Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Sex & Relationship | Nov 10, 2018

3 Hal yang Pasti Dialami Saat Transisi dari Ibu Bekerja Menjadi Ibu Rumah Tangga

Bagikan


Setelah menikah, banyak perempuan yang akhirnya memutuskan untuk berhenti berkarir dan menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya.

Pada awalnya, hal ini memang akan terasa sangat menyenangkan. Melepaskan semua penat yang ada di kantor seolah menjadi pilihan yang sangat tepat.

Namun bagi mereka yang sudah terbiasa bekerja, rasanya tak akan lama-lama betah berada di rumah.

Akan ada beberapa hal yang membuat Moms merasa rindu dengan rutinitas bekerja. Apa saja?

1. Jenuh

Hal yang tentu akan dirasakan seorang ibu rumah tangga yang dulunya adalah seorang ibu bekerja adalah jenuh.

Jelas saja hal ini akan terjadi, Moms yang sebelumnya akan setiap hari berada di luar rumah, berinteraksi dengan banyak orang tiba-tiba harus melakukan rutinitas yang sama saja setiap harinya.

Mengurus Si Kecil, rumah, begitu seterusnya. Mengantasipasi hal seperti ini sebenarnya mudah saja. Berhenti bekerja bukan berarti tak bekerja sama sekali. cobalah untuk menjalankan bisnis kecil-kecilan atau menjadi seorang freelancer.

Hal ini semata-mata tak hanya untuk mendapatkan sumber pemasukan kembali, tetapi juga membuat Moms tak merasa jenuh dengan rutinitas yang ada.

Baca Juga : Work-At-Home Mom, Kenali Kelebihan dan Kekurangan Ibu Bekerja di Rumah

2. Kesepian

Selain jenuh, rasa kesepian mungkin akan Moms rasakan. Biasanya Moms kerap berinteraksi dengan rekan kerja lalu kini harus menghabiskan waktu di rumah mungkin hanya dengan Si Kecil saja.

Jangan sepenuhnya menjadi pribadi yang tak dapat bersosialisasi Moms, bangunlah interaksi sosial meski sudah menjadi ibu rumah tangga.

Akrabkanlah diri dengan ibu-ibu lain di Sekolah Si Kecil atau bergabunglah dalam komunitas yang dapat membuat Moms tak kesepian dan dapat bertukar pikiran.

Manfaatkan pula sosial media yang Moms miliki untuk berinteraksi dengan dunia luar. Jangan jadi perempuan yang mendadak gagap informasi ya, Moms.

Baca Juga : Dari Wanita Karir ke Ibu Rumah Tangga

3. Berkurangnya Sumber Pemasukan

Berikutnya yang akan Moms rasakan adalah berkurangnya sumber pemasukan. Kini Moms tak lagi dapat memenuhi segala keinginan, dan benar-benar harus menunggu dari suami.

Hal tersebut tentu menimbulkan ketidaknyamanan.

Karenanya, bagi Moms yang hendak memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga setelah menikah lebih baik mempersiapkannya dari jauh-jauh hari.

Buatlah tabungan dari gaji Moms menjelang berhenti bekerja.

Uang ini pula yang nantinya akan Moms manfaatkan sebagai modal bisnis maupun memenuhi kebutuhan lainnya.

Masih sangat banyak hal yang akan membuat Moms kesulitan untuk melewati masa transisi dari seorang ibu bekerja menjadi seorang ibu rumah tangga sepenuhnya.

Baca Juga : 7 Alasan Mengapa Ibu Rumah Tangga dan Ibu Bekerja Sama-sama Rentan Stres Berkepanjangan

Meski berat, bukan berarti hal ini tak dapat dilewati bukan?

Komunikasikanlah kepada suami apa yang Moms rasakan agar dapat mencari solusi yang terbaik bagi rumah tangga.

Tak hanya itu, bila Moms berniat untuk kembali bekerja suatu saat maka jangan lupa untuk selalu menjaga hubungan baik dengan kantor lama, hal ini akan sangat menguntungkan bila suatu saat Moms membutuhkan referensi atau ingin kembali bergabung.

Dalam keseharian Moms, sempatkan pula untuk sesekali tetap mempelajari ilmu yang Moms miliki, agar tak kaget bila sudah waktunya kembali bekerja nanti.

(MDP) 

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.