi dan bukan termasuk masalah serius atau berbahaya.

Biasanya berbentuk benjolan merah lembut yang muncul saat kelenjar minyak di kelopak mata tersumbat.

Meskipun benjolan biasanya merupakan gejala bintitan yang paling jelas, Si Kecil juga mungkin merasa matanya akan lebih sensitif terhadap cahaya dari biasanya atau lebih sering mengeluarkan air mata.

Apa sebenarnya penyebab bintitan pada anak, dan bagaimana gejala serta cara mengatasinya? Yuk kita simak penjelasan lebih lanjut di bawah ini Moms.

Baca Juga: Sakit Mata pada Anak, Bagaimana Pengobatannya?

Jenis Bintitan

Jenis Bintitan
Foto: Jenis Bintitan

Terdapat 2 jenis bintitan yang dapat terjadi pada setiap orang, termasuk anak-anak. Simak selengkapnya berikut ini.

1. Bintitan Internal

Sesuai namanya, jenis bintitan ini terjadi di dalam mata, di dekat tepi kelopak mata.

Hal ini terjadi karena kelenjar tarsal yang tersumbat (yang ada di sepanjang tepi kelopak mata) yang disebabkan oleh adanya infeksi bakteri.

Bintitan dalam dapat terasa lebih menyakitkan dan dapat terjadi untuk jangka waktu yang cukup lama.

2. Bintitan Eksternal

Bintitan ini terbentuk di bagian luar kelopak mata atas atau bawah.

Bintitan eksternal adalah jenis bintitan yang paling umum dan biasanya disebabkan oleh adanya infeksi pada folikel bulu mata.

Baca Juga: Gangguan Penglihatan pada Anak, Yuk Cari Tahu Lebih Jauh!

Penyebab Bintitan pada Anak

Penyebab Bintitan pada Anak
Foto: Penyebab Bintitan pada Anak (Abckidseyes.com)

Setiap kelopak mata manusia memiliki banyak kelenjar minyak, termasuk kelopak mata anak.

Bagian tubuh ini akan membuat minyak khusus yang bercampur dengan air mata agar mata tetap terhidrasi dan terhindar dari kekeringan.

Namun, kadang-kadang kelenjar ini bisa tersumbat oleh minyak, bertumpuk dengan sel kulit mati serta bakteri.

Ketika hal ini terjadi, cairan yang menumpuk di kelenjar dapat tersumbat dan tidak bisa keluar.

Hal ini menimbulkan benjolan kecil di kelopak mata bagian atas atau bawah yang bisa terlihat seperti jerawat.

Bintitan pada anak juga bisa disebabkan karena infeksi pada kelenjar sebaceous atau keringat penghasil minyak di kelopak mata oleh bakteri yang disebut Staphylococcus aureus.

Menggosok mata, terutama saat bintitan mengeluarkan nanah, dapat menyebarkan infeksi di sepanjang kelopak mata dan menyebabkan bintitan lainnya muncul.

Baca Juga: Adakah Cara Mengurangi Minus Mata pada Anak? Ini Kata Dokter Mata

Nah, berikut adalah beberapa hal lain yang umumnya menjadi penyebab bintitan pada anak:

1. Bakteri

Bintitan pada anak biasanya disebabkan oleh bakteri staphylococcus aureus yang hidup dan berkembang biak di kelopak mata atau folikel bulu mata.

Sehingga menyebabkan kelenjar minyak di area tersebut menjadi tersumbat.

Bakteri ini biasanya masuk ke dalam mata saat anak menyentuh area mata dengan tangan kotor atau bersentuhan dengan benda yang tidak terjaga kebersihannya.

2. Alergi

Paparan terhadap pemicu alergi pada anak, seperti debu, udara dingin, atau jenis makanan tertentu biasanya akan menimbulkan berbagai reaksi alergi, termasuk juga bintitan.

3. Gigitan Serangga

Saat anak bermain di luar ruangan, mungkin saja dia terkena gigitan serangga yang menyebabkan luka kecil di sekitar area mata.

Luka kecil ini kemudian akan menjadi pintu masuk bakteri dan menyebabkan bintitan pada anak.

4. Rambut Tidak Bersih

Apa Si Kecil punya rambut atau poni panjang?

Sebaiknya jaga agar rambut tidak sampai menyentuh mata bila belum keramas, berkeringat, atau beraktivitas di luar ruangan.

Ini karena bisa saja membawa bakteri penyebab bintitan.

Faktor Risiko Bintitan pada Anak

Faktor Risiko Bintitan pada Anak
Foto: Faktor Risiko Bintitan pada Anak

Anak-anak yang berisiko mengalami bintitan biasanya memiliki kondisi sebagai berikut:

  • Sudah pernah mengalami bintitan.
  • Mempunyai kondisi kulit khusus, seperti dermatitis seboroik atau rosacea.
  • Menderita diabetes.
  • Menyentuh mata dengan tangan yang belum dicuci.
  • Memiliki blepharitis, peradangan kronis di sepanjang tepi kelopak mata.

Namun tenang Moms, para ahli menganggap bintitan tidak dapat menular.

Dikutip dari Medicine Net, penularan bintitan pada anak hanya bisa terjadi bila seseorang bersentuhan dengan bakteri penyebab bintitan, kemudian menyentuh matanya sendiri.

Baca Juga: Ketahui 5 Cara Alami Mengatasi Mata Bintitan

Gejala Bintitan pada Anak

gejala bintitan anak
Foto: gejala bintitan anak

Gejala bintitan pada anak dapat bervariasi, tapi gejala bintitan yang paling umum terjadi pada anak-anak meliputi:

  • Terjadi pembengkakan di bagian kelopak mata.
  • Kemerahan di tepi kelopak mata.
  • Rasa nyeri di area yang terkena.
  • Benjolan yang terasa lembut jika disentuh.

Karena gejala bintitan dapat menyerupai kondisi atau masalah medis lain, maka Moms harus selalu berkonsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan diagnosis yan tepat.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Dokter Mata di Bogor untuk Periksa Kesehatan Mata Secara Menyeluruh

Diagnosis Bintitan pada Anak

Bintitan pada Anak
Foto: Bintitan pada Anak (https://honestdocs.com/)

Saat pengecekan, dokter akan memeriksa kelopak mata untuk menemukan bagian kelenjar yang tersumbat.

Pemeriksaan pada area tersebut bertujuan untuk mengetahui jenis pembengkakan yang dialami, apakah bintitan atau kalazion.

Selain itu, dokter juga akan mencari adanya jaringan parut, benda asing, dan meibomitis kronis (peradangan pada kelenjar meibomian di kelopak mata) yang sering kali menjadi penyebabnya.

Cara Mengatasi Bintitan pada Anak Secara Alami

Cara Mengatasi Bintitan pada Anak Secara Alami
Foto: Cara Mengatasi Bintitan pada Anak Secara Alami

Meskipun dapat sembuh dengan sendirinya, Moms bisa mencoba cara alami untuk mempercepat penyembuhan bintitan pada anak, dengan cara berikut:

1. Mengompres Air Hangat

Menerapkan kompres hangat ke daerah bintitan empat kali sehari selama sekitar 15 menit dapat membantu mempercepat proses penyembuhan.

Ambil selembar kain bersih (seperti waslap) dan basahi dengan air hangat.

Peras agar kain tidak terlalu basah kuyup, lalu letakkan di atas mata Si Kecil.

Pastikan tidak menaruh lap yang panas di area mata. Kompres hangat yang basah akan mempercepat proses penyembuhan bintitan pada anak.

2. Tidak Menggaruk dan Jaga Kebersihan Tangan serta Wajah

Beri tahu anak untuk tidak menggaruk atau menekan bintil di kelopak matanya.

Ingatkan Si Kecil juga agar mencuci tangannya hingga bersih setiap habis bermain atau memegang benda yang kotor.

Selain itu, pastikan anak juga selalu membersihkan wajahnya dengan air setiap mandi atau setiap habis bermain bersama teman-temannya.

Seiring dengan langkah-langkah perawatan di rumah, Moms juga dapat mempertimbangkan untuk menggunakan beberapa pengobatan rumahan untuk mempercepat proses pemulihan.

Namun karena tidak ada bukti ilmiah yang cukup untuk mendukung pengobatan ini, sehingga belum diketahui keefektifannya.

Akan tetapi ini bisa jadi cara alternatif yang bisa Moms lakukan jika cara di atas tidak membuat kondisi bintitan pada anak membaik.

Baca Juga: Ini Cara Membersihkan Mata Bayi yang Tepat, Mata Bebas Kotoran

3. Kunyit

Moms pasti sudah tidak asing lagi dengan rempah satu ini.

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal of Essential Oil Research, kunyit dikenal memiliki sifat antimikroba, dan dapat membantu mencegah penyebaran infeksi.

Untuk mengobati bintitan bagian luar, campurkan sedikit air dengan bubuk kunyit untuk membuat pasta dan oleskan pada area yang mengalami bintitan.

Diamkan selama 15 menit dan bilas. Ulangi kiat ini sampai benjolan mulai mereda.

Cara lainnya, Moms juga bisa mencelupkan waslap ke dalam air kunyit hangat dan mengoleskannya pada mata Si Kecil. Hati-hati saat melakukannya ya, Moms.

4. Kantong Teh

Dilansir dari Medical News Today, kantong teh dapat digunakan untuk mengeluarkan nanah pada bintitan dan menyembuhkannya.

Cara menggunakannya cukup mudah, rebus kantong teh lalu biarkan dingin. Setelah dingin, letakkan kantong teh pada mata anak dan tahan di posisinya selama 10 - 15 menit.

Ulangi cara ini sebanyak 5 kali sehari ya Moms.

5. Kentang dan Timun

Selain dengan sesuatu yang hangat, meletakkan sesuatu yang dingin dan menyegarkan di kelopak mata dapat membuat bintitan tidak terlalu mengganggu.

Irisan mentimun dingin sangat cocok untuk memberikan kelembapan yang dingin dan membantu mengurangi peradangan dan iritasi mata.

Cukup iris mentimun atau kentang dari lemari es, dan letakkan pada mata tertutup yang memiliki bintitan selama sekitar 10 menit.

Bila setelah beberapa hari tindakan penanganan yang Moms lakukan tidak memperlihatkan hasil positif, atau bintil pada kelopak mata justru membesar, segera periksakan anak ke dokter.

Baca Juga: Kenali Waktu Tepat Menggunakan Kompres Panas Dan Kompres Dingin Untuk Anak, Jangan Tertukar!

Cara Mengobati Mata Bintitan pada Anak Secara Medis

Cara Mengobati Mata Bintitan pada Anak Secara Medis
Foto: Cara Mengobati Mata Bintitan pada Anak Secara Medis

Moms juga dapat memberikan tambahan parasetamol pada anak jika kompres tidak cukup untuk mengurangi rasa sakit akibat bintitan.

Berikan parasetamol dengan dosis dan takaran yang tepat. Baca aturan pakai pada kemasan parasetamol.

Lalu, Moms membawa Si Kecil melakukan pemeriksaan ke rumah sakit, dokter mungkin akan meresepkan salep antibiotik.

Biasanya salep diresepkan jika kondisi bintitan terinfeksi atau yang tidak dapat membaik setelah melakukan perawatan di rumah.

Salah satu contoh salep antibiotik untuk mengatasi bintitan pada anak adalah Ciprofloxacin.

Ciprofloxacin dapat digunakan untuk bintitan pada anak 2 tahun atau lebih.

Selain itu, dokter juga mungkin akan memberikan injeksi steroid untuk mengurangi pembengkakan atau peradangan pada bintitan.

Jika perawatan ini tidak berhasil atau bintitan mulai memengaruhi fungsi penglihatan, dokter akan menyarankan tindakan operasi pengangkatan bintitan.

Mencegah Bintitan pada Anak

mencegah bintitan pada mata
Foto: mencegah bintitan pada mata

Karena bintitan disebabkan oleh infeksi bakteri, Moms dapat mengambil beberapa langkah untuk meminimalisasi risiko infeksi pada mata Si Kecil.

Berikut beberapa caranya:

  1. Anjurkan anak untuk tidak terlalu sering menggosok mata karena dapat menyebabkan bakteri masuk ke dalam mata.
  2. Pastikan anak-anak Moms menyentuh mata mereka setelah mencuci tangan atau jangan menyentuh mata sama sekali.
  3. Biarkan mereka memakai kacamata hitam untuk melindungi mata dari debu dan sinar matahari yang silau.
  4. Ajari anak kebiasaan kebersihan yang baik seperti mencuci muka dan tangan setelah bermain di luar.
  5. Jika anak remaja Moms menggunakan riasan mata, pastikan dia menyimpan riasan di tempat yang bersih dan mengganti produknya setiap 6 bulan sekali, karena bakteri dapat menumpuk di dalamnya.
  6. Ajari anak untuk tidak berbagi eyeliner dan maskara dengan anak lain karena hal ini dapat menyebabkan penularan bakteri.
  7. Tidak menggunakan kosmetik atau alat perawatan wajah anak yang sudah kedaluwarsa
  8. Memeriksakan diri ke dokter jika mengalami infeksi atau peradangan di sekitar kelopak mata
  9. Membersihkan wajah sebelum tidur
  10. Bakteri bisa tumbuh makmur di area yang lembap, seperti handuk. Jadi, Moms juga harus memperhatikan kebersihan handuk.

Baca Juga: Cara Mengobati Sakit Mata pada Anak dengan 5 Bahan Alami, Cari Tahu, Yuk!

Komplikasi Akibat Bintitan pada Anak yang Mungkin Terjadi

Komplikasi Akibat Bintitan pada Anak
Foto: Komplikasi Akibat Bintitan pada Anak

Bintit adalah infeksi mata yang tidak berbahaya dan cenderung memudar dengan sendirinya dalam 1 atau 2 minggu.

Meskipun jarang terjadi, jika tidak diobati dengan benar, bisa menimbulkan beberapa komplikasi berikut ini.

1. Kalazion

Bintitan yang tidak diobati bisa berubah menjadi kalazion, yaitu kondisi kronis yang dapat menekan mata dan mengurangi bukaan kelopak mata.

Berdasarkan studi di jurnal Cochrane Library, kondisi ini tidak menyakitkan seperti bintitan, namun proses penyembuhannya cukup lama, dan bahkan memerlukan antibiotik untuk mengobatinya.

2. Selulitis Periorbital

Jika infeksi bakteri menyebar ke jaringan di sekitar mata, hal tersebut dapat menyebabkan selulitis periorbital.

Kondisi ini ditandai dengan adanya pembengkakan dan kemerahan di sekitar mata, yang dapat diobati dengan antibiotik.

Baca Juga: Masih Balita Sudah Menderita Rabun Jauh dan Mata Silinder, Ternyata Ini Penyebabnya!

Bintitan pada anak-anak bisa menyakitkan dan menyebabkan ketidaknyamanan pada mereka saat menjalani aktivitas sehari-hari.

Namun, dengan beberapa tips perawatan di rumah, gejalanya bisa dikurangi.

Memastikan bahwa anak-anak juga mengikuti tindakan pencegahan untuk mencegah infeksi dengan menjaga kebersihan dan perawatan mata juga dapat membantu.

Tidak lupa, bila bintitan pada anak tak kunjung sembuh, segera periksakan ke dokter ya, Moms!

  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17658-stye
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3424070/
  • https://www.researchgate.net/publication/254247501_Chemical_Composition_of_Turmeric_Oil_Curcuma_longa_L_cv_Roma_and_its_Antimicrobial_Activity_against_Eye_Infecting_Pathogens
  • https://pharmaceutical-journal.com/article/ld/eye-disorders-understanding-the-causes-symptoms-and-management
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sty/symptoms-causes/syc-20378017
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/326300#benefits
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/313668#medical_treatment
  • https://www.medicinenet.com/sty_stye/article.htm

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.