27 September 2018

Waspada Stunting, Orang Tua Harus Rutin Pantau Tumbuh Kembang Anak

Jangan sampai stunting telat terdeteksi
Waspada Stunting, Orang Tua Harus Rutin Pantau Tumbuh Kembang Anak

Foto: Orami Photo Stocks


Memantau tumbuh kembang anak, terutama di 1.000 hari pertama kehidupannya, adalah hal yang harus dilakukan orang tua.

Seribu hari pertama tumbuh kembang anak yang dihitung sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun merupakan periode tumbuh kembang paling signifikan.

Dokter Spesialis Anak Brawijaya Women and Children Hospital Margareta Komalasari mengatakan bahwa pada periode tersebut baik fisik maupun kemampuan anak bertumbuh dan berkembang dengan pesat.

Pertumbuhan dan Perkembangan Signifikan pada 1.000 Hari Pertama

shutterstock 368223875
Foto: shutterstock 368223875

Begitu menginjak usia 2 tahun, berat badan anak sudah hampir tiga kali lipat berat badannya saat lahir. Tinggi badannya pun sudah hampir dua kali lipat tinggi badan saat lahir.

“Kemampuan otak anak sudah mencapai 80 persen dari otak orang dewasa. Itu artinya kemampuan otaknya sudah hampir sama dengan orang dewasa,” kata dr Margareta pada media gathering Teman Bumil di Djakarta Theater XXI, Rabu (15/8).

Bukan hanya secara fisik, perkembangan kemampuan struktur dan fungsi tubuh anak pun akan menjadi lebih kompleks. Pembentukan organ vitas, perkembangan kognitif, pematangan sistem pencernaan, dan pematangan sistem imun terjadi pada periode ini.

Dr Margareta mengatakan, kemampuan bayi juga terus bertambah dari waktu ke waktunya. Dari yang hanya bisa tidur menjadi bisa berguling, duduk, merangkak, berdiri, berjalan, dan berlari.

“Ini menjadi periode yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Untuk bisa bertumbuh dan berkembang dengan baik, jangan sampai ada gangguan di periode emas ini,” kata dr Margareta.

Baca Juga : Ini Cara Mengenali Tahapan Perkembangan Bahasa Anak Sesuai Usianya

Masih Banyak Kejadian Gangguan Tumbuh Kembang Anak di Indonesia

shutterstock 1018283029
Foto: shutterstock 1018283029

Sayangnya, angka kejadian gangguan tumbuh kembang anak di Indonesia terbilang tinggi.

Dr Margareta menjelaskan, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2013, angka kejadian stunting alias anak pendek akibat masalah gizi di Indonesia mencapai 37,2 persen.

“Gangguan yang terjadi pada periode ini sifatnya permanen atau irreversible,” jelas dia.

Anak yang mengalami masalah gizi pada periode emasnya itu bukan hanya akan mengalami stunting.

Tumbuh kembang otak mereka yang tidak optimal pun membuat daya pikir mereka rendah.

“Akhirnya terbentuklah SDM dengan mutu rendah yang malah akan menjadi beban,” ungkap dia.

Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

shutterstock 1007063635
Foto: shutterstock 1007063635

Dia menjelaskan, ada tiga faktor utama yang memengaruhi tumbuh kembang anak, yakni genetik, nutrisi, dan lingkungan.

Faktor genetik memang bukan hal yang bisa diubah. Tapi, nutrisi dan lingkungan sangat bisa dimaksimalkan.

Nutrisi, kata dr Margareta, dipengaruhi dari kualitas ASI, MPASI, dan makanan keluarga. Sedangkan faktor lingkungan dipengaruhi asuh, asih, dan asah.

“Asuh maksudnya nutrisi dan kesehatan, asih maksudnya pola asuh dan kasih sayang, sedangkan asah maksudnya stimulasi, belajar, dan sekolah,” terang dia.

Tiga faktor tadi harusnya saling berintegrasi sehingga anak bisa bertumbuh dan berkembang secara maksimal.

Dr Margareta mengatakan, bayi yang sudah diberi stimulasi dalam kandungan, serta mendapatkan gizi yang baik, dan lingkungannya pun mendukung, akan memiliki multiple inteligence.

“Oleh karena itu, semua aspek pada anak harus dikembangkan," sambungnya.

Baca Juga : Vaksin Bayi, Perlu atau Tidak?

Pemberian Vaksin Optimalkan Tumbuh Kembang

shutterstock 1068805004
Foto: shutterstock 1068805004

Pemberian vaksin pun diperlukan untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya.

Banyak orang tua yang menyepelekan hal tersebut karena mereka merasa telah memberikan nutrisi yang cukup kepada sang anak.

Pemberian vaksin atau imunisasi itu penting. Dr Margareta mengatakan, dia banyak menemukan orang tua yang enggan memberikan vaksin karena mereka mengira penyakit-penyakit berbahaya seperti meningitis hanya terjadi di luar negeri.

“Padahal, dengan memberikan vaksin secara tidak langsung akan mengoptimalkan tumbuh kembangnya,” kata dr Margareta.

Lakukan Pemantauan Tumbuh Kembang secara Rutin

shutterstock 410401081
Foto: shutterstock 410401081

Agar anak bisa bertumbuh dan berkembang secara maksimal, orang tua perlu memantau tumbuh kembang anak, terutama di bawah usia 2 tahun.

Tujuan utama dari pemantauan tumbuh kembang anak sendiri adalah untuk deteksi dini apabila terjadi penyimpangan pertumbuhan semisal gizi buruk.

Tak hanya itu, pemantauan juga bisa mengetahui penyimpangan perkembangan seperti terlambat bicara, serta penyimpangan mental emosional anak yang menyangkut gangguan konsentrasi dan hiperaktif.

Ternyata, seribu hari pertama dalam kehidupan Si Kecil punya peran yang besar sekali untuk kehidupan mereka Moms.

Jadi, Moms harus benar-benar memastikan Si Kecil mendapatkan semua yang dia butuhkan. Jangan lupa juga pantau tumbuh kembangnya ya Moms.

(AND)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.