04 Januari 2018

Telat Datang Bulan? Waspadai PCOS!

Kenali gejala Polycystic Ovary Syndrome sejak dini

Menstruasi merupakan siklus terpenting yang harus dilalui oleh setiap perempuan. Apabila 'sang tamu' datang terlambat, Moms perlu mengkhawatirkan faktor-faktor internal yang terjadi, seperti potensi kehamilan, konsumsi obat, atau mungkin stres.

Namun, bila siklus ini tidak berjalan dengan normal dan hanya terjadi dua kali dalam satu tahun mungkin Moms berpotensi mengidap Polycystic Ovary Syndrome atau syndrome ovarium poliklistik. Sindrom ini terjadi di usia produktif, yakni ketika perempuan menginjak usia 16-24 tahun.

Untuk mendiagnosa PCOS Moms bisa mengawalinya dengan mengenali gejala-gejala berikut ini:

Meningkatnya Hormon Androgen

Hormon androgen atau yang dikenal sebagai hormon laki-laki yang terdapat dalam sistem tubuh perempuan. Bila hormon ini meningkat akan menyebabkan lebatnya pertumbuhan rambut di sekitar wajah, punggung, dan dada layaknya yang terjadi pada laki-laki.

Berjerawat

Tak hanya lebatnya rambut di area tertentu, tetapi ketidakseimbangan hormon laki-laki yang mendominasi sistem tubuh juga menyebabkan kulit menjadi berminyak dan rentan dengan jerawat.

Obesitas

Penderita PCOS mengalami kesulitan dalam menurunkan berat badan. Hal ini masih disebabkan oleh hormon laki laki yang mendominasi sistem tubuh. Ketidakseimbangan menyebabkan metabolisme tubuh berubah dan mempengaruhi tekanan darah, kadar kolesterol, dan insulin.

Kista

Tidak semua pengidap PCOS memiliki kista, tetapi siklus menstruasi yang tidak lancar membuat pelepasan sel telur terhambat dan menumpuk ada dinding rahim sehingga menimbulkan kista.

Genetik

Perhatikan sejarah medik keluarga Moms, apabila salah satu anggota mengidap sindrom ini bersiaplah untuk melakukan beberapa penanggulangan, seperti melakukan tes darah dan pemantauan kadar gula dan hormon Androgen.

Pengidap PCOS memang didiagnosa sulit mendapatkan keturunan, namun terapi Clomid yang dikembangkan oleh para dokter kini mampu menjadi alternatif dalam meningkatkan kesuburan.

(SR)

Sumber: mayoclinic.org | womenshealthmag.com

Foto: http://wny-obgyn.com/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.