24 Agustus 2019

Waspada Ya Moms 4 Teknik Memasak Ini Justru Akan Meracuni Makanan!

Jangan sampai nutrisi makanan saat memasak terbuang begitu saja

Sebagai seorang ibu, sudah selayaknya jika Anda selalu ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga.

Salah satunya dengan selalu menyediakan asupan nutrisi yang baik. Tidak ada salahnya untuk memilih bahan organik, namun ternyata itu saja tidak cukup Moms.

Meski sudah memilih bahan makanan terbaik, jika salah pengolahan dan teknik memasak, makanan tersebut justru akan berubah menjadi racun. Kenapa hal ini bisa terjadi?

Cara Anda memasak makanan sama pentingnya dengan apa yang Anda pilih untuk dimakan. Anda mungkin mencari protein tanpa lemak dan sayuran yang segar, tetapi jika salah teknik memasak tidak akan menjadi nutrisi yang baik.

“Makanan mengandung semua nutrisi seperti protein, antioksidan, vitamin, polifenol. Tugas kita adalah memasak makanan ini untuk membuatnya aman dengan tetap mempertahankan nutrisi sebaik mungkin,” ujar Dr. Keith Warriner, seorang profesor di Universitas Guelph yang mengepalai laboratorium Ilmu Pangan sekolah, seperti dilansir Global News.

Tentunya, hal tersebut tidak berlaku untuk buah-buahan. Tanpa perlu melalui proses memasakpun, buah-buahan akan tetap bernutrisi saat disantap.

“Mengolah daging adalah tantangan tersendiri. Anda harus lebih berhati-hati tentang cara memasak, karena itu dapat mengubah struktur makanan, ”kata Susan Macfarlane, ahli diet terdaftar yang berbasis di Ottawa.

1. Merebus atau Mengukus?

4 Teknik Memasak Ini Justru Akan Meracuni Makanan Waspada Ya Moms -1.jpg
Foto: 4 Teknik Memasak Ini Justru Akan Meracuni Makanan Waspada Ya Moms -1.jpg

Foto: parenting.firstcry.com

Ketika kita merebus sayuran, kita kehilangan vitamin beberapa kali. “Saat pencucian, dan saat dipanaskan melalui proses perebusan,” kata Dr Keith.

Makanan sensitif terhadap panas.

Hal itu juga tergantung berapa lama proses memasaknya, dan berapa panas yang digunakan, misalnya saat memasak kembang kol. Memakannya saat mentah bisa jadi bukan pilihan karena rasanya yang hambar, sehingga kita harus memasaknya.

“Dan cara memasaknya menentukan berapa banyak vitamin yang hilang," tambah dia.

Merebus menjadi cara yang kurang baik untuk memasak sayuran.

Moms akan kehilangan banyak nutrisi di dalam air kecuali jika Anda memasak untuk sup, karena Anda juga ikut memakan kuahnya.

Merebus memiliki waktu memasak lebih lama dibandingkan dengan, mengukus.

Proses mengukus sepertinya akan menjadi pilihan Anda. Hanya gunakan tiga hingga empat menit sampai sayuran berubah menjadi warna yang cerah, Moms akan mendapatkan makanan yang sehat dan terjaga nutrisinya.

Baca Juga : 6 Kesalahan Dasar Ini Sering Dilakukan Saat Moms Memasak Telur

2. Menggoreng atau Menumis?

4 Teknik Memasak Ini Justru Akan Meracuni Makanan Waspada Ya Moms -2.jpg
Foto: 4 Teknik Memasak Ini Justru Akan Meracuni Makanan Waspada Ya Moms -2.jpg

Foto: drweil.com

Menggoreng dan menumis adalah cara cepat dan efektif untuk memasak. Kuncinya adalah menjaga waktu saat memasak, juga tidak menggunakan terlalu banyak panas.

Jangan lupa untuk memilih minyak yang tidak menimbulkan banyak asap saat proses memasak.

Jika salah memilih minyak dan terlalu lama saat menumis, semua nutrisi sehat dalam minyak seperti minyak zaitun akan hancur.

Begitupun dalam masakan Anda, nutrisinya akan hilang. Susan memiliki tips untuk menggoreng atau menumis. Anda bisa merebus atau mengukus sayuran Anda terlebih dahulu untuk mendapatkan warna yang cantik, lalu tumis untuk memberikan cita rasa yang diinginkan.

"Jika membuat tumisan, Anda bisa memasukkan saus terlebih dahulu dan sayuran menjelang akhir memasak," jelasnya.

3. Bagaimana dengan Deep Frying?

4 Teknik Memasak Ini Justru Akan Meracuni Makanan Waspada Ya Moms -3.jpg
Foto: 4 Teknik Memasak Ini Justru Akan Meracuni Makanan Waspada Ya Moms -3.jpg

Foto: leaf.tv

Deep frying adalah teknik memasak yang tidak disarankan oleh para ahli.

“Masalahnya bukan hanya hilangnya nutrisi, tetapi adanya perubahan hidrokarbon yang menyebabkan kanker. Jika Anda terlalu lama memasak daging, terutama dengan cara dipanggang dan digoreng, itu menghasilkan banyak senyawa ini,” tegas Keith.

Peneliti menemukan bahwa akrilamida, suatu zat yang diproduksi ketika makanan bertepung dimasak terlalu lama pada suhu tinggi, terkait dengan peningkatan risiko kanker.

Badan Internasional untuk Penelitian Kanker WHO mencantumkan akrilamida sebagai kemungkinan karsinogen manusia.

Minyak yang tinggi lemak tak jenuh ganda seperti minyak jagung, bunga matahari, dan minyak kedelai akan rusak dan menghasilkan senyawa yang berpotensi berbahaya pada panas tinggi.

Senyawa ini termasuk peroksida lipid, yang dapat menghancurkan sel-sel sehat, dan akrolein dan aldehida, yang telah terbukti meningkatkan risiko beberapa kanker.

Baca Juga : 4 Alat Memasak Kue Wajib Punya

4. Bagaimana dengan Memanggang?

4 Teknik Memasak Ini Justru Akan Meracuni Makanan Waspada Ya Moms -4.jpg
Foto: 4 Teknik Memasak Ini Justru Akan Meracuni Makanan Waspada Ya Moms -4.jpg

Foto: foodal.com

"Memanggang adalah cara terburuk untuk memasak daging. Memanggang di atas api terbuka akan menghasilkan zat hidrokarbon polyaromatik," kata Susan.

Saat memanggang, daging akan berada pada suhu yang tinggi, dan lemak menetes ke alat barbecuenya.

Kemudian asap muncul dan melapisi daging dengan residu dari asap dan alat panggang, bahkan dari arang. Namun, ada tips yang bisa digunakan jika Anda terlanjur suka memanggang daging.

Asinkan terlebih dahulu daging Anda. Hal itu akan membuatnya sedikit matang. kemudian masukkan ke dalam oven sampai setengah matang dan akhiri dengan memanggangnya.

Ternyata masih ada beberapa teknik memasak yang bisa Anda gunakan untuk tetap menghasilkan masakan yang enak, sehat dan bernutrisi. Jangan lupa untuk tetap mengikuti intruksi tersebut Moms.

(FAR/CAR)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.