Kesehatan

10 Mei 2021

5 Jenis Keputihan dan Penyebabnya, Jangan Dianggap Sepele, Moms Wajib Tahu!

Beda jenis keputihan, beda juga penyebabnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Keputihan merupakan hal yang normal terjadi pada setiap perempuan. Ada beberapa jenis keputihan bergantung penyebabnya. Ada banyak faktor yang dapat membuat Moms mengalami keputihan. Hal itu bisa disebabkan oleh makanan, gaya hidup hingga terlalu banyak pikiran.

Keputihan yang normal adalah tanda dari fungsi tubuh yang sehat. Ini adalah cara tubuh membersihkan dan melindungi vagina. Misalnya, pengeluaran cairan meningkat seiring dengan gairah seksual dan ovulasi.

Namun, meski keputihan adalah hal yang wajar, tak jarang Moms merasa keputihan menjadi hal yang mengganggu. Tidak hanya itu, jika tidak ditangani dengan baik, keputihan juga bisa berbahaya bagi kesehatan, Moms!

Baca Juga: 10 Tanda Tubuh Moms Sedang di Masa Ovulasi

Jenis Keputihan

Jenis Keputihan -2

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa jenis keputihan yang dirasakan oleh perempuan. Jenis keputihan ini dikategorikan berdasarkan warna dan konsistensinya. Beberapa jenis keputihan sebenarnya masuk dalan kategori normal kecuali terlihat tanda-tanda yang tidak biasa.

Orang yang merasakan keputihan dan menunjukkan kondisi kesehatan yang mendasar biasanya memerlukan perawatan. Beberapa jenis keputihan tersebut di antaranya:

1. Cairan Putih

Jenis keputihan ini biasanya terlihat seperti sedikit cairan putih, terutama pada awal atau akhir siklus menstruasi dan termasuk hal yang normal. Namun, jika keputihan disertai dengan gatal dan memiliki konsistensi atau terlihat seperti keju yang kental, itu tidak normal dan perlu perawatan. Jenis keputihan ini mungkin merupakan tanda infeksi jamur.

2. Jernih dan Berair

Cairan yang jernih dan encer adalah hal yang normal. Itu bisa terjadi kapan saja setiap bulan. Ini mungkin akan terasa lebih banyak setelah berolahraga.

3. Bening dan Elastis

Ketika terlihat cairan bening dan elastis dan seperti lendir dan bukan berair, ini menunjukkan bahwa perempuan kemungkinan besar sedang berovulasi. Ini adalah jenis keputihan yang normal.

4. Coklat atau Berdarah

Keputihan berwarna coklat atau berdarah biasanya normal, terutama bila terjadi selama atau tepat setelah siklus menstruasi. Keluarnya cairan yang terlambat di akhir periode bisa terlihat coklat, bukan merah.

Perempuan mungkin juga mengalami sedikit keluarnya darah di antara periode yang disebut flek. Inilah pentingnya melakukan pemeriksaan panggul dan Pap smear tahunan. Ginekolog dan dokter biasanya akan memeriksa kelainan serviks selama prosedur ini.

5. Kuning atau Hijau

Saat keputihan berwarna kuning atau hijau, terutama jika kental, tebal, atau disertai dengan bau yang tidak sedap, ini tidak normal. Jenis keputihan ini mungkin merupakan tanda infeksi trikomoniasis. Ini biasanya menyebar melalui hubungan seksual.

Baca Juga: Keputihan Setelah Berhubungan Seks, Apakah Berbahaya? Ini Penjelasannya!

Penyebab Keputihan

Jenis Keputihan -1

Foto: Orami Photo Stock

Keputihan bisa terjadi karena adanya perubahan hormon setelah ovulasi. Hal ini juga disebabkan karena progesteron pada tubuh meningkat. Adanya keputihan ini sebenarnya tidak berbahaya, terlebih apabila terjadi saat menjelang memasuki siklus menstruasi.

Sebelum mengetahui jenis keputihan yang biasa terjadi, berikut ini adalah beberapa penyebab keputihan yang harus Moms tahu agar tidak terlalu kaget saat mengetahuinya.

1. Kehamilan

Selama masa kehamilan, ada perubahan hormon yang menyebabkan Moms akan merasakan keputihan. Ini tentu tidak berbahaya, hal ini justru dalam rangka menjaga infeksi dari kandung kemih. Jumlah keputihan pun akan meningkat hingga menjelang melahirkan, dan hal ini merupakan hal yang wajar terjadi.

2. Stres

Keputihan juga dapat terjadi bila Moms mengalami stress. Ini bisa terjadi karena hormon dalam tubuh menjadi tidak seimbang akibat terlalu banya pikiran. Meski hal ini tidak berbahaya, Moms harus tetap menghindari hal-hal yang akan menyebabkan stress agar tidak merasakan keputihan berlebih.

3. Aktivitas Seksual

Apabila aktivitas seksual dilakukan secara berlebihan, sel-sel mati akan meningkat dan otomatis juga akan meningkatkan keputihan. Jadi sebaiknya lakukan aktivitas seksual secara normal agar Moms tidak perlu berurusan dengan meningkatnya keputihan

4. Penggunaan Pantyliner

Ternyata, penggunaan pantyliner juga bisa menghalangi sirkulasi udara di area vagina Moms. Akibatnya, vagina akan menjadi lembab dan berkeringat. Hal ini bisa menyebabkan keputihan yang berlebih dan akan menyebabkan rasa tidak nyaman. Sebaiknya mulai sekarang kurangi penggunaan pantyliner

5. Makanan

Ternyata, penyebab keputihan bisa berasala dari makanan lho Moms. Makanan-makanan seperti gorengan, buah yang dikeringkan, keju, nanas, makanan kaleng, makanan pedas hingga gula adalah penyebab keputihan semakin meningkat.

6. Bakteri Vaginosis

ini adalah infeksi bakteri yang cukup umum. Ini menyebabkan peningkatan keputihan yang memiliki bau yang kuat, busuk, dan terkadang amis, meskipun tidak menimbulkan gejala dalam beberapa kasus. Perempuan yang melakukan seks oral atau yang memiliki banyak pasangan seksual memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular infeksi ini.

7. Trikomoniasis

Ini adalah adalah jenis infeksi lain yang disebabkan oleh protozoa atau organisme bersel tunggal. Infeksi biasanya menyebar melalui hubungan seksual, tetapi juga dapat ditularkan dengan berbagi handuk atau pakaian renang.

Ini menghasilkan cairan kuning atau hijau yang memiliki bau busuk. Nyeri, radang, dan gatal juga merupakan gejala umum, meskipun beberapa orang tidak mengalami gejala apa pun.

8. Infeksi Jamur

Ini adalah infeksi dari jamur yang menghasilkan cairan putih seperti keju selain merasakan sensasi terbakar dan gatal. Kehadiran jamur di vagina sebenarnya normal, tetapi berbahaya jika pertumbuhannya berlipat ganda di luar kendali dalam situasi tertentu.

9. Gonore dan Klamidia

Ini adalah adalah infeksi menular seksual (IMS) yang dapat mengeluarkan cairan abnormal. Biasanya berwarna kuning, kehijauan, atau keruh.

10. Penyakit radang panggul (PID)

Ini adalah infeksi yang sering menyebar melalui hubungan seksual. Itu terjadi ketika bakteri menyebar ke vagina dan ke organ reproduksi lainnya. Ini dapat menghasilkan cairan yang berat dan berbau busuk.

11. Human Papillomavirus (HPV) atau Kanker Serviks

Ini merupakan infeksi yang disebarkan melalui hubungan seksual dan dapat menyebabkan kanker serviks. Meskipun mungkin tidak ada gejala, jenis kanker ini dapat mengeluarkan cairan darah, berwarna coklat, atau encer dengan bau yang tidak sedap. Kanker serviks dapat dengan mudah diskrining dengan Pap smear tahunan dan pengujian HPV, dikutip Centers for disease Control and Prevention (CDC) .

Baca Juga: Makanan Peningkat Kesuburan

Cara Mengatasi Keputihan

Jenis Keputihan -3

Foto: Orami Photo Stock

Bagi Moms yang ingin mencoba langkah awal mengatasi keputihan, mungkin bisa mencoba beberapa hal berikut yang hanya menggunakan bahan-bahan alami ini:

  1. Kompres dingin guna mengurangi gatal dan bengkak,
  2. Cobalah konsumsi yoghurt untuk menurunkan risiko terkena infeksi jamur,
  3. Gunakanlah krim atau gel anti jamur bila penyebabnya adalah infeksi jamur,
  4. Gunakanlah kondom atau tundalah hubungan seksual hingga Moms melakukan pemeriksaan.
  5. Bila keputihan terus berlangsung, segeralah periksakan diri ke dokter.

Itulah sekilas tentang jenis keputihan dan cara mengatasinya. Keputihan bisa menimbulkan penyakit lho Moms, jadi jangan lupa untuk cepat menanganinya ya. Jika kondisi lebih buruk, segera hubungi dokter.

  • https://www.healthline.com/symptom/vaginal-discharge#causes
  • https://www.cdc.gov/hpv/parents/cancer.html?CDC_AA_refVal=https%3A%2F%2Fwww.cdc.gov%2Fhpv%2Fparents%2Fscreening.html
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait