01 Juli 2019

Makan Cokelat Mengurangi Risiko Stroke? Begini Penjelasannya

Cokelat tak hanya mengurangi risiko terkena stroke saja, cokelat juga menyehatkan jantung.

Camilan terfavorit sepanjang masa, yakni cokelat, disinyalir bisa mengurangi risiko terkena stroke. Benarkah?

Cokelat dengan kadar kakao yang tinggi sejatinya memiliki banyak manfaat untuk tubuh, mulai dari memproduksi hormon serotonin atau hormon bahagia yang bisa menghilangkan stres hingga cokelat bisa menurunkan risiko serangan jantung.

Dan baru-baru ini sebuah studi yang dilakukan di Inggris dan Belanda berjudul European Prospective Investigation into Cancer, the EPIC- Norfolk Analysis, memeriksa 20.951 pria dan wanita.

Di sanalah diketahui bahwa mereka yang konsisten mengonsumsi cokelat setiap harinya mengalami tingkat stroke yang lebih rendah daripada mereka yang tak konsisten mengonsumsi cokelat atau tidak mengonsumsi cokelat sama sekali.

Dari riset ini, disimpulkan bahwa makan cokelat mengurangi risiko stroke.

Baca Juga: Mengapa Valentine Identik dengan Bunga Mawar dan Cokelat?

Bagaimana Caranya Makan Cokelat Mengurangi Risiko Stroke?

Makan Cokelat Mengurangi Risiko Stroke Begini Penjelasannya 01.jpg
Foto: Makan Cokelat Mengurangi Risiko Stroke Begini Penjelasannya 01.jpg (livescience.com)

Foto: livescience.com

Cokelat memiliki beberapa efek biologis dan kimiawi pada tubuh kita. Tindakan biokimia ini termasuk melindungi lapisan dalam pembuluh darah yang berfungsi untuk mencegah kekakuan yang berkontribusi pada pembentukan gumpalan darah yang berbahaya.

Gumpalan darah di otak menyebabkan stroke iskemik.

Pembuluh darah yang sehat juga lebih tahan terhadap risiko robek dan bocor yang mengakibatkan pendarahan mendadak.

Dengan demikian, makan cokelat mengurangi risiko stroke dan berfungsi untuk melindungi kita dari jenis stroke lain, yaitu stroke hemoragik.

Selain itu, biji kakao telah terbukti secara ilmiah untuk memberikan efek anti-oksidan yang penting dalam menangkal kerusakan otak yang disebabkan oleh stroke.

Cokelat telah didirikan sebagai sarana untuk mengurangi perasaan stres dan persepsi stres.

Stres berat meningkatkan risiko stroke dan penumpukan stres kronis jangka panjang juga meningkatkan kemungkinan kita terkena stroke.

Baca Juga: Pertolongan Pertama Serangan Stroke, Lakukan 6 Hal ini dalam 30 Menit Pertama

Banyak Cokelat yang Harus Dikonsumsi

Makan Cokelat Mengurangi Risiko Stroke Begini Penjelasannya 03.jpg
Foto: Makan Cokelat Mengurangi Risiko Stroke Begini Penjelasannya 03.jpg (thermofisher.com)

Foto: thermofisher.com

Investigasi penelitian melaporkan bahwa konsumsi cokelat kelompok tertinggi diukur antara 16-99 gram cokelat per hari, yaitu sekitar setengah ons hingga 3,5 ons per hari.

Itu setara dengan makan antara 10 keping cokelat per hari hingga satu cokelat ukuran biasa, atau beberapa cokelat ukuran camilan per hari.

Jika ingin upaya makan cokelat mengurangi risiko stroke dengan ampuh, itulah dosis yang bisa Moms konsumsi.

Jenis Cokelat yang Membantu Mengurangi Risiko Terkena Stroke

Makan Cokelat Mengurangi Risiko Stroke Begini Penjelasannya 02.jpg
Foto: Makan Cokelat Mengurangi Risiko Stroke Begini Penjelasannya 02.jpg (pixabay.com)

foto: pixabay.com

Cokelat hitam dan cokelat susu keduanya terbuat dari kakao, sedangkan cokelat putih tidak dibuat dengan bahan kakao yang sama yang melindungi dari serangan stroke.

Sehingga, lebih disarankan untuk mengonsumsi cokelat hitam atau cokelat susu dan meninggalkan cokelat putih.

Namun, di antara cokelat hitam dan cokelat susu yang terpenting adalah kakao-nya. Banyak cokelat yang dijual di pasaran terbuat dari perasa cokelat, pewarna makanan, aroma, dan gula cokelat buatan.

Jadi Moms harus lebih teliti dalam membaca label kemasan ya.

Baca Juga: Hilangkan Stres dengan Meditasi Cokelat, Begini Caranya

Tetap Terapkan Pola Hidup Sehat

Makan Cokelat Mengurangi Risiko Stroke Begini Penjelasannya 04.jpg
Foto: Makan Cokelat Mengurangi Risiko Stroke Begini Penjelasannya 04.jpg (pixabay.com)

Foto: pixabay.com

Walau terbukti makan cokelat mengurangi risiko stroke, Caron Rockman, MD, profesor bedah di New York University Langone Medical Center di New York City mengungkapkan jika pola hidup sehat harus dilakukan dan diterapkan.

"Kamu lebih baik mengendalikan faktor risiko stroke lainnya daripada makan cokelat berlebih hanya untuk mencegah stroke," tutup Caron Rockman.

Irene Katzan, MD, ahli saraf dan stroke di Institut Neurologis di Cleveland Clinic di Ohio juga sependapat dengan Caron Rockman.

"Saya tidak tahu bahwa apakah nantinya saya akan menasihati pasien untuk makan cokelat, tetapi saya akan memberi tahu mereka bahwa cokelat tidak berbahaya - terutama cokelat hitam," ujar Irene.

(SA)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.