31 Maret 2022

7+ Tips Berkomunikasi Efektif dengan Pasangan, Jangan Lupakan Kontak Mata!

Komunikasi efektif membuat Moms dan pasangan bisa lebih saling memahami
7+ Tips Berkomunikasi Efektif dengan Pasangan, Jangan Lupakan Kontak Mata!

Foto: freepik.com/jcomp

Moms dan Dads ingin berkomunikasi lebih baik? Tips berkomunikasi efektif bisa menghindari dari kesalahpahaman serta memahami arti sebenarnya dari apa yang dikomunikasikan, loh!

Menurut Helpguide.org, komunikasi yang efektif lebih dari sekedar bertukar informasi. Ini tentang memahami emosi dan niat di balik informasi tersebut.

Selain mampu menyampaikan pesan dengan jelas, Moms dan Dads juga perlu mendengarkan dari apa yang dikatakan oleh orang lain sehingga memnbuat orang lain merasa didengar dan dipahami.

Tips Berkomunikasi Efektif

Ilustrasi berbicara
Foto: Ilustrasi berbicara

Foto: Orami Photo Stock

Dengan harapan tidak terjadi kesalahpahaman, maka berikut ini tips berkomunikasi efektif yang bisa Moms dan Dads lakukan:

1. Bangun dan Pertahankan Kontak Mata

Kontak mata memainkan peran penting dalam komunikasi. Melihat orang lain adalah cara untuk mendapatkan umpan balik tentang poin-poin tertentu.

Kurangnya kontak mata, di sisi lain, menandakan rasa malu bahkan bisa menjadi penyebab kurangnya kelancaran dalam proses berpikir kita.

Orang-orang saling memandang 75% dari waktu ketika berbicara tetapi hanya 40% dari waktu ketika mendengarkan. Sehingga penting untuk bangun dan mempertahankan kontak mata.

Baca Juga: 12 Bentuk Komunikasi Non Verbal yang Bikin Moms Lebih Dekat dengan Anak

2. Pesan yang Jelas

Moms dan Dads, ada perbedaan besar antara hanya mengatakan sesuatu dan mengatakan sesuatu dengan niat.

Ucapkan kata-kata yang bermakna dan mengarahkan intinya langsung. Semisal Ketika Moms atau Dads tahu ke mana akan pergi dengan kata-kata kalian.

Maka, kemungkinan besar pesan akan tersampaikan dengan sangat jelas.

3. Bersikaplah Menerima Apa yang Orang Lain Katakan

Tips berkomunikasi efektif selanjutnya adalah bersikap menerima apa yang orang lain katakan.

Kebanyakan Moms dan Dads melakukan percakapan dengan orang lain sesuai agenda yang jelas tentang apa yang kalian inginkan. Meskipun baik untuk mulai bicara dan mendengarkan dengan tujuan yang jelas, ingatlah untuk bersikap fleksibel.

Jika mereka tidak mengatakan dengan tepat apa yang kalian harapkan untuk didengar maka beradaptasilah. Saat mereka berbicara maka cobalah untuk mengangguk, tersenyum atau membuat suara verbal afirmatif.

membantu untuk menjadi pendengar yang aktif, dan untuk tidak mengabaikan ketika percakapan tidak berjalan sesuai keinginan.

Bahkan mencoba memahami apa yang coba dikatakan atau apa yang mereka rasakan tidak peduli apakah interpretasi Anda benar sudah cukup untuk meningkatkan kepuasan pasangan.

4. Tunggu Sampai Orang Lain Selesai Berbicara

Kita semua mengenal seseorang yang suka berbicara tanpa mendengarkan yang tampaknya berpikir bahwa apa yang mereka katakan sama menariknya dengan orang lain di sekitar mereka.

Tapi, yang tampaknya tidak mengerti bahwa mendengarkan adalah bagian penting dari komunikasi dan hubungan dengan orang lain. Jadi,cobalah sampai orang lain selesai berbicara.

Baca Juga: Benarkah Ada Hubungannya Kecakapan Anak Berbicara dan Sikat Gigi pada Anak?

5. Bertanggung Jawab atas Perasaan Diri Sendiri

Apa yang dikatakan atau dilakukan orang lain bukanlah penyebab perasaan kita, melainkan pemicunya.

Perasaan kita dirangsang oleh apa yang terjadi. Misalnya, jika seseorang tidak melakukan apa yang mereka katakan akan mereka lakukan, kita mungkin memberi tahu mereka, "Kamu membuatku sangat marah, kamu sangat tidak bisa diandalkan!"

Tuduhan yang menghasut ini dapat diutarakan kembali sebagai, "Saya merasa frustrasi karena penting bagi saya bahwa kita harus menepati kesepakatan yang telah kita buat."

6. Buatlah Permintaan yang Praktis, Spesifik dan Positif

Buat permintaan yang akan membantu memenuhi kebutuhan kita. Ini menghentikan kita hanya mengeluh, dan memungkinkan situasi berubah.

Jangan menanyakan hal-hal yang terlalu samar atau terlalu besar kepada orang lain, atau dinyatakan sebagai permintaan negatif, mis. "Berhentilah membuat begitu banyak kebisingan."

Bersikaplah positif dan spesifik, misalnya "Saya sedang bekerja. Bisakah Anda menggunakan headphone saat bermain video game?”

Baca Juga: 3 Cara Komunikasi Ini Bisa Menimbulkan Konflik Dengan Pasangan

7. Gunakan Deskripsi yang Akurat dan Netral

Ketika kita kesal, kita sering menafsirkan apa yang telah terjadi, menggunakan bahasa yang menghakimi, daripada menggambarkan secara akurat apa yang telah memicu kita.

Ini bisa membuat kita langsung bertengkar! Misalnya, alih-alih hanya menyatakan, "Kamu tidak menelepon saya," kita mungkin menafsirkan dan kemudian menuduh, "Kamu tidak peduli dengan saya!"

Pertama, gambarkan situasi dengan cara yang netral, akurat, bebas dari penilaian atau kesalahan. Kemudian komunikasi dapat dilanjutkan dengan berbagi perasaan, kebutuhan dan permintaan.

Misalnya, alih-alih mengatakan, "Itu ide yang sangat bodoh!" Moms atau Dads mungkin berkata, “Jika kita semua pergi ke film yang berakhir pada tengah malam [deskripsi netral], saya khawatir [perasaan], karena anak-anak perlu tidur malam [kebutuhan]. Bisakah kita pergi ke jam 2 siang? tampilkan sebagai gantinya [permintaan khusus]?”

8. Memahami Kebutuhan, Keinginan, dan Nilai

Segala sesuatu yang orang katakan dan lakukan mengungkapkan kebutuhan, kerinduan, atau nilai yang mendasarinya.

Kita dapat belajar mengidentifikasi dan 'mendengar' kebutuhan ini, bahkan ketika kebutuhan tersebut tidak diungkapkan secara eksplisit.

Karena semua manusia berbagi kebutuhan ini, mereka adalah kunci ajaib kami untuk membuka saling pengertian.

Misalnya, jika seseorang berkata, "Kamu sangat egois, kamu tidak pernah melakukan apa pun untuk membantu di rumah,"

Ini artinya mereka secara tidak langsung mengungkapkan kerinduan untuk pertimbangan dan dukungan, tetapi itu muncul sebagai kesalahan dan penghakiman.

Jika kita dapat berempati daripada bereaksi, kita akan terhubung dan orang tersebut akan merasa dipahami.

Komunikator terbaik tahu bahwa ada semacam memberi dan menerima antara berbicara dan mendengarkan.

Berbagi tentang siapa yang menjadi pembicara dan siapa yang menjadi pendengar berdasarkan rasa saling menghormati dan kepedulian terhadap perasaan satu sama lain.

Beberapa orang berbicara tentang diri mereka sendiri karena mereka benar-benar berpikir bahwa mereka lebih menarik daripada orang lain yang mereka kenal.

Tetapi banyak orang yang kewalahan oleh perasaan mereka sendiri dan mendorongnya menjauh. Sehingga, di kala ini membutuhkan tips berkomunikasi efektif.

  • https://www.dailygood.org/story/1366/10-tips-for-effective-communication-liz-kingsnorth/
  • https://www.helpguide.org/articles/relationships-communication/effective-communication.htm
  • https://blog.neuronation.com/en/4-tips-for-effective-communication/
  • https://good-grief.org/wp-content/uploads/2017/04/15-Effective-Communication-TIps.pdf
  • https://www.walshcollege.edu/blog/5-tips-best-business-communications
  • https://lauriebrown.com/guides/communication-skills/what-is-effective-communication/
  • https://www.studilmu.com/blogs/details/5-hukum-komunikasi-efektif
  • https://ilmukomunikasi.uma.ac.id/2020/12/23/komunikasi-yang-efektif/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.