Kesehatan

14 April 2021

Cacing Kremi: Gejala, Penyebab, Serta Cara Mengatasinya yang Harus Diketahui

Moms akan merasakan gatal di area dubur hingga vagina
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Infeksi cacing kremi disebabkan oleh parasit seperti cacing atau Enterobius vermicularis yang menginfeksi usus manusia dan daerah dubur.

Infeksi cacing ini seringkali terjadi pada anak-anak. Akan tetapi, jika anak terinfeksi cacing ini seluruh anggota keluarga, termasuk dewasa juga berisiko terinfeksi lho Moms.

Orang dewasa kemungkinan terkena cacing kremi dari anak-anak yang terinfeksi. Selain itu, berhubungan seksual dengan pasangan juga dapat mentransfer telur cacing ini.

Melansir Centers for Disease Control and Prevention, kebanyakan orang yang terjangkit cacing kremi adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun, orang-orang yang menangani anak-anak yang terinfeksi cacing ini, atau orang-orang yang diisolasi misalnya tahanan atau pasien rumah sakit jiwa.

Kelompok orang ini punya 50 persen kemungkinan terkena cacing kremi.

Orang dewasa yang bekerja di pusat penitipan anak, sekolah, atau yang berhubungan langsung dengan anak-anak juga lebih berisiko terinfeksi.

Namun, hewan tidak dapat mengalami infeksi cacing ini. Manusia dianggap satu-satunya yang memiliki inang E. vermicularis yang juga dikenal sebagai cacing kremi manusia

Gejala Cacing Kremi

Sama seperti pada anak-anak, gejala utama cacing kremi adalah rasa tidak nyaman dan gatal di daerah dubur. Selain itu, berikut ini gejala cacing kremi pada orang dewasa yang perlu Moms ketahui.

Baca Juga: Bayi Terkena Serangan Cacing Kremi, Apa Penyebabnya?

1. Gatal pada Area Dubur

Man-In-Jeans-Scratching-Itchy-Bottom.jpg

Foto: Peoplespharmacy.com

Gejala cacing kremi pada orang dewasa yang pertama adalah gatal pada area dubur. Area dubur mengalami gatal-gatal, khususnya pada malam hari. Dr. Adam Ratner, direktur divisi penyakit menular anak-anak di Hassenfeld Children’s Hospital, NYU Langone menyebutkan malam hari merupakan siklus cacing ini bertelur.

Hal itulah yang menyebabkan rasa gatal.

"Kami tidak tahu mengapa di malam hari. Tidak diketahui persis. Cacing kremi seperti memiliki sinyal bahwa manusia yang terinfeksi atau ‘tuan rumah’ sudah tidur,” jelasnya.

2. Gatal Area Vagina

images (24).jpg

Foto: Thefreshtoast.com

Gejala cacing kremi pada orang dewasa yang selanjutnya adalah gatal di area vagina. Selain anal, gejala cacing ini juga bisa menimbulkan gatal-gatal pada area vagina. Hal tersebut terjadi ketika cacing dewasa pindah ke vagina.

Cacing kremi sering terlihat pada kulit dubur atau tinja, kadang-kadang terdeteksi di vagina dan dapat menyebabkan keputihan. Akibatnya, terdapat ruam atau iritasi kulit di sekitar dubur atau vagina.

Baca Juga: Bukan Cuma Cuci Tangan, Lakukan 5 Cara Ini untuk Mencegah Cacingan pada Balita

3. Insomnia

pain-and-insomnia.jpg

Foto: Naturalform.com

Gejala cacing kremi pada orang dewasa yang selanjutnya adalah insomnia.

Rasa gatal dan iritasi pada dubur dan vagina berdampak pada insomnia atau sulit tidur. Jika sudah begini, Moms akan mudah sekali kelelahan.

4. Sakit Perut dan Infeksi Kandung Kemih

Burst-Appendix-Bad-Stomachache.jpg

Foto: Self.com

Gejala cacing kremi pada orang dewasa yang jarang terjadi adalah mengalami sakit perut. Selai itu, infeksi kandung kemih yang dapat menyebabkan disuria atau ketidaknyamanan kandung kemih.

Meskipun cacing ini menimbulkan rasa tidak nyaman, khususnya pada malam hari. Infeksi cacing kremi tidak menyebabkan masalah serius. Bahkan, jika tidak terdeteksi lebih awal.

"Tidak seperti banyak infeksi parasit lainnya, infeksi cacing kremi tidak memiliki efek jangka panjang," kata Dr. Ratner.

Baca Juga: Mencegah Cacingan, 1 dari 7 Manfaat Bayam untuk Balita

Penyebab Cacing Kremi

Berbahayakah Jika Ibu Hamil Terkena Cacing Kremi 05.jpg

Foto: Orami Foto Stock

Infeksi cacing kremi sangat menular. Moms bisa terinfeksi karena menelan atau menghirup telur cacing kremi secara tidak sengaja.

Telur-telur ini biasanya disimpan ke permukaan atau benda oleh orang yang telah terinfeksi. Siklus infeksi dimulai dengan menelan telur mikroskopis.

Setelah telur masuk ke tubuh, cacing ini akan berada di usus sampai menetas dan matang. Saat dewasa, cacing kremi betina berpindah ke usus besar dan keluar dari tubuh melalui anus pada malam hari.

Cacing kremi betina bertelur di lipatan kulit di sekitar anus kemudian kembali ke usus besar. Kehadiran telur-telur tersebut seringkali menyebabkan anal gatal dan iritasi.

Saat Moms menggaruk area yang terkena, telur cacing ini mudah berpindah ke jari. Telur bisa bertahan selama beberapa jam di tangan.

Selain itu, jika Moms terinfeksi menyentuh benda-benda rumah tangga seperti tempat tidur, pakaian, dudukan toilet, atau mainan. Telur akan berpindah ke benda-benda tersebut.

Telur ini dapat bertahan hidup di permukaan yang terkontaminasi ini hingga 3 minggu.

Anak-anak dengan mudah memindahkan telur cacing ini karena mereka dapat memasukkan mainan yang terinfeksi atau benda lain langsung ke dalam mulut mereka. Telur juga dapat berpindah dari jari yang terkontaminasi langsung ke makanan atau cairan.

Meskipun jarang terjadi, orang dewasa juga mungkin menghirup telur di udara saat mengguncang sprei, handuk, atau pakaian yang terkontaminasi.

cacing kremi umumnya hidup hingga 13 minggu. Menggaruk area yang terkena dapat menyebabkan konsumsi yang tidak disengaja, yang dapat menyebabkan infeksi ulang dan memulai kembali seluruh proses kehidupan cacing ini.

Terkadang, telur di anus dapat menetas dan larva cacing kremi dapat menginfeksi kembali usus asalnya. Hal ini dapat menyebabkan infeksi berlanjut tanpa batas waktu jika tidak diobati.

Baca Juga: 7 Bahan Alami untuk Mengobati Sakit Perut

Cara Mengatasi Cacing Kremi

Produk Pembersih Rumah Bisa Sebabkan Kanker Payudara - 5 Triclosan.jpg

Foto: Orami Foto Stock

Pengobatan cacing kremi bertujuan untuk menghilangkan cacing ini dan mencegah infeksi kembali terjadi.

Untuk menghilangkan cacing kremi, berikut ini ada beberapa cara mengatasinya.

1. Penggunaan Obat

Melansir Centers for Disease Control (CDC), obat yang dapat digunakan untuk pengobatan cacing kremi adalah mebendazole, pyrantel pamoate, atau albendazole.

Obat ini diberikan dalam satu dosis pada tahap awal. Kemudian, satu dosisi lagi dari obat yang sama 2 minggu kemudian.

  • Emverm (mebendazole) dan Albenza (albendazole) adalah obat oral yang menyebabkan cacing kremi dikeluarkan melalui buang air besar. obat ini umumnya tidak disarankan untuk digunakan pada anak di bawah 2 tahun.
  • Meskipun Pin-Away (pyrantel) dan Reese's Pinworm Medicine (pyrantel pamoate) tersedia tanpa resep, obat ini dianggap kurang efektif membunuh cacing kremi daripada pilihan lain.

Namun, obat ini tidak dapat membunuh telur cacing kremi. Oleh karena itu, lakukan pencegah lain yang mendukung mengatasi cacing ini.

2. Membersihkan Rumah

Selain pengobatan, program kebersihan rumah tangga tertentu dapat membantu Moms menghilangkan dan mencegah telur cacing kremi.

Nah, ini cara membersihkan rumah agar telur cacing kremi hilang.

  • Pastikan orang yang terinfeksi dan anggota keluarga melakukan cuci tangan secara menyeluruh dengan air hangat dan sabun. Cara ini sangat penting dilakukan sebelum makan.
  • Setiap anggota keluarga di rumah untuk mandi dan mengganti pakaian dalam mereka sehabis pergi.
  • Bersihkan kuku dan potong pendek agar tidak menjadi berkembang biaknya cacing kremi.
  • Beritahu anggota keluarga untuk berhenti menggigit kuku.
  • Beri tahu orang atau anggota keluarga yang terinfeksi untuk tidak menggaruk area anus.
  • Gunakan air panas untuk mencuci semua tempat tidur, handuk, waslap, dan pakaian di rumah. Keringkan barang-barang ini di bawah sinar matahari.
  • Hindari mengguncang pakaian dan alas tidur agar telur cacing ini tidak menyebar ke udara.
  • Jangan biarkan anak-anak mandi bersama, karena dapat menyebabkan telur cacing ini menyebar di bak mandi.
  • Bersihkan secara menyeluruh semua permukaan yang mungkin terinfeksi, termasuk mainan, lantai, meja dapur, dan dudukan toilet.
  • Bersihkan semua area berkarpet dengan hati-hati.

Selama waktu perawatan ini dan 2 minggu setelah perawatan terakhir, sebaiknya hindari mandi bersama Si Kecil dan penggunaan kembali atau berbagi lap.

Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan kontaminasi air mandi dengan cacing ini.

Infeksi ini bisa terulang terjadi dengan mudah. Pencegahan dan pengobatan harus dilakukan rutin.

Kebersihan tangan yang baik adalah cara pencegahan yang paling efektif. Jika infeksi cacing ini terjadi lagi, orang yang terinfeksi harus diobati dengan pengobatan yang sama. Kontak rumah dan porang yang terinfeksi juga harus dirawat.

Jika infeksi cacing kremi terus terjadi, sumber infeksi harus dicari dan diobati.

Nah, Moms. Itulah gejala, penyebab, serta cara mengatasinya. Jika Moms merasa mengalami gejala terus menerus. Jangan ragu untuk konsultasikan ke dokter ya Moms!

  • https://www.healthline.com/health/pinworms#prevention
  • https://www.cdc.gov/parasites/pinworm/treatment.html
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait