2-3 tahun

12 Februari 2020

Mengenal Transient Ischemic Attack, Stroke yang Bisa Menyerang Anak

Kenali gejala transient ischemic attack agar Si Kecil terhindar dari stroke akut!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dona Handayani
Disunting oleh Intan Aprilia

Dilansir dari Child Neurology Foundation, Transient Ischemic Attack (TIA) adalah serangan stroke yang hanya berlangsung selama beberapa menit. Stroke ini terjadi ketika peredaran darah ke bagian otak terganggu.

Gejala utama Transient Ischemic Attack yaitu lemas, mati rasa pada satu sisi tubuh, dan kesulitan bicara. Gejala tersebut bisa bertahan hingga 24 jam, akan tetapi kebanyakan hilang dalam beberapa jam.

Agar Moms bisa mengantisipasi terjadinya Transient Ischemic Attack, mari simak ulasan di bawah ini!

Gejala Transient Ischemic Attack

Transient Ischemic Attack, Stroke Tanpa Pendarahan yang Bisa Menyerang Anak 1.jpg

Foto: practicalpainmanagement.com

Transient Ischemic Attack memiliki gejala yang hampir sama dengan stroke yaitu:

  • Tubuh menjadi lemah
  • Satu sisi dari tubuh seperti mati rasa
  • Anak akan kesulitan untuk bicara atau memahami perkataan orang lain
  • Masalah pada pengelihatan
  • Kebingungan
  • Vertigo (anak biasanya mengeluh kalau ruangan seperti berputar)

Gejala-gejala ini akan berakhir dalam waktu kurang dari 24 jam, bahkan terkadang hanya terjadi beberapa menit dan hilang.

Anak bisa mengalami Transient Ischemic Attack yang berulang-ulang di mana itu menjadi peringatan akan terjadinya stroke.

Meskipun gejala Transient Ischemic Attack pada orang dewasa maupun anak terjadi dalam waktu singkat, akan tetapi terjadinya gejala tersebut harus diwaspadai dan ditangani dengan cepat dan tepat karena bisa menjadi peringatan terjadinya stroke yang sebenarnya.

Dikutip dari Boston Children’s Hospital, menurut riset yang mereka lakukan terindikasi bahwa 10% dari anak yang mengalami Transient Ischemic Attack pada akhirnya akan mengalami stroke.

Laura L. Lehman, seorang ahli Neurologi, Psikiatri, dan Radiologi di Boston Children’s Hospital menambahkan, “Anak perempuan yang pernah mengalami Transient Ischemic Attack memiliki risiko 11 kali lebih besar terkena stroke dibandingkan anak laki-laki, meskipun anak laki-laki lebih dominan mengalami Transient Ischemic Attack dan stroke,” ungkapnya seperti dikutip dari American Heart Association.

Baca Juga: Kenali 5 Tanda Tubuh Terkena Heat Stroke, Pernah Mengalaminya?

Penyebab Transient Ischemic Attack

Transient Ischemic Attack, Stroke Tanpa Pendarahan yang Bisa Menyerang Anak 2.jpg

Foto: chocchildrens.org

Transient Ischemic Attack pada anak terjadi ketika aliran darah ke bagian otak terganggu.

Biasanya gangguan tersebut disebabkan oleh adanya gumpalan darah yang terbawa dalam aliran darah.

Ada juga beberapa penyakit yang dikaitkan dengan meningkatkan risiko terjadinya Transient Ischemic Attack seperti penyakit moyamoya (cerebral arteriopathies), sickle cell disease atau anemia sel sabit dan penyakit jantung bawaan.

Selain itu, jika anak sering mengeluhkan sakit kepala dan migrain, kedua kondisi tersebut juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya Transient Ischemic Attack.

Jika Si Kecil pernah mengalami peradangan (khususnya radang otak) dan juga punya riwayat penyakit stroke, artinya mereka memiliki risiko mengalami Transient Ischemic Attack secara berulang.

Baca Juga: Mumpung Masih Muda, Yuk Kenali Tanda Awal Stroke

Pengobatan Transient Ischemic Attack

Transient Ischemic Attack, Stroke Tanpa Pendarahan yang Bisa Menyerang Anak 3.jpg

Foto: discover.vumc.org

Dikarenakan sulit untuk membedakan gejala dari Transient Ischemic Attack dan stroke akut, setiap orang tua harus menganggap bahwa jika anak mengalami gejala mirip stroke adalah keadaan yang gawat darurat dan jangan menunggu sampai gejala tersebut menghilang.

Evaluasi yang cepat (dalam waktu 60 menit) diperlukan untuk mengidentifikasi penyebab Transient Ischemic Attack pada anak dan menentukan terapi yang tepat untuk dilakukan.

Tergantung pada riwayat medis dan hasil pemeriksaan, dokter mungkin akan melakukan tindakan seperti terapi obat atau bahkan operasi untuk mengurangi risiko terjadinya stroke akut.

Penggunaan antiplatelet, khususnya aspirin adalah pengobatan standar untuk pasien yang berisiko stroke.

Khusus untuk pasien yang memiliki kondisi detak jantung yang tidak beraturan (atrial fibrillation) biasanya dokter akan meresepkan antikoagulan atau yang dikenal sebagai pengencer darah.

Baca Juga: Mengenal Stroke Hemoragik, Perdarahan di Otak pada Anak

Transient Ischemic Attack seringkali menjadi tanda anak akan mengalami stroke yang lebih serius.

Maka dari itu, perhatikan penyebab Transient Ischemic Attack dan lakukan tindakan pencegahan.

Jika gejala Transient Ischemic Attack muncul pada Si Kecil, jangan buang waktu, segera periksakan untuk mencegah terjadinya stroke akut.

Produk Rekomendasi

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait