03 Oktober 2023

8 Tahapan Menulis Anak Usia Dini serta Cara Mengajarkannya

Si Kecil sudah bisa menulis dengan baik, Moms?

Menulis adalah salah satu kemampuan dasar yang pelu dikenalkan dan dipelajari sejak dini. Jika ingin mengajari anak menulis, ada tahapan menulis anak usia dini yang perlu Moms ketahui.

Memang setiap perkembangan dan pertumbuhan anak bisa berbeda.

Namun, Moms bisa mengacu pada tahapan menulis anak usia dini untuk mengajarkan Si Kecil menulis.

Tahapan Menulis Anak Usia Dini

cara mengajarkan anak menulis-menggunakan kapur tulis.jpg
Foto: cara mengajarkan anak menulis-menggunakan kapur tulis.jpg (Parenthub.com.au)

Seperti apa tahapan menulis anak usia dini? Berikut penjelasannya, Moms!

1. Tahap Pra Menulis

Melansir laman Toddle About, tahap pertama perkembangan tulisan tangan terjadi pada fase pra-menulis, biasanya antara usia 2 hingga 4 tahun.

Pada tahap ini, anak mengembangkan kemampuan motorik halus, melalui keterampilan jari.

Ini adalah saat mereka belajar menggunakan gunting, menggambar bentuk dasar, dan memegang pensil.

Kegiatan pra-menulis seperti mewarnai dan menjiplak gambar dapat membantu anak berkembang ke tahapan menulis anak usia dini selanjutnya.

2. Tahap Mencoret atau Membuat Goresan

Tahap mencoret atau membuat goresan biasanya dimulai pada usia 2,5–3 tahun.

Pada tahap ini, si kecil mulai suka mencoret-coret, baik itu di kertas, lantai, dinding, atau apa saja yang dianggapnya dapat ditulis.

Jadi, Moms, jangan herap apabila tembok rumah tiba-tiba penuh coretan, ya. Jangan lekas marah. Ini adalah salah satu tanda baik perkembangan Si Kecil.

Bantu ia dengan menyediakan peralatan untuk menulis, seperti pensil, cat, buku gambar, kertas, dan juga krayon.

Baca juga: Moms, Ini Tips Ajari Anak Cara Memegang Pensil yang Benar

3. Tahap Pengulangan Secara Linier

Tahapan menulis anak usia dini berikutnya adalah pengulangan linier yang biasanya dimulai pada usia 4 tahun.

Di masa ini, si kecil akan sering menelusuri bentuk tulisan yang horizontal. Tulisan yang dihasilkan anak seperti membuat gambar rumput.

Moms dan Dads bisa menstimulasinya dengan kegiatan yang berkaitan dengan alat tulis dan kertas.

Misalnya, anak menjadi dokter dan Moms menjadi pasien.

Dokter lantas akan berpura-pura menulis resep obat. Kegiatan tersebut akan membantu anak untuk menyenangi menulis.

4. Memahami Konsep Tulisan

Anak Belajar Menulis
Foto: Anak Belajar Menulis (Freepik.com/freepik)

Melansir laman Georgia State University, sebelum anak benar-benar belajar menulis, mereka perlu paham bahwa tulisan mengandung makna.

Ini penting untuk dipahami anak sebelum mereka merangkainya menjadi kalimat.

Kemudian setelah mereka menggunakan coretan untuk menyampaikan makna, akan perlahan menulis huruf-huruf alfabet, mempelajari bunyi huruf, hingga mengeja satu kata.

5. Membentuk Huruf

Setelah anak melewati tahap pra-menulis, anak-anak melanjutkan ke pembentukan huruf.

Pada tahap ini, mereka belajar bagaimana membentuk huruf dengan benar dan konsisten.

Ini biasanya mulai terlihat antara usia 4 hingga 7 tahun.

Menulis di papan tulis atau di pasir dapat membantu anak melatih pembentukan huruf yang benar.

6. Tahap Menulis Secara Acak

Pada tahap ini, Si Kecil belajar tentang berbagai bentuk sebagai suatu tulisan, meski huruf yang muncul masih acak.

Tahapan menulis anak usia dini ini biasanya dimulai pada usia 5 tahun.

Moms dapat menstimulasinya dengan memberikan gambar untuk dituliskan Si Kecil, meski kata yang muncul nantinya masih acak.

Contohnya, “ibu gajah”, anak bisa menulis “ib gjah”. Tidak ada yang salah. Terus picu anak untuk belajar.

7. Tahap Menulis Nama

Nah, di tahap ini, anak mulai memahami kalau kata-kata mewakili bunyi.

Mereka pun mulai menuliskan apa yang ia dengar. Tahap tersebut biasanya muncul pada usia 5,5 tahun.

Anak-anak akan menulis nama dan bunyi secara bersamaan. Misalnya, si kecil menulis “dua” dengan “duwa” atau “sekolah” dengan “skola”.

8. Tahap Menulis Kalimat Pendek

Pada umumnya, anak berusia di atas 5 tahun sudah mulai mencoba merangkai kalimat pendek, yang terdiri dari satu subjek dan satu predikat.

Misalnya, “Andi belajar” atau “mama menari”.

Baca juga: Begini Cara agar Tulisan Bagus dan Rapi, Coba Ajarkan ke Anak, Yuk Moms!

Lantas, adakah cara untuk menstimulasi alias mengembangkan kemampuan menulis anak tersebut? Tenang...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.