22 Maret 2019

3 Faktor Penyebab Anak Belum Bisa Berjalan, Apa Pemicunya?

Inilah alasan Si Kecil belum bisa melangkah

Setiap orang tua selalu memperhatikan perkembangan demi perkembangan yang terjadi pada anak dalam masa pertumbuhannya. Terutama di rentang usia 0-24 bulan.

Di rentang usia ini biasanya anak selalu memberi kejutan dengan setiap pertumbuhannya.

Pada usia 18 bulan, di saat anak-anak sebayanya sudah mulai bisa berjalan ataupun berlari-lari kecil biasanya Moms pun mulai membandingkan dengan perkembangan buah hati Mom.

Bagaimana jika balita Mom yang sudah menginjak usia 18 bulan belum juga bisa berjalan?

Pasti Moms akan sangat khawatir dan mulai bertanya-tanya apa yang sedang terjadi dengan Si Kecil?

Baca Juga : 4 Latihan Mudah untuk Si Kecil yang Baru Belajar Berjalan

Jangan khawatir Moms, berikut ini ada penjelasan beberapa faktor anak bisa mengalami delayed walking atau keterlambatan berjalan. Yuk, simak Moms.

1. Gangguan Sistem Motorik

Sistem motorik atau perintah sistem sel saraf kepada otak yang mengatur gerak tubuh setiap anak berbeda-beda Moms.

Banyak penyebab yang menentukan kematangan sistim motorik pada anak.

Salah satunya kecukupan gizi, dengan gizi yang cukup maka sel pembangkit sistem motorik akan bekerja sempurna.

Jika kurang, maka Moms bisa merasakan efeknya pada usia yang sangat dini, seperti anak kesulitan menegakan kepala, atau belajar duduk.

2. Kelainan Genetik

Bayi yang dilahirkan dengan keadaan cacat genetik bisa jadi penyebab anak tersebut mengalami keterlambatan berjalan. Karena fungsi kekuatan otot terutama kaki tidak sama dengan otot-otot kaki anak-anak secara normal.

Yang menjadi penyebab terbesar anak terlahir dengan kelainan genetik adalah perilaku sang ibu pada saat kehamilan.

Penggunaan antibiotik yang berlebihan, merokok, dan mengkonsumsi alkohol adalah beberapa faktor pendukungnya.

Baca Juga : Ini Alat Bantu Bayi Belajar Jalan Selain Baby Walker

3. Karakter Anak

Karakter anak merupakan sikap mental yang anak tunjukan yang bisa berpengaruh pada emosi anak dalam berperilaku.

Moms bisa menemukan perbedaan karakter anak dengan anak yang lainnya. Ada yang sangat aktif menggerak-gerakan kaki seperti ini berlari, tapi ada juga yang nyaman menyender di tembok dan bergerak dengan merambat secara lambat.

Nah, ini tugas Moms untuk memberikan motivasi sederhana untuk melatih anak menjadi aktif dan tidak malas.

Bisa dengan cara yang kebanyakan dilakukan seperti mendengarkan bunyi-bunyian yang bisa mencuri perhatian anak, kemudian menyuruhnya untuk bergerak mengikuti arah suara tersebut, atau memakai baby walker boleh saja Moms, tapi kalau bisa jangan terlalu sering intensitasnya.

Karena dengan menggunakan baby walker, anak tidak bisa belajar menyeimbangkan berat badan tubuhnya.

Baca Juga: Di Usia Berapa Karakter Bayi Mulai Muncul?

Apakah Moms pernah mengalami khawatir pada anak yang lama berjalan? Apa terapi yang paling ampuh yang sudah Moms coba?

Yuk, berbagi dengan Moms yang lainnya.

(LMF)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.