25 Januari 2024

8 Jenis Keputihan Berdasarkan Warna dan Teksturnya, Waspada!

Beda jenis keputihan, beda juga penyebabnya

Keputihan merupakan hal yang normal terjadi pada setiap perempuan. Faktanya, setiap jenis keputihan memiliki penyebab dan arti berbeda, lho.

Ada banyak faktor yang dapat membuat Moms mengalami keputihan. Hal itu bisa disebabkan oleh makanan, gaya hidup hingga terlalu banyak pikiran.

Keputihan yang normal adalah tanda dari fungsi tubuh yang sehat. Ini adalah cara tubuh membersihkan dan melindungi vagina.

Biasanya, keluarnya cairan dari vagina ini akan meningkat seiring dengan gairah seksual dan ovulasi.

Namun, meski keputihan adalah hal yang wajar, tak jarang Moms merasa keputihan menjadi hal yang mengganggu.

Tidak hanya itu, jika tidak ditangani dengan baik, keputihan juga bisa berbahaya bagi kesehatan, Moms!

Baca Juga: 16 Rekomendasi Popok Bayi Terbaik, Anti Bocor dan Anti Ruam

Jenis Keputihan Berdasarkan Warna dan Tekstur

Ilustrasi Keputihan Wanita (Orami Photo Stocks)
Foto: Ilustrasi Keputihan Wanita (Orami Photo Stocks)

Ada beberapa jenis keputihan yang dirasakan oleh perempuan. Jenis keputihan ini dikategorikan berdasarkan warna dan konsistensinya.

Beberapa jenis keputihan sebenarnya masuk dalan kategori normal kecuali terlihat tanda-tanda yang tidak biasa.

Beberapa jenis keputihan tersebut di antaranya:

1. Cairan Berwarna Putih

Jenis keputihan ini biasanya terlihat seperti sedikit cairan putih, terutama pada awal atau akhir siklus menstruasi dan termasuk hal yang normal.

2. Putih dan Kental

Namun, jika keputihan disertai dengan gatal dan memiliki konsistensi atau terlihat seperti keju yang kental, itu tidak normal dan perlu perawatan.

Jenis keputihan ini mungkin merupakan tanda infeksi jamur.

3. Jernih dan Berair

Cairan yang jernih dan encer adalah hal yang normal.

Itu bisa terjadi kapan saja setiap bulan. Ini mungkin akan terasa lebih banyak setelah berolahraga.

4. Bening dan Elastis

Ketika terlihat cairan bening dan elastis dan seperti lendir dan bukan berair, ini menunjukkan bahwa perempuan kemungkinan besar sedang ovulasi.

Warna dan tekstur seperti ini adalah jenis keputihan yang normal.

5. Cokelat atau Berdarah

Keputihan berwarna cokelat atau berdarah biasanya normal, terutama bila terjadi selama atau tepat setelah siklus menstruasi.

Keluarnya cairan yang terlambat di akhir periode bisa terlihat cokelat, bukan merah.

Jika keputihan berdarah setelah hubungan seks dan mungkin menandakan adanya trauma, infeksi, atau kondisi medis lain.

Perempuan mungkin juga mengalami sedikit keluarnya darah di antara periode yang disebut flek.

Inilah pentingnya melakukan pemeriksaan panggul dan pap smear tahunan.

Dokter kandungan biasanya akan memeriksa kelainan serviks selama prosedur ini.

6. Kuning atau Hijau

Saat keputihan berwarna kuning atau hijau, terutama jika kental, tebal, atau disertai dengan bau yang tidak sedap, ini tidak normal.

Jenis keputihan ini mungkin merupakan tanda infeksi trikomoniasis.

Jenis keputihan ini biasanya menyebar melalui hubungan seksual.

7. Berwarna Abu-abu

Keputihan berwarna abu-abu dan berbau tidak sedap bisa menunjukkan bacterial vaginosis, suatu kondisi yang terjadi karena ketidakseimbangan bakteri di vagina.

8. Keputihan Berbusa

Jenis keputihan berbusa sering kali menandakan infeksi, seperti trichomoniasis.

Trichomoniasis biasanya disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis dan merupakan penyakit menular seksual (PMS), yang artinya dapat ditularkan melalui kontak seksual.

Baca Juga: 13 Penyebab Mual Setelah Berhubungan Intim, Cari Tahu Yuk!

Penyebab Keputihan

Ilustrasi Keputihan
Foto: Ilustrasi Keputihan (Orami Photo Stocks)

Keputihan bisa terjadi karena adanya perubahan hormon setelah ovulasi.

Hal ini juga disebabkan karena progesteron pada tubuh meningkat.

Adanya keputihan ini sebenarnya tidak berbahaya, terlebih apabila terjadi saat menjelang memasuki periode menstruasi.

Setelah mengetahui jenis keputihan yang biasa terjadi, berikut ini adalah beberapa penyebab keputihan yang harus Moms tahu!

1. Kehamilan

Selama masa kehamilan, ada perubahan hormon yang menyebabkan Moms akan mengalami keputihan.

Ini tentu tidak berbahaya, jenis keputihan ini justru dalam rangka menjaga infeksi dari kandung kemih.

Jumlah keputihan pun akan meningkat hingga menjelang melahirkan, dan hal ini merupakan hal yang wajar terjadi.

2. Stres

Keputihan juga dapat terjadi bila Moms mengalami stres.

Ini bisa terjadi karena hormon dalam tubuh menjadi tidak seimbang akibat terlalu banyak pikiran.

Meski kondisi ini tidak berbahaya, Moms harus tetap menghindari hal-hal yang akan menyebabkan stres agar tidak merasakan keputihan berlebih.

Apabila aktivitas seksual dilakukan secara berlebihan, sel-sel mati akan meningkat dan otomatis...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.