07 Mei 2022

Ini 5 Penyebab Kenapa Orang Sering Mendengkur dan Bahayanya

Bisa jadi karena terkena tumor!

Sebagian besar dari orang-orang yang mendengkur saat tidur tidak tahu penyebab kondisi yang mereka alami.

Melansir WebMD, timbulnya suara mendengkur adalah akibat saluran pernapasan menyempit, lalu bergetar saat dilalui oleh aliran udara.

Suara dengkuran bisa terdengar halus atau keras (parau) yang mengganggu.

Semakin menyempit saluran udara, maka akan semakin besar tekanan yang dibutuhkan untuk membangun aliran udara yang cukup.

Semakin besarnya tekanan ini, maka suara dengkuranpun akan semakin nyaring terdengar.

Banyak yang percaya bahwa orang yang mendengkur saat tidur merupakan hal wajar karena kelelahan. Faktanya, belum tentu lho, Moms.

Berikut ini adalah beberapa penyebab seseorang tidur mendengkur dan bagaimana cara mengatasinya. Yuk Moms, disimak!

Baca Juga: Bayi Ngorok saat Tidur, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyebab Orang Tidur Mendengkur

mendengkur.jpg
Foto: mendengkur.jpg

Foto: freepik.com

Mengutip Indian Journal and Community Medicine, biasanya mendengkur terjadi ketika jaringan lunak di langit-langit mulut (soft palate), anak tekak (uvula), dan tenggorokan menjadi relaks pada saat mulai memasuki tahapan tidur yang lebih dalam, yaitu sekitar 90 menit setelah tertidur.

Otot dan jaringan yang sedang berada dalam kondisi rileks inilah yang menyebabkan terhalangnya aliran udara yang lewat, sehingga terjadilah getaran atau dengkur.

Bagian lainnya yang juga ikut bergetar adalah saluran hidung, dasar lidah dan tonsil.

Makin sempit jalan napas, makin sulit juga aliran udara untuk melewatinya, sehingga menyebabkan semakin kuatnya suara dengkuran.

Berikut beberapa faktor yang berpengaruh terhadap terganggunya aliran udara penyebab mendengkur:

1. Struktur Mulut

Lancar tidaknya aliran udara saat bernafas salah satunya dipengaruhi oleh struktur mulut.

Orang dengan pangkal lidah yang tebal akan berisiko tidur mendengkur karena saluran udara menjadi lebih sempit.

Begitu pula bagi orang yang kelebihan berat umumnya memiliki jaringan tambahan di bagian belakang tenggorokan yang menghambat aliran udara.

Berat ringannya alias keras tidaknya suara mendengkur akan sesuai dengan seberapa berat sumbatan atau hambatan yang terjadi.

2. Minum Alkohol

Studi menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi alkohol terlalu banyak sebelum tidur, maka akan cendrung mendengkur saat tidur.

Hal ini terjadi karena alkohol mengurangi ketegangan pada otot bukal, sehingga ketidakmampuan otot-otot yang sama untuk membela diri terhadap penyumbatan saluran napas.

3. Sumbatan Pada Hidung

Penyebab tidur mendengkur selanjutnya adalah hidung tersumbat. Seseorang yang mengalami hidung mampet atau semacam deformitas (kelainan bentuk hidung) maka akan memiliki peluang untuk tidur mendengkur.

Pasalnya, pada saat tidur dia akan cendrung bernapas melalui mulut, apalagi orangnya juga gemuk.

Baca Juga: Ngorok Saat Hamil, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya!

4. Amandel

Hal ini biasanya terjadi pada anak-anak, yaitu ketika adanya pembesaran amandel saat terjadinya peradangan (radang amandel).

Selain tidur mendengkur bisanya anak juga mengalami demam, malas makan karena tenggorokan sakit, dan sering ngeces karena buat nelan ludah juga sakit.

5. Tumor

Adanya tumor atau massa jaringan abnormal baik pada hidung ataupun daerah tenggorokan juga dapat mmenjadi penyebab tidur mendengkur.

Mekanismenya sama, seperti telah dijelaskan di atas. Contohnya pada kanker nasofaring.

Baca Juga: Normal atau Bahaya, Apa Penyebab Bayi Mendengkur Saat Tidur?

Selain itu, melansir Mayo Clinic, ada pula faktor risiko yang dapat menyebabkan mendengkur meliputi:

  • Pria lebih cenderung mendengkur atau mengalami sleep apnea dan mendengkur daripada wanita.
  • Kelebihan berat badan. Orang yang kelebihan berat badan atau obesitas lebih cenderung mendengkur atau mengalami apnea tidur obstruktif.
  • Memiliki saluran napas yang sempit. Beberapa orang mungkin memiliki langit-langit lunak yang panjang, atau amandel atau kelenjar gondok yang besar, yang dapat mempersempit jalan napas dan menyebabkan dengkuran.
  • Mengalami masalah hidung. Jika Moms memiliki cacat struktural di saluran napas, seperti septum yang menyimpang, atau hidung tersumbat secara kronis, risiko mendengkur akan lebih besar.
  • Memiliki riwayat keluarga mendengkur atau apnea tidur obstruktif. Keturunan merupakan faktor risiko potensial untuk OSA.

Baca Juga: Sleep Apnea Pada Bayi Prematur, Ketahui 6 Fakta Ini

Apakah Mendengkur Berbahaya?

mendengkur
Foto: mendengkur

Foto: Orami Photo Stock

Apakah mendengkur berbahaya tergantung pada jenis, tingkat keparahan, dan frekuensinya.

Berikut ini klasifikasinya, dilansir melalui Sleep Foundation.

1. Mendengkur Ringan

Mendengkur ringan dan jarang adalah normal dan tidak memerlukan pengujian atau perawatan medis.

Dampak utamanya adalah pada pasangan tempat tidur atau teman sekamar yang mungkin terganggu oleh kebisingan sesekali.

2. Mendengkur Primer

Mendengkur primer terjadi lebih dari 3 malam per minggu.

Karena frekuensinya, lebih mengganggu pasangan tidur; namun, biasanya tidak dilihat sebagai masalah kesehatan.

Kecuali ada tanda-tanda gangguan tidur atau sleep apnea, dalam hal ini tes diagnostik mungkin diperlukan.

3. Obstructive Sleep Apnea (OSA)

Mendengkur terkait Obstructive Sleep Apnea (OSA) lebih mengkhawatirkan dari perspektif kesehatan.

Jika OSA berjalan tanpa pengobatan, itu dapat memiliki implikasi besar bagi tidur seseorang dan kesehatan secara keseluruhan.

OSA yang tidak diperiksa dikaitkan dengan kantuk di siang hari yang berbahaya, dan kondisi kesehatan yang serius.

Termasuk masalah kardiovaskular, tekanan darah tinggi, diabetes, stroke, dan depresi.

Tidak semua pendengkur menderita OSA, tetapi jika mendengkur disertai dengan salah satu gejala berikut, mungkin merupakan indikasi untuk menemui dokter untuk evaluasi lebih lanjut untuk OSA:

  • Napas yang disaksikan berhenti saat tidur
  • Mengantuk secara berlebihanan di siang hari
  • Sulit berkonsentrasi
  • Sakit kepala di pagi hari
  • Sakit tenggorokan saat bangun tidur
  • Tidur gelisah
  • Terengah-engah atau tersedak di malam hari
  • Tekanan darah tinggi
  • Sakit dada di malam hari

Pada anak-anak, rentang perhatian yang buruk, masalah perilaku atau kinerja yang buruk di sekolah

Ada baiknya jika mendengkur sudah semakin keras bahkan mengganggu kualitas tidur, segeralah temui dokter ahli untuk diagnosa lebih lanjut.

Baca Juga: Obstructive Sleep Apnea, Gangguan yang Menyebabkan Berhentinya Pernapasan Saat Tidur

Cara Mengatasi Mendengkur

mendengkur
Foto: mendengkur

Foto: pinterest.com

Perawatan untuk mengatasi kondisi ini akan disesuaikan pada sifat dengkuran dan jenis masalah yang ditimbulkannya.

Untuk orang dengan dengkuran yang jarang atau primer, pengobatan mungkin tidak diperlukan kecuali jika itu mengganggu tidur seseorang atau tidur seseorang yang tinggal bersamanya.

Dalam kasus ini , perawatan cenderung lebih sederhana.

Sedangkan orang dengan OSA biasanya membutuhkan perawatan yang lebih intensif.

Melansir Journal of The Royal Society of Medicine, berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi dengkuran.

1. Perubahan Gaya Hidup

Perubahan gaya hidup dapat membantu menghentikan dengkuran, dan dalam beberapa kasus, perawatan lain mungkin tidak diperlukan.

Bahkan ketika perawatan lain diresepkan, perubahan gaya hidup seringkali masih direkomendasikan. Contoh perubahan tersebut antara lain:

  • Mempertahankan berat badan yang sehat: Kelebihan berat badan atau obesitas merupakan faktor risiko penting untuk mendengkur dan sleep apnea, jadi menjaga berat badan yang sehat dapat menjadi langkah penting untuk melawan dengkuran.
  • Membatasi penggunaan alkohol dan obat penenang: Alkohol sering memicu dengkuran, dan obat penenang juga dapat memicu dengkuran.
  • Menyesuaikan posisi tidur: Tidur telentang membuat jalan napas Anda lebih mudah tersumbat. Mungkin perlu waktu untuk membiasakan diri dengan posisi yang berbeda, tetapi ini bisa menjadi perubahan yang bermanfaat.
  • Menaikkan kepala tempat tidur: Mengangkat bagian atas tempat tidur dengan anak tangga, bantal, atau bingkai yang dapat disesuaikan dapat mengurangi dengkuran. Agar ini berhasil, penting untuk menaikkan seluruh kasur dan tidak hanya menggunakan lebih banyak bantal.
  • Mengurangi hidung tersumbat: Mengambil langkah-langkah untuk menghilangkan alergi atau sumber lain dari hidung tersumbat dapat memerangi dengkuran. Strip pernapasan yang menutupi hidung dapat membantu membuka saluran hidung di malam hari, serta ekspander hidung internal.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Rhinitis Kehamilan yang Jadi Penyebab Hidung Tersumbat saat Hamil

2. Pemasangan Corong Anti Mendengkur

Corong anti mendengkur membantu menahan lidah atau rahang dalam posisi stabil sehingga tidak dapat menghalangi jalan napas saat tidur. Ada dua jenis utama corong anti-mendengkur, yaitu:

  • Perangkat Kemajuan Mandibula: Ini bekerja dengan menahan rahang bawah ke depan. Bentuknya dapat disesuaikan, sehingga pengguna dapat menemukan kecocokan yang lebih nyaman dan efektif.
  • Alat Penahan Lidah: Corong ini membantu menahan lidah di tempatnya sehingga tidak meluncur kembali ke tenggorokan yang mencegah mendengkur.

3. Latihan Mulut

Mengendurnya otot-otot di sekitar saluran napas membuat seseorang lebih mungkin mendengkur.

Latihan untuk memperkuat mulut, lidah, dan tenggorokan dapat mengatasi hal ini, membangun tonus otot untuk mengurangi dengkuran.

Latihan mulut anti-mendengkur telah menunjukkan efektivitas yang paling pada orang dengan mendengkur ringan dan biasanya harus diselesaikan setiap hari selama 2-3 bulan.

Baca Juga: Ini 5 Penyebab Kenapa Orang Sering Mendengkur

Diagnosis Mendengkur

mendengkur
Foto: mendengkur

Foto: Orami Photo Stock

Diagnosis mendengkur ditetapkan atas dasar wawancara medis dan pemeriksaan fisik yang didukung pemeriksaan penunjang.

Pada wawancara medis, akan digali lebih jauh seberapa sering dengkuran terjadi dan seberapa parah gangguan tidur yang dialami.

Pada anak, orang tua umumnya akan ditanya juga lebih jauh tentang perilaku anak sehari-hari, kemampuannya berkonsentrasi dan prestasinya di sekolah.

Ketiga hal ini mencerminkan keparahan gangguan akibat mendengkur yang dialami.

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk menyelidiki lebih jauh penyebab mendengkur. Seluruh struktur di hidung dan tenggorokan akan diperiksa.

Bila diperlukan, dapat dilakukan pemeriksaan penunjang seperti:

1. Pencitraan

Pencitraan yang dapat dilakukan pada seorang penderita mendengkur dapat berupa sinar X, CT-scan atau MRI. Dari berbagai pencitraan ini dapat dilihat struktur anatomi yang lebih detail terkait gangguan yang terjadi.

2. Pengamatan Saat Tidur (sleep study)

Pada sleep study, seorang penderita mendengkur akan diminta tidur lalu akan diamati seberapa parah dengkuran yang terjadi. Selain itu akan dilihat pula apakah ada gangguan lain yang mengiringi seperti adanya OSA.

3. Polysomnography

Polysomnography sebenarnya merupakan salah satu bentuk pengamatan saat tidur. Bedanya, pada polysomnography, penderita mendengkur terhubung dengan beberapa sensor khusus yang akan mencatat segala bentuk perubahan dalam:

  • Gelombang otak
  • Kadar oksigen darah
  • Detak jantung
  • Frekuensi napas
  • Tingkatan kelelapan tidur
  • Pergerakan mata dan kaki

Baca Juga: Balita Susah Tidur? Ini Cara Efektif Agar Anak Tidur Nyenyak

Nah demikian Moms beragam penyebab mendengkur beserta cara mengatasinya agar kualitas tidur lebih baik.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4389504/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC539538/
  • https://www.hindawi.com/journals/jdr/2019/9578391/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/snoring/symptoms-causes/syc-20377694
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/snoring/diagnosis-treatment/drc-20377701
  • https://www.webmd.com/sleep-disorders/sleep-apnea/snoring
  • https://www.nhs.uk/conditions/snoring/
  • https://www.sleepfoundation.org/snoring
  • https://medlineplus.gov/snoring.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.