17 Oktober 2022

Selamatkan Lingkungan dengan Gaya Hidup Zero Waste

Bantu jaga kesehatan lingkungan!

Kini, seluruh manusia sudah mencapai titik di mana gaya hidup zero waste benar-benar harus dilakukan.

Hal tersebut dilakukan mengingat sampah mulai meluap, mencemari tanah, lautan, dan lingkungan sekitar.

Jika tidak dilakukan sedari dini, ekosistem dan lingkungan tempat tinggal makhluk hidup dapat terancam.

Lantas, bagaimana gaya hidup zero waste dilakukan? Berikut ini beberapa hal yang perlu Moms ketahui lebih lanjut.

Baca juga: Ciri-Ciri Lingkungan Tidak Sehat dan Cara Mengatasinya

Kenalan Lebih Jauh dengan Zero Waste

Gaya Hidup Zero Waste
Foto: Gaya Hidup Zero Waste

Apa yang Moms pikirkan saat pertama kali mendengar istilah zero waste? Apakah dalam hati sedang mengatakan, “tidak mungkin hidup tanpa membuat sampah”?

Memang benar, zaman sekarang bukan hal yang mudah untuk tidak membuang sampah. Apalagi, masih banyak orang yang menggunakan plastik sekali pakai.

Walau sudah banyak supermarket yang tidak memakai plastik sekali pakai, pelaku UMKM masih menggunakannya karena terbilang murah dan mudah didapat.

Di mata banyak orang, zero waste masih menjadi angan-angan, karena konsepnya yang masih belum dipahami dengan jelas.

Hal tersebut secara langsung semua orang saat ini masih menjadi bagian dari aliran limbah ekonomi.

Dilansir dari Center for Ecotechnology, zero waste adalah filosofi yang dijadikan sebagai gaya hidup.

Tujuannya adalah mendorong siklus hidup sumber daya, dengan menggunakan kembali produk-produk yang sudah menjadi sampah.

Selain pemanfaatan limbah sampah yang bisa digunakan kembali, gaya hidup zero waste juga dilakukan dengan menjauhi penggunaan plastik sekali pakai.

Gaya hidup zero waste tidak hanya mengenai recycle atau mendaur ulang saja. Hal tersebut lah yang kerap menjadi miskonsepsi dari maksud zero waste.

Padahal, zero waste itu dimulai dari refuse, reduce, and reuse. Setelah ketiganya tercepat, recycle dan rot menyusul dilakukan.

Baca juga: Apakah Moms Berada di Lingkungan Sehat? Simak Tanda dan Cara Menjaganya

Dilansir dari Greener Choices, berikut ini barang sekali pakai yang dilarang untuk digunakan pada gaya hidup zero waste:

  • Gelas plastik atau kardus sekali pakai.
  • Sedotan, termasuk sedotan kertas.
  • Paper bag dan pembungkus makanan di restoran.
  • Kantong plastik sekali pakai.
  • Botol plastik.
  • Kaleng aluminium
  • Filter kopi dari kertas.
  • Pisau cukur sekali pakai.
  • Botol sabun mandi.
  • Wadah makanan olahan.
  • Kantong plastik makanan olahan.

Setelah mengetahui benda-benda apa saja yang dilarang untuk digunakan pada gaya hidup zero waste, berikut ini langkah penerapannya.

Penerapan Gaya Hidup Zero Waste

Dilansir dari United States Environmental Protection Agency, gaya hidup zero waste dilakukan dengan mendesain ulang sistem industri satu arah.

Hal tersebut dilakukan dalam sistem melingkar, yang bertujuan untuk meningkatkan ekosistem alam.

Langkah pertama yang dilakukan adalah, menciptakan produk dan kemasan yang tahan lama, dapat digunakan kembali, atau dengan mudah didaur ulang.

Memang, tidak sedikit orang yang pesimis dan sarkastik dengan istilah zero waste. Mereka menganggap hal tersebut tidak mungkin dilakukan.

Mana mungkin manusia yang hidup di zaman modern seperti ini tidak menghasilkan sampah?

Tidak mudah memulai gaya hidup zero waste di tengah infrastruktur dan masyarakat yang belum mendukung.

Terlebih, masih banyak ditemukan makanan dan minuman yang disajikan menggunakan plastik.

Sebelum berkomentar lebih jauh, sebaiknya simak terlebih dulu 5 penerapan gaya hidup zero waste:

1. Refuse (Menolak)

Limbah Botol
Foto: Limbah Botol (Orami Photo Stock)

Refuse dilakukan dengan menolak penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah.

Refuse merupakan langkah pertama, sekaligus yang terpenting dalam zero waste.

Ketika Moms menolak barang yang berpotensi menjadi sampah, maka tidak perlu melakukan gaya hidup zero waste lainnya.

2. Reduce (Mengurangi)

Reduce dilakukan dengan mengurangi barang yang tidak terpakai dari rumah. Alih-alih menyimpannya, Moms bisa mendonasikannya untuk orang lain.

Jika dinilai barang tersebut masih memiliki harga, Moms bahkan bisa menjualnya dengan harga lebih murah.

Reduce berangkat dari konsep bahwa sedikit barang, berarti sedikit sampah yang dihasilkan.

Terlebih, mendonasikan barang tidak terpakai yang kayak pakai dapat berdampak positif bagi orang menerimanya.

3. Reuse (Menggunakan Kembali)

Reuse dilakukan dengan memakai kembali barang yang ada. Menerapkan metode ini membantu Moms menghemat banyak hal, lho.

Misalnya saja, alih-alih menggunakan tisu, Moms bisa menggunakan sapu tangan, kain lap, atau serbet.

Benda-benda tersebut bisa menggantikan fungsi tisu, tetapi dapat dipakai berulang kali. Berarti, Moms sudah meniadakan sampah tisu jika melakukan hal tersebut.

Hal yang sama juga diterapkan saat berbelanja. Sebaiknya Moms membawa tas sendiri dari rumah, alih-alih menggunakan plastik sekali pakai.

Hal tersebut sudah diterapkan di beberapa supermarket dan tempat makan di Indonesia.

Sebagian orang bahkan sudah membawa wadah sendiri untuk membeli makanan atau minuman, seperti botol kaca atau tempat makan.

4. Recycle (Daur Ulang)

Jika langkah 1 sampai 3 sudah dilakukan, tetapi masih ada beberapa barang yang berpotensi terbuang, lakukan langkah selanjutnya, yaitu daur ulang.

Hal yang terpenting dalam gaya hidup zero waste adalah, mencegah diri sendiri untuk menghasilkan sampah baru.

5. Rot (Membusukkan)

Menjaga Kesehatan Lingkungan
Foto: Menjaga Kesehatan Lingkungan

Metode terakhir adalah, membusukkan sampah atau membuatnya menjadi kompos. Langkah terakhir ini dilakukan pada sampah makanan.

Pengolahan kompos dapat digunakan sebagai penyubur tanaman. Tentunya aman bagi tanah dan lingkungan.

Baca juga: 7 Sumber Energi Alternatif Ramah Lingkungan, Yuk Sayangi Bumi Kita!

Langkah Awal Penerapan Gaya Hidup Zero Waste

Tertarik menjalankan gaya hidup zero waste lifestyle? Moms bisa memulai dari hal yang paling sederhana.

Salah satunya adalah menolak penggunaan kantong plastik, dan membawa tas belanja dari rumah.

Terapkan langkah tersebut secara konsisten, dimulai dari keluarga. Prosesnya memang tidak mudah.

Namun, hal tersebut jangan dijadikan alasan untuk tidak memulainya. Jangan pula menghakimi seseorang yang belum menerapkannya.

Ingat, zero waste bukan suatu tujuan, tetapi proses. Tujuannya meningkatkan ekosistem dan kesehatan bumi demi anak cucu kelak.

  • https://www.epa.gov/transforming-waste-tool/how-communities-have-defined-zero-waste
  • https://www.centerforecotechnology.org/zero-waste-lifestyle/
  • https://www.nationalgeographic.com/science/article/zero-waste-families-plastic-culture
  • https://www.greenerchoices.org/zero-waste-lifestyle/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.