13 September 2017

Yuk, Berikan Gizi Anak Sesuai Usianya

Setiap anak tumbuh dengan kecepatan yang berbeda, sehingga anjuran makan pun bervariasi

Pola makan sehat sebaiknya memang dimulai saat bayi baru lahir dan terus berlangsung sepanjang hidup. Orang tua adalah guru yang utama masalah gizi anak, karena bertanggungjawab mengajari Si Kecil mengenai pentingnya mengosumsi gizi seimbang.

Sejak awal kehidupan, anak tumbuh dengan kecepatan yang berbeda, sehingga anjuran makan pun bervariasi tergantung usia dan tahap perkembangan anak.

Diet Sehat Sesuai Tahapan Pertumbuhan

0 – 1 Tahun

ASI adalah makanan yang paling tepat untuk tumbuh kembang bayi, dan hendaknya dijadikan makanan pertama untuk semua anak. WHO menganjurkan ASI ekslusif selama 6 bulan pertama untuk bayi cukup bulan yang sehat, karena ASI adalah makanan terbaik untuk tumbuh kembang yang optimal.

Studi juga menunjukkan bahwa ASI ekslusif selama 6 bulan dapat melindungi anak dari infeksi, serta menurunkan risiko gejala alergi pernapasan dan eksim. Studi ini menyatakan bahwa ASI ekslusif memberikan efek perlindungan, paling tidak pada bayi-bayi yang memiliki risiko tinggi terhadap alergi.

Setelah usia 6 bulan, ASI masih terus diberikan dan mulai diperkenalkan makanan pendamping. Setiap susu bukan ASI atau makanan yang diberikan kepada bayi selama periode ini disebut sebagai makanan pendamping ASI (MPASI).

1 – 3 Tahun

Batita usia 1 – 3 tahun mengalami masa transisi dalam pemilihan makanan dan kebiasaan makan. Mereka mulai beradaptasi dengan pola makan orang dewasa. Karena kesukaan terhadap makanan dibentuk pada awal kehidupan, bantulah anak agar menyukai rasa makanan yang sehat.

Tips Pemberikan Makan Sesuai Usia Anak

Usia Batita (1 - 3 tahun)

pediasure 1
Foto: pediasure 1

Agar proses makan batita semakin menyenangkan dan juga terjaga keseimbangan gizinya, Mama bisa mengikuti beberapa tips berikut:

  1. Berikan makanan yang sama dengan yang dimakan oleh anggota keluarga lainnya dan sajikan dalam waktu yang sama dengan waktu makan anggota keluarga lainnya.
  2. Buatlah jadwal makanan yang teratur: tiga kali makan utama dan dua atau tiga kali camilan setiap harinya.
  3. Tawarkan sejumlah makanan segar dari semua kelompok makanan secara bergantian.
  4. Berikan makanan degan berbagai rasa, warna dan tekstur, dan sajikan dengan penampilan yang menarik.
  5. Jangan memaksa anak untuk makan, biarkan mereka menentukan rasa lapar dan kenyang.
  6. Tawarkan makanan kaya zat gizi dalam porsi kecil, jangan menawarkan makanan tinggi kalori, rendah zat gizi (misal junk food).
  7. Ciptakan suasana makan yang menyenangkan dan hindari makanan yang bisa menyebabkan tersedak, seperti anggur, hot dog, berondong jagung, kacang, wortel mentah, dan permen keras.
  8. Batasi jus dan minuman manis lainnya.
  9. Mulai berikan minum dengan cangkir, sendok, dan mangkok.

Usia Pra Sekolah (3 – 6 tahun)

pediasure 2
Foto: pediasure 2

Pada usia ini, jenis makanan yang bisa dikonsumsi oleh si kecil semakin beragam. Anak pun sudah bisa memilih makanan mana yang dia suka dan tidak. Untuk itu, penting untuk memerhatikan beberapa tips berikut:

  1. Jangan menawarkan makanan yang nilai gizinya rendah dan banyak mengandung lemak dan garam. Ajarkan pada anak tentang gizi dan makan sehat, pilihan makanan yang buruk bisa memengaruhi pertumbuhan dan kesehatan anak.
  2. Batasi jus dan soda. Pilih jus asli buah dan sayur 100%, jangan berikan minuman buah tiruan, yang banyak mengandung gula dan bergizi rendah.
  3. Sediakan selalu sayur dan buah. Mama bisa membuat variasi buah dan sayur ini menjadi salad, atau ditambahkan dipping seperti krim keju atau yoghurt.
  4. Anak biasanya lebih tertib makan jika didampingi orang dewasa. Bersabarlah dengan anak yang makannya lambat dan matikan televisi, jauhkan dari mainan dan kegiatan lainnya.
  5. Dorong anak untuk mencoba makanan baru. Ini penting agar makanan yang dimakan si kecil jadi lebih bervariasi. Mama bisa juga membuat menu makan dan camilan yang berbeda setiap hari, agar anak terbiasa mencoba beragam jenis makanan.
  6. Perhatikan berat badan anak. Ajak anak untuk berolahraga serta batasi kegiatan bermalas-malasan seperti menonton televisi.
  7. Batasi junk food. Selain itu, sebisa mungkin jangan jadikan makanan penutup sebagai hadiah karena anak mau makan.
  8. Ajak anak untuk membantu menyiapkan makanan. Misalnya membantu Mama memilih buah dan sayur di supermarket, atau memotong buah untuk dijadikan salad.

Usia Sekolah

pediasure 3
Foto: pediasure 3

Saat memasuki usia sekolah, pertumbuhan anak memang lebih lambat dibanding saat bayi atau kanak-kanak. Namun, kebutuhan nutrisi usia sekolah masih sangat tinggi. Pada stadium ini, yang perlu diperhatikan adalah berkurangnya aktivitas fisik dan bertambahnya obesitas. Namun, meskipun berat badannya berlebih, anak masih memerlukan diet zat gizi sebagai zat pembangun yang penting untuk tumbuh kembangnya. Penting untuk menanamkan perilaku makan yang sehat selama masa-masa kritis ini karena merupakan fondasi untuk masa depan. Mama bisa ikuti beberapa tips ini:

  1. Jadikan waktu makan sebagai acara keluarga, dan biarkan anak mengambil sendiri makanannya. Dengan demikian, anak akan belajar untuk mengendalikan jumlah makanan dan mau makan atau tidak.
  2. Ketika makan di restoran, pesan porsi kecil atau regular. Jadilah contoh untuk anak, dan pastikan porsinya tidak terlalu besar.
  3. Dorong anak untuk makan camilan sehat bergizi, bukan yang mengandung lemak dan gula. Sedikan selalu camilan sehat, termasuk untuk mengatasi rasa laparnya saat pulang sekolah.
  4. Sediakan bekal sekolah yang bergizi. Jika tidak membawakan anak bekal, berikan uang secukupnya dan katakan untuk tidak membeli jajanan yang tidak sehat.
  5. Dorong anak untuk aktif. Aktivitas dan makanan sehat merupakan dasar yang kuat untuk kesehatan anak.
  6. Libatkan anak ketika berbelanja dan biarkan mereka memilih camilan sehat Mama juga bisa mendorong anak menyiapkan makanan sendiri, seperti mengoleskan selai kacang pada roti tawar.
  7. Kelebihan berat badan dan obesitas semakin banyak dijumpai, karena itu ajarkan anak untuk menjaga berat badannya.

Foto: shutterstock

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.