Scroll untuk melanjutkan membaca

PARENTING
05 September 2022

Mengenal Satelit Saturnus, Paling Besar dan Paling Terkenal!

Punya banyak satelit
Mengenal Satelit Saturnus, Paling Besar dan Paling Terkenal!

Saturnus merupakan planet unik yang dikelilingi dengan cincin. Planet ini juga dikelilingi satelit Saturnus yang jumlahnya cukup banyak.

Awalnya, para astronom menemukan bahwa ada 62 satelit saturnus yang mengorbit. Namun, belum lama ini, para peneliti kembali menemukan 20 satelit di planet ini, Moms.

Mengutip NationalGeoraphic.com, saat ini saturnus memliki 82 satelit dan menjadi planet yang memiliki satelit alami terbanyak di Tata Surya setelah Jupiter.

Moms yang ingin tahu lebih jelas tentang satelit Saturnus, simak penjelasannya dalam artikel ini ya.

Baca juga: Serunya Wisata Bukit Sekipan Tawangmangu bersama Keluarga!

Satelit Saturnus

Satelit Saturnus

Foto: Satelit Saturnus (istockphoto.com)

Foto Planet Saturnus (Orami Photo Stock)

Yuk, mengenal satelit saturnus dari yang peling besar, hingga paling terkenal berikut ini!

1. Mimas

Mimas merupakan satelit Saturnus yang ditemukan oleh William Herschel pada 1789. Namanya diambil dari seorang raksasa yang ada dalam mitologi Yunani.

Satelit ini memiliki permukaan yang tidak terlalu luas, sedikit lebih kecil dari luas negara Spanyol.

Kepadatan Mimas yang rendah, yaitu 1,15 g/cm3, menunjukkan bahwa sebagian besar terdiri dari air es dengan hanya sedikit batuan.

Ciri Mimas yang paling khas adalah kawah tumbukan raksasa sepanjang 130 km, yang dinamai sesuai penemunya, Herschel.

Diameter Herschel hampir sepertiga dari diameter Mimas sendiri; dindingnya tingginya kira-kira 5 km, bagian permukaannya berukuran 10 km, dan puncak pusatnya naik 6 km di atas dasar kawah.

Jika ada kawah dengan skala yang setara di Bumi (dalam ukuran relatif), diameternya akan lebih dari 4.000 km (2.500 mil), lebih lebar dari Australia.

Baca juga: Penyebab Pupil Mata Membesar dan Tips Menjaga Kesehatan Mata

2. Enceladus

Satelit Saturnus berikutnya adalah Enceladus. Dalam Tata Surya, satelit ini merupakan terbesar ke-19 dan urutan 6 diantara satelit lain yang ada di planet Saturnus.

Enceladus memiliki diameter 550 km atau sekitar sepersepuluh dari satelit terbesar Saturnus, Titan.

Meskipun ukurannya kecil, Enceladus memiliki berbagai fitur permukaan, mulai dari daerah tua yang banyak kawahnya hingga daerah muda yang terdeformasi secara tektonik.

Permukaan Enceladus didominasi oleh es, sehingga disebut sebagai benda paling reflektif di Tata Surya. Selain itu, dominasi es membuat suhu pada siang hari hanya mencapai 198 derajat Celsius.

Enceladus ditemukan pada 28 Agustus 1789, oleh William Herschel. Namun pada 2005, pesawat ruang angkasa Cassini memulai beberapa penerbangan jarak dekat Enceladus.

Cassini menemukan gumpalan mirip air yang keluar dari wilayah kutub selatan.

Penelitian yang sedang berlangsung pada data Cassini menunjukkan bahwa lingkungan hidrotermal Enceladus dapat dihuni oleh beberapa mikroorganisme lubang hidrotermal Bumi.

Baca juga: 4 Tips Mengajarkan Balita Berkata Jujur

3. Titan

Titan merupakan satelit alami dan paling besar di planet Saturnus yang keenam. Di Tata Surya, Titan merupakan satu-satunya satelit alami yang memiliki atmosfer padat.

Atmosfer Titan sebagian besar terdiri dari nitrogen; senyawa-senyawa kecil mengakibatkan pembentukan awan metana dan etana serta kabut organik yang kaya akan nitrogen.

Iklimnya menghasilkan permukaan yang mirip dengan Bumi, seperti bukit pasir, sungai, danau, dan laut dan delta, serta didominasi oleh pola cuaca musiman seperti di Bumi.

Selain itu, satelit ini adalah satu-satunya objek selain Bumi yang terbukti memiliki cairan di permukaan.

Karena permukaannya yang mengandung cairan dan atmosfernya yang kaya akan nitrogen, siklus metana Titan dianggap mirip dengan siklus air di Bumi, meskipun suhunya jauh lebih rendah.

Beberapa peneliti menyebut, satelit saturnus memiliki diameter 50% lebih besar dari bulan, sementara massanya 80% lebih besar.

Dalam Tata Surya, Titan merupakan satelit kedua terbesar di Tata Surya, setelah satelit Ganimede di Jupiter.

Volume satelit ini, disebut lebih besar daripada planet Merkurius. Titan pertama kali ditemukan pada tahun 1655 oleh astronom Belanda Christiaan Huygens.

Ini merupakan satelit kelima di Tata Surya yang ditemukan setelah empat satelit milik Jupiter.

4. Rhea

Rhea merupakan satelit terbesar kedua Saturnus dan satelit terbesar kesembilan di Tata Surya. Satelit ini, ditemukan pada tahun 1672 oleh Giovanni Domenico Cassini.

Permukaan Rhea merupakan es dengan kepadatan sekitar 1,236 g/cm3. Kepadatan rendah ini menunjukkan bahwa ia terbuat dari ~25% batuan dan ~75% air es.

Bentuk triaksial Rhea konsisten dengan benda homogen dalam kesetimbangan hidrostatik yang berputar pada kecepatan sudut Rhea.

Penelitian pada tahun 2006 menunjukkan bahwa Rhea hampir tidak mampu mempertahankan air internal melalui pemanasan oleh peluruhan radioaktif; lautan seperti itu harus berada di sekitar 176 K, suhu eutektik untuk sistem air-amonia.

Indikasi yang lebih baru adalah bahwa Rhea memiliki interior yang homogen dan karenanya lautan ini tidak ada.

Baca juga: Ini Berbagai Jenis Penyakit Kulit dan Cara Mengatasinya

5. Dione

Dione merupakan satelit Saturnus yang ditemukan oleh astronom Italia Giovanni Domenico Cassini pada tahun 1684. Namanya diambil dari tokoh mitologi Yunani, Titaness Dione.

Dione mengorbit Saturnus dengan sumbu semimayor sekitar 2% lebih kecil dari bulan. Periode orbit Dione adalah sepersepuluh dari Bulan.

Dione saat ini berada dalam resonansi orbit gerak rata-rata 1:2 dengan bulan Enceladus, menyelesaikan satu orbit Saturnus untuk setiap dua orbit yang diselesaikan oleh Enceladus.

Dengan diameter 1122 km (697 mi), Dione adalah satelit terbesar ke-15 di Tata Surya dan menjadi satelit terbesar keempat Saturnus.

Berdasarkan kepadatannya, interior Dione kemungkinan merupakan kombinasi batu silikat dan es air di bagian massa yang hampir sama.

Pengamatan bentuk dan gravitasi yang dikumpulkan oleh peneliti menunjukkan inti batuan berjari-jari 400 km yang dikelilingi oleh sekitar 160 km selubung H2O, terutama dalam bentuk es cair.

Namun, dengan beberapa model yang menunjukkan bahwa bagian paling bawah dari lapisan ini mungkin berbentuk dari lautan air asin cair internal.

Baca juga: 7 Manfaat Jumping Jack, Bisa Bakar Kalori, Menguatkan Tulang, hingga Meredakan Stres!

Itu dia penjelasan mengenai satelit Saturnus. Semoga artikelnya bermanfaat ya, Moms.

  • https://www.nationalgeographic.com/science/article/discovery-20-new-moons-gives-saturn-solar-system-record
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Satelit_Saturnus
  • https://solarsystem.nasa.gov/planets/saturn/overview/