11 Juni 2020

Waspada Zoom Fatigue, Kelelahan Akibat Sering Rapat Online

Ada bahaya mengintai jika terlalu sering melakukan video call.

Semenjak adanya peraturan work from home (WFH) oleh beberapa perusahaan akibat pandemi COVID-19, rapat online menggunakan video call menjadi pilihan alternatif selama bekerja di rumah.

Meski begitu, ada bahaya mengintai jika terlalu sering beraktivitas online menggunakan video call atau video conference yakni Zoom fatigue.

Baca Juga: 6 Aplikasi Video Call Gratis Selain Skype

Penyebab Zoom Fatigue

Zoom fatigue merupakan kelelahan yang dirasakan karena terlalu sering melakukan aktivitas online berupa panggilan video yang berlebihan.

Contohnya seperti rapat online hingga berkomunikasi dengan sahabat atau keluarga menggunakan video call. Lalu, apa penyebab Zoom fatigue?

1. Membutuhkan Fokus yang Tinggi

3 Rekomendasi Aktivitas Fisik selama WFH, Yuk Lakukan!
Foto: 3 Rekomendasi Aktivitas Fisik selama WFH, Yuk Lakukan!

Foto: Orami Photo Stocks

Video call membutuhkan fokus yang lebih besar dibandingkan mengobrol langsung dengan lawan bicara.

Hal ini dikarenakan Moms dan Dads harus bekerja lebih ekstra untuk memproses isyarat non-verbal seperti ekspresi wajah, nada suara, dan bahasa tubuh.

Di mana hal ini juga lebih banyak menghabiskan energi dibandingkan berbicara langsung lewat telepon atau bertatap muka.

2. Tantangan Keheningan

gangguan bekerja saat WFH-1.jpg
Foto: gangguan bekerja saat WFH-1.jpg (eatthis.com)

Foto: Orami Photo Stocks

Hening sesaat ketika berbincang di dunia nyata tentu adalah hal yang biasa. Namun, jika keheningan ini terjadi saat video call,kecemasan dan gelisah akan muncul, mulai dari apakah sinyalnya bagus, obrolan apalagi yang harus dibicarakan, hingga situasi yang berubah menjadi canggung dan tidak nyaman.

Di mana hal-hal tersebut adalah tantang yang harus dilalui ketika suasana menjadi hening saat video call.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh KatrinSchoenenberg, AlexanderRaake, JudithKoeppe, berjudul Why are you so slow? Misattribution of transmission delay to attributes of the conversation partner at the far end menyebut bahwa keterlambatan seseorang dalam merespons percakapan melalui video call membentuk pandangan negatif dari orang lain.

Bahkan keterlambatan respons selama 1 hingga 2 detik bisa menimbulkan persepsi bahwa Moms dan Dads adalah sosok yang kurang ramah dan tidak fokus.

3. Merasa Diawasi

WFH3.jpg
Foto: WFH3.jpg (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stocks

Saat berbincang menggunakan video call, perasaan merasa diawasi juga jadi salah satu faktor Zoom fatigue.

Ketika berada di sebuah konferensi video, timbul perasaan bahwa semua orang sedang mengawasi dan memperhatikan gerak gerik yang dilakukan.

Sehingga timbul beban selalu harus tampil maksimal hingga menimbulkan perasaan tegang juga cemas.

Baca Juga: 5 Tips Menjaga Kesehatan Saat Tidak WFH di Kala Pandemi COVID-19

Mengatasi Zoom Fatigue

Jika Moms dan Dads merasa mengalami gejala-gejala Zoom fatigue, maka diperlukan cara khusus untuk mengatasinya agar tidak berdampak pada masalah yang lebih serius dan membahayakan kondisi kesehatan. Berikut cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi Zoom fatigue.

1. Hindari Pekerjaan Multitasking

gangguan bekerja saat WFH-3.jpg
Foto: gangguan bekerja saat WFH-3.jpg (ionemadamenoire.com)

Foto: Orami Photo Stocks

Bekerja di rumah memaksa sebagian orang jadi lebih multitasking karena kesulitan membagi waktu antara bekerja dan melakukan pekerjaan rumah.

Meski begitu, penelitian yang dilakukan oleh Joshua S. Rubinstein, David E. Meyer, Jeffrey E. Evans berjudul Executive Control of Cognitive Processes in Task Switching menyebut bahwa memaksa diri untuk melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu akan menurunkan kinerja dan fokus.

Hal ini karena otak harus bekerja ekstra untuk melakukan berbagai jenis pekerjaan. Disarankan untuk menghentikan semua kegiatan yang tidak berhubungan dengan pekerjaan. Selain itu, hindari perangkat elektronik atau aplikasi pekerjaan lainnya ketika melakukan video call.

Tentukan waktu kapan harus membalas pesan, mengangkat telepon dan video call. Selain itu, pekerjaan rumah bisa Moms dan Dads lakukan ketika jam istirahat atau usai bekerja. Dengan begini, Moms dan Dads tidak kehabisan banyak energi ketika melakukan rapat online dengan video call.

2. Ambil Jeda untuk Istirahat

6 Aturan Posisi Duduk saat Bekerja agar Badan Tidak Mudah Pegal saat WFH
Foto: 6 Aturan Posisi Duduk saat Bekerja agar Badan Tidak Mudah Pegal saat WFH

Foto: Orami Photo Stocks

Ketika Moms dan Dads melakukan video call yang panjang, tentu otot mata, bahu dan leher akan terasa tegang dan timbul kelelahan. Disarankan untuk memalingkan pandangan ke arah lain selama 1 hingga 2 menit agar mata dan otot tidak lelah.

Misalnya, melihat ke arah jendela atau menatap langit-langit. Hal ini akan membuat otot mata beristirahat sejenak sehingga terhindar dari stres dan kelelahan.

Selain itu, Moms dan Dads juga bisa mematikan kamera selama 15 menit untuk melakukan peregangan ringan sambil berbincang dengan rekan kerja melalui fitur voice call pada Zoom.

Baca Juga: Termasuk Google Classroom, Ini 4 Aplikasi Video Call yang Populer Semasa Pandemi COVID-19

3. Mematikan Layar dan Menggunakan Wallpaper Polos

WFH5.jpg
Foto: WFH5.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Ketika melakukan video call, di antara Moms dan Dads pasti ada yang lebih banyak menatap wajahnya sendiri ketimbang fokus ke arah ke kamera atau menatap wajah lawan bicara. Jika berlebihan, maka akan timbul rasa cemas dan gelisah.

Belum lagi ketika salah fokus ke latar belakang atau wallpaper lawan bicara, otak akan terus bekerja memproses apa yang dilihat oleh mata sehingga mudah lelah secara mental.

Katakan kepada rekan kerja untuk menggunakan wallpaper polos agar tidak mengganggu pemandangan. Ketika melakukan video call dengan lebih dari 5 orang, Moms dan Dads bisa memberikan saran untuk mereka yang tidak ada kepentingan bicara agar mematikan layar video.

Nah, Moms dan Dads, itulah penyebab dan cara mengatasi Zoom fatigue saat bekerja di rumah. Jangan lupa untuk selalu menjaga pola makan dan istirahat sebagai salah satu upaya untuk terhindar dari Zoom fatigue.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.