Scroll untuk melanjutkan membaca

RUPA-RUPA
22 Januari 2022

Simak Serba-serbi Soal Weton, dari Hari Lahir hingga Jodoh

Salah satu warisan kebudayaan Jawa
Simak Serba-serbi Soal Weton, dari Hari Lahir hingga Jodoh

Dalam budaya Jawa, seseorang dapat mengetahui tingkat kecocokan diri dengan pasangan. Hal ini dilakukan dengan penghitungan weton dari kedua pasangan.

Weton adalah penanggalan dari kalender Jawa yang dianggap bisa menjadi ramalan. Weton terdiri dari hari atau dino dan pasaran.

Weton berasal dari bahasa Jawa yang memiliki arti peringatan hari kelahiran dari seorang bayi.

Weton atau Wetonan pertama biasanya dilakukan pada hari 35 setelah bayi lahir yang juga diperingati dengan upacara nyelapani.

Dalam kalender Jawa, satu pekan terdiri dari 7 hari yang ditambahkan dengan hari pasaran Jawa. Hari pasaran Jawa terdiri dari 5 hari yakni:

  • Legi
  • Pahing
  • Pon
  • Wage
  • Kliwon

Lalu apa saja fakta lainnya tentang weton? Simak pembahasannya berikut ini.

Baca Juga: Ayo Lestarikan Budaya Indonesia, Ini 15 Tarian Tradisional Jawa Timur

Weton Jawa

primbon-2901.jpg

Foto: primbon-2901.jpg

Foto: primbon.com

Dalam kepercayaan Jawa, arti dari suatu peristiwa yang terjadi pada hari tertentu dapat diramal dengan menelaah peristiwa tersebut.

Penelaahan ini dilakukan dalam suatu siklus hari dalam kalender tradisional.

Catatan-catatan fenomena alam yang polanya telah diuji berulang-ulang secara empiris, kemudian ditata menjadi suatu sistem penanggalan.

Salah satu contoh dari metode peramalan ini dapat ditemukan dalam sistem perhitungan naptu pada hari kelahiran Jawa yang disebut Wetonan.

Bagi masyarakat Jawa, weton tidak hanya digunakan untuk memperingati hari kelahiran, melainkan juga digunakan untuk perhitungan jodoh, ritual adat, dan hari baik.

Penggunaan weton yang paling populer adalah untuk menghitung apakah sebuah hubungan percintaan akan baik atau tidak.

Jika dari perhitungan tersebut mengeluarkan hasil yang buruk, maka terpaksa pasangan yang bersangkutan harus berpisah.

Beragam metode, rumus, ataupun ketentuan yang diyakini dari generasi ke generasi memiliki makna yang menjadi tuntunan ataupun peringatan.

Berbagai pakem dalam penghitungan ataupun penafsiran dari weton sudah mengakar begitu dalam.

Weton adalah gabungan dari 7 hari dalam seminggu (Senin, Selasa, dll) dengan 5 hari pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon).

Perputaran ini berulang setiap 35 (7 x 5) hari, sehingga menurut perhitungan Jawa, hari lahir akan berulang setiap 5 minggu.

Setiap hari kelahiran memiliki pengaruh masing-masing dalam menentukan sifat, karakter, dan nasib.

Baca Juga: Kenali 10 Jenis Tarian Tradisional Jawa Tengah untuk Edukasi Anak

Cara Menjumlah Hari Lahir Sesuai Weton

Primbon-Jawa-Ngitung-Weton-Sebelum-Menikah.jpg

Foto: Primbon-Jawa-Ngitung-Weton-Sebelum-Menikah.jpg

Foto: pinterest.com

Jika Moms atau Dads ingin meramal diri sendiri atau pasangan, harus bisa menjumlah hari lahir dahulu sesuai weton. Bagaimana caranya?

Berikut ini merupakan rumus penjumlahan hari lahir berdasarkan weton Jawa.

1. Hari atau Dino

Sama seperti kalender Masehi, kalender Jawa juga memiliki 7 hari dalam seminggu, mulai Senin hingga Minggu. Penamaannya pun sama dengan kalender Masehi.

Dalam kalender Jawa, terdapat nilai atau jumlah dari masing-masing hari. Nilai-nilai tersebut yaitu sebagai berikut:

  1. Minggu bernilai 5
  2. Senin bernilai 4
  3. Selasa bernilai 3
  4. Rabu bernilai 7
  5. Kamis bernilai 8
  6. Jumat bernilai 6
  7. Sabtu bernilai 9

2. Pasaran

Dalam tanggalan Jawa, terdapat pula pasaran.

Biasanya pasaran tertulis di bawah nama hari. Namun, pasaran hanya terdapat 5 jenis saja.

Sama seperti hari atau dino, pasaran juga memiliki nilai masing-masing. Nilai-nilai tersebut yaitu:

  1. Kliwon bernilai 8
  2. Legi bernilai 5
  3. Pahing bernilai 9
  4. Pon bernilai 7
  5. Wage bernilai 4

Baca Juga: Ragam Masakan Rumahan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur nan Lezat

Cara Menghitung Weton Jodoh

Bunga Pada Hiasan Dekorasi Pernikahan Jawa (diadona.id).jpg

Foto: Bunga Pada Hiasan Dekorasi Pernikahan Jawa (diadona.id).jpg (diadona.id)

Foto: Orami Photo Stock

Nah, Moms kini sudah mengetahui neptu (nilai jumlah angka hari dan pasaran).

Selanjutnya Moms bisa menjumlahkan neptu dari kedua penanggalan tersebut untuk tanggal lahir Moms dan pasangan.

Contohnya, jika Moms lahir pada hari Rabu Legi maka 7+5=12. Sedangkan pasangan lahir di hari Jumat Kliwon berarti perhitungan weton jodohnya 6+8=14.

Maka hasilnya dari pihak perempuan dan laki-laki adalah 12+14=26.

Berikut adalah tingkat kecocokan dari hasil penjumlahan neptu dari kedua pasangan:

1. PEGAT

Jika hasil penjumlahan neptu adalah 1, 9, 10, 18, 19, 27, 28, 36, maka ini disebut dengan pegat.

Kemungkinan, hasil pegat akan sering menemukan masalah di kemudian hari.

Bisa itu dari masalah ekonomi, kekuasaan, atau perselingkuhan yang bisa menyebabkan pasangan tersebut bercerai atau pegatan.

2. RATU

Jika hasil penjumlahan neptu adalah 2, 11, 20, 29, maka hubungannya akan dihargai dan disegani oleh tetangga maupun lingkungan sekitar.

Bahkan banyak orang yang iri akan keharmonisannya dalam membina rumah tangga.

3. JODOH

Jika hasil penjumlahan neptu adalah 3, 12, 21, 30, maka pasangan akan bisa saling menerima segala kelebihan dan kekurangannya.

Rumah tangga bisa rukun sampai tua.

Baca Juga: 7 Rumah Adat Jawa Barat Beserta Artinya

4. TOPO

Jika hasil penjumlahan neptu adalah 4, 13, 22, 31, maka ketika pasangan membina rumah tangga akan sering mengalami kesusahan di awal-awal.

Namun, jangan sedih, Moms. Karena Moms dan pasangan diramalkan akan bahagia pada akhirnya. Masalah tersebut bisa saja soal ekonomi dan lain sebagainya.

Namun pada saat sudah memiliki anak dan cukup lama berumah tangga, akhirnya akan hidup sukses dan bahagia.

5. TINARI

Jika hasil penjumlahan neptu adalah 5, 14, 23, 32, maka akan menemukan kebahagiaan.

Gampang dalam mencari rezeki dan tidak sampai hidup kekurangan. Hidupnya juga sering mendapat keberuntungan.

Baca Juga: Mengenal Berbagai Jenis Pakaian Adat Jawa Barat dan Keunikannya

6. PADU

Jika hasil penjumlahan neptu adalah 6, 15, 24, 33, maka dalam berumah tangga pasangan tersebut akan sering mengalami pertengkaran.

Meskipun sering bertengkar, tidak sampai membawa ke dalam perceraian. Masalah pertengkaran tersebut bahkan bisa dipicu dari hal-hal yang sifatnya cukup sepele.

7. SUJANAN

Jika hasil penjumlahan neptu adalah 7, 16, 25, 34, maka ketika berumah tangga akan sering mengalami pertengkaran dan masalah perselingkuhan.

Bisa itu dari pihak laki-laki maupun perempuan yang memulai perselingkuhan.

8. PESTHI

Jika hasil penjumlahan neptu adalah 8, 17, 26, 35, maka ketika berumah tangga akan rukun, tentram, adem sampai tua.

Meskipun ada masalah apa pun, tidak akan sampai merusak keharmonisan keluarga.

Baca Juga: 10 Pakaian Adat Jawa Tengah, Anggun dan Berkelas

Itu dia Moms informasi seputar weton yang masih digunakan oleh masyarakat Jawa untuk menentukan tanggal baik, terutama pernikahan.

Semoga dapat menambah wawasan, ya!

  • https://www.brilio.net/wow/cara-mengetahui-kecocokan-jodoh-dengan-pasangan-berdasar-weton-jawa-200709c.html
  • https://jawir.space/blog-weton-dalam-tradisi-jawa-251
  • https://artikel.rumah123.com/perhitungan-weton-jawa-untuk-jodoh-percintaan-apa-kamu-dan-dia-cocok-61312